Arsenal vs Liverpool: Jangan Lengah Agar Terhindar Dari Papan Tengah
03
Apr
2021
0 Comment Share Likes 100 View

Setelah dua pekan jeda internasional, kompetisi papan atas Eropa siap memulai kembali persaingannya. Akhir pekan ini beberapa laga bertajuk big match siap menandai sprint terakhir menuju akhir musim.

Liga Primer Inggris akan langsung mempertemukan dua kesebelasan besar di game week mendatang. Arsenal, yang penampilannya mulai meningkat musim ini, bakal kedatangan Liverpool, sang juara bertahan yang penampilannya musim ini masih jauh di bawah standar. Dengan himpitan jeda internasional dan kompetisi antarklub Eropa di pekan selanjutnya, laga ini punya potensi menghadirkan adu taktik yang menarik.

Dampak jeda internasional di masa pandemi

Sejak pekan ketiga Maret silam, kompetisi di level klub berhenti untuk slot laga antar negara. Beberapa konfederasi sepakbola level benua menggelar kualifikasi Piala Dunia 2022 mendatang. Beberapa federasi negara menyelenggarakan laga uji coba dengan federasi lainnya.

Lazimnya, jeda internasional seringkali tidak terlalu disetujui oleh klub lantaran jadwalnya cukup padat. Perbedaan gaya main klub dan negara juga berpengaruh. Tak jarang pemain kembali ke klub dengan kondisi kelelahan, bahkan cedera. Apalagi dengan kondisi pandemi saat ini, klub yang pemainnya berasal dari negara berbeda harus memikirkan regulasi karantina yang ditetapkan pemerintah masing-masing. Dalam praktiknya saat ini, beberapa klub bahkan melarang pemainnya bergabung dengan tim nasional karena alasan tersebut.

Jeda internasional kali ini nyaris memakan korban bagi Arsenal. Pemain terbaik The Gunners untuk Bulan Maret, Martin Ødegaard, sempat ditarik keluar saat Norwegia menghadapi Gibraltar. Beruntung gelandang serang pinjaman dari Real Madrid tersebut sudah bisa kembali bermain di laga berikutnya.

Jeda internasional nyaris merugikan Arsenal usai Ødegaard sempat dibekap cedera (foto: Daily Cