Arsenal vs Manchester City: Kaya Sejarah, Tapi Sekarang Timpang Sebelah
18
Feb
2021
0 Comment Share Likes 216 View

Manchester City benar-benar sedang ada di puncak performa. Bayangkan sudah 17 pertandingan terakhir di semua ajang, The Citizens mampu menyapu bersih kemenangan. Parade kemenangan Manchester City dimulai 19 Desember 2020 saat melibas Southampton di Premier League, sampai terbaru pada 18 Februari 2021 mengalahkan Everton, tidak ada yang mampu menghentikan Manchester City. Selain Premier League, dalam tempo tersebut Manchester City juga bermain di Piala FA dan Piala Liga. Semua disapu dengan kemenangan. Luar biasa!

 

Arsenal vs Man City - Talksport.com

 

Hasil itu membuat Manchester City menguasai puncak klasemen sementara Premier League. Bahkan sudah lebih leluasa berada di puncak klasemen karena memiliki keunggulan poin yang signifikan atas pesaing terdekat di posisi kedua, Manchester United.

Sekarang Manchester City menghadapi tantangan baru. Tantangan yang juga sekaligus tekanan di setiap pertandingan yang dijalani. Karena semua sedang mengincar Manchester City untuk dikalahkan. Maka itu Manchester City wajib menjaga konsistensi.

Tantangan terdekat dijalani Manchester City di Stadion Emirates, London, Minggu 21 Februari 2021, mulai pukul 23.30 WIB. Lawannya adalah Arsenal FC, tim yang memiliki julukan The Gunners.

Sebetulnya Arsenal pada saat sekarang bukan lawan setimpal buat Manchester City. Pasalnya Arsenal menempati posisi ke-10 di klasemen sementara Premier League. Jaraknya begitu jauh, apalagi selisih poinnya. Tapi setidaknya Arsenal masih punya nama besar yang bisa diandalkan untuk bisa memberi label pertandingan nanti merupakan laga akbar.

Dari sejarahnya Arsenal sudah mengumpulkan 13 trofi juara kompetisi kasta tertinggi di Inggris. The Gunners meraih gelar juara pada musim 1930/1931, 1932/1933, 1933/1934, 1934/1935, 1937/1938, 1947/1948, 1952/1953, 1970/1971, 1988/1989, 1990/1991, 1997/1998, 2001/2002, dan 2003/2004.

Bagaimana dengan Manchester City? Ternyata perolehan gelar juara kasta tertinggi The Citizens masih jauh dibawah Arsenal. Manchester City baru mengumpulkan 6 gelar juara. Rinciannya pada 1936/1937, 1967/1968, 2011/2012, 2013/2014, 2017/2018, dan 2018/2019.

Dilihat dari tahun perolehan gelar juara terlihat Manchester City puluhan tahun tenggelam, sampai akhirnya datang investor dari Timur Tengah yang membuat mereka menjadi orang kaya baru dan berhasil mendominasi Premier League dalam beberapa tahun terakhir.

Sekarang bicara perjalanan di musim ini, Arsenal masih menjadi tim papan tengah. Sedangkan Manchester City menguasai puncak klasemen. Di putaran pertama Premier League musim ini Manchester City berhasil menang atas Arsenal. Laga di Stadion Etihad itu dimenangi Manchester City dengan angka 1-0. Gol dicetak Raheem Sterling pada menit ke-23.

Sekadar mengingat masa lampau, pertemuan pertama antara Arsenal vs Manchester City berlangsung pada 11 November 1893. Jadi sudah 127 tahun silam kedua tim ini mengawali sejarah pertemuan. Catatan ini dibukukan situs perekam hasil pertandingan di Premier League, 11v11. Kala itu Arsenal mengalahkan Manchester City dengan angka 1-0. Gol tunggal dicetak James Henderson.

Lantas akan seperti apa pertemuan Arsenal vs Manchester City pada Minggu tengah malam WIB nanti? Untuk memanaskan atmosfer menonton pertandingan nanti, ada baiknya kita melihat lagi sejarah pertemuan antar lini Arsenal dan Manchester City. Sejarah yang barangkali bisa membuat memori Pria Intersport menjadi ingat kembali bagaimana persaingan bersejarah kedua tim ini di Premier League.

Berikut uraiannya:

Kebersamaan Mikel Arteta dan Pep Guardiola di Man City – Foto: Twitter.com/ManCity

 

Mikel Arteta, Fotocopy Pep Guardiola

Setelah mengirimkan surat pemecatan kepada Unai Emery, Arsenal membutuhkan waktu cukup lama demi menemukan sosok yang diyakini pas untuk menduduki kursi manajer. Ada banyak nama berseliweran di meja direksi Arsenal. Sampai akhirnya dewan direksi melihat satu nama yang tampaknya potensial. Dia adalah mantan pemain Arsenal. Seseorang yang pernah memperkuat Arsenal pada 2011-2016, yang artinya disinilah dia pensiun dari lapangan hijau alias selesai berkarir sebagai pemain. Nama itu adalah Mikel Arteta.

Pria asal San Sebastian, Spanyol, itu dirasa cocok untuk menempati kursi manajer Arsenal. Pertimbangannya adalah pengalamannya menjadi asisten manajer buat Pep Guardiola di Manchester City sejak 2016, atau sesaat setelah pensiun dari Arsenal dan lapangan hijau. Arsenal rupanya juga terinspirasi dengan kesuksesan Pep Guardiola secara konsisten menghadirkan gelar juara Premier League buat Manchester City. Dengan pendekatan intensif dan pembicaraan dengan direksi Manchester City, Arsenal akhirnya berhasil merayu Mikel Arteta untuk menjadi manajer tim.

Sampai detik ini Mikel Arteta masih dianggap sebagai fotocopy Pep Guardiola dalam menangani tim. Sebabnya karena Mikel Arteta belajar manajemen tim, mulai urusan taktik, strategi, dan lain-lain dari Pep Guardiola selama kebersamaan di Manchester City. Oleh karenanya tidak perlu heran kalau Pria Intersport kadang melihat pola permainan Arsenal mirip Manchester City. Barangkali yang membedakan hanya materi pemain, yang hasil pertandingannya sejauh ini masih bak bumi dan langit antara Arsenal dan Manchester City.

 

David Seaman di Arsenal dan Man City – Foto: Premierleague.com

 

Kiper Legendaris Inggris

David Seaman merupakan salah seorang kiper terbaik yang pernah dimiliki Inggris. Hal itu bisa dilihat dari caps sosok yang sekarang berusia 57 tahun tersebut. Total David Seaman bermain untuk Timnas Inggris sebanyak 75 kali, dalam rentang 1988-2002. Pengabdian selama 14 tahun di The Three Lions itu menghasilkan gelar bangsawan dari Kerajaan Inggris, MBE.

Fakta uniknya Arsenal dan Manchester City pernah sama-sama diperkuat David Seaman. Bahkan buat Manchester City lebih istimewa, karena David Seaman menyelesaikan kariernya atau gantung sarung tangan pada 2004 di tim tetangga Manchester United itu. David Seaman membela Arsenal selama 13 tahun. Mulai 1990 dan selesai 2003. Di penghujung karir David Seaman menerima pinangan Manchester City, dan bermain hingga 2004 sebelum akhirnya pensiun.

Sekarang posisi kiper utama Arsenal disandang Bernd Leno, sementara Manchester City punya Ederson. Mereka adalah kiper andalan yang akan turun lagi mengawal gawang dalam pertandingan Arsenal vs Manchester City nanti. Bicara soal kemampuan kedua kiper ini tampak punya karakteristik berbeda. Tapi pasti mereka akan bermain maksimal, untuk menghindarkan gawang dari kebobolan.

Namun yang pasti Bernd Leno punya beban lebih besar. Sebab akan menghadapi para penyerang lapar gol milik Manchester City. Sekalipun Manchester City mungkin belum diperkuat Sergio Aguero karena cedera.

Man City vs Arsenal di putaran pertama Premier League 2020/2021 – Foto: premierleague.com

 

Andil Blok Belakang Mengejar Rekor

Seperti telah dibahas dalam awal tulisan, bahwa Manchester City dalam 16 pertandingan terakhir berbagai ajang mampu menyapu semuanya dengan kemenangan. Atau kalau khusus di Premier League ada 11 pertandingan terakhir yang dibungkus dengan tiga poin.

Catatan itu menjadi modal yang bagus buat Manchester City merintis jalan mengejar rekor Arsenal sebagai tim paling lama tidak terkalahkan di Premier, totalnya ada 49 pertandingan. Itu terjadi pada rentang tahun 2003-2004. Hingga sekarang rekor itu masih bertahan. Arsenal di era Arsene Wenger memang begitu kokoh.

Lamanya Arsenal kala itu tidak kalah, sudah pasti karena ada blok pertahanan yang tangguh. Sama seperti sekarang ketika Manchester City mampu mencatat 11 kemenangan beruntun dalam 11 laga terakhir di Premier League sekarang ini.

Poros pertahanan Manchester City yang diandalkan Pep Guardiola belakangan ini adalah João Cancelo, John Stones, Aymeric Laporte, dan Oleksandr Zinchenko. Soliditas dan kolaborasi mereka seakan begitu sulit ditembus tim lawan.

Barisan belakang Arsenal juga tidak bisa dianggap remeh. Kendatipun posisinya ada di papan tengah. Empat bek sejajar yang biasa diturunkan Mikel Arteta adalah Héctor Bellerín, David Luiz, Gabriel, dan Cédric Soares. Mereka juga siap membuat para penyerang Manchester City hilang akal.

 

Man City vs Arsenal di putaran pertama Premier League 2020/2021 – Foto: premierleague.com

 

Andalan Lapangan Tengah

Formasi dasar lini tengah Arsenal di tangan Mikel Arteta adalah dua gelandang bertahan dan tiga gelandang serang. Dani Ceballos dan Granit Xhaka memegang peran kunci sebagai bandul di lapangan tengah. Mereka adalah sumber permainan, katalisator transisi permainan dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya menyerang ke bertahan.

Peran dua gelandang pengangkut air itu didukung tiga gelandang serang yang biasa ditempati Bukayo Saka, Martin Ødegaard, hingga Emile Smith Rowe. Di sana juga masih ada Willian dan lain-lain. Formasi lima gelandang ini tampaknya bakal diandalkan Mikel Arteta di pertandingan Arsenal vs Manchester City. Dengan menaruh lima pemain tengah, diharapkan seluruh blok tengah bisa didominasi Arsenal.

Sementara Manchester City gemar dipakaikan Pep Guardiola formasi tiga gelandang. Barisan tiga gelandang itu di-backup empat bek sejajar dan tiga penyerang. Maka aliran bola paling banyak beredar dari sayap. Dari tengah dikeluarkan ke sayap, lalu masuk lagi ke dalam saat serangan mencapai kotak penalti. Tapi polanya tidak monoton seperti itu, karena tiga gelandang yang biasa ditaruh Pep Guardiola juga punya nafsu besar untuk menyerang. Ada Kevin De Bruyne, Bernardo Silva, Rodri, hingga İlkay Gündoğan. Sehingga serangan Manchester City juga sering menusuk-nusuk hebat dari zona tengah.

Tapi sekadar diketahui dalam pertemuan terakhir Arsenal vs Manchester City di ajang Piala Liga Inggris, 23 Desember 2020, Pep Guardiola sempat memakai formasi persis yang dihamparkan Arsenal sekarang, yaitu 4-2-3-1. Saat itu poros tengah Manchester City ditempati Fernandinho dan Rodri sebagai gelandang bertahan, lalu tiga gelandang serang adalah Phil Foden, Bernardo Silva, dan Riyad Mahrez.

Omong-omong soal lapangan tengah, Arsenal dan Manchester City juga pernah sama-sama memiliki legenda Prancis dan Premier League. Dia adalah Patrick Vieira. Sama seperti David Seaman, Patrick Vieira juga menutup karier pemain di Manchester City. Persisnya pada 2011. Ia hanya setahun di Manchester City pada 2010-2011. Tapi dulunya dia adalah "bos besar" lapangan tengah Arsenal. Tercatat kostum The Gunners pernah dipakainya dari 1996 hingga 2005. Unik, bukan? Apakah Arsenal dan Manchester City ini memang gemar berbagi legenda?

 

Man City vs Arsenal di putaran pertama Premier League 2020/2021 – Foto: premierleague.com

 

Bumi dan Langit

Dalam lima pertemuan terakhir Arsenal vs Manchester City di Premier League hasilnya sangat timpang. Manchester City selalu memetik kemenangan. Benar-benar perbandingan yang tidak sebanding. Berikut rekaman hasilnya:

12/08/2018  Arsenal 0-2 Man City

Raheem Sterling, Bernardo Silva

03/02/2019  Man City 3-1 Arsenal

Sergio Aguero (hattrick); Laurent Koscielny

15/12/2019  Arsenal 0-3 Man City

Kevin De Bruyne (brace), Raheem Sterling

18/06/2020  Man City 3-0 Arsenal

Raheem Sterling, Kevin De Bruyne (penalti), Phil Foden

17/10/2020  Man City 1-0 Arsenal

Raheem Sterling

Baik di kandang maupun tandang Manchester City mampu meraih kemenangan. Bahkan banyak dengan lebih dari satu gol. Ini memperlihatkan bagaimana wajah lini depan Arsenal dan Manchester City yang seperti bumi dengan langit.

Bisa Pria Intersport lihat dari lima pertemuan terakhir di Premier League, penyerang Manchester City Raheem Sterling nyaris selalu mencetak gol. Hanya saat pertemuan pada putaran kedua musim 2018/2019 Raheem Sterling tidak membobol gawang Arsenal.

Maka itu dalam pertandingan nanti, Raheem Sterling seharusnya diberi penjagaan ekstra oleh skuat Arsenal. Minimal untuk menahan nafsu besar Raheem Sterling dengan gawang Arsenal, tiap kali bentrok. Karena kalau tidak, akibatnya bisa berbahaya seperti yang sudah-sudah.

Melihat City yang lebih diunggulkan karena performa baiknya saat ini dan melalui catatan head to head kedua tim, sepertinya The Citizens paling tidak akan memenangkan pertandingan dengan skor 2-1. Namun bukan tidak mungkin, The Gunners juga memenangkan skor yang sama demi perbaiki catatan pertemuan kedua tim. Setuju? Kita lihat saja, Pria Intersport!

SAMPAIKAN KOMENTAR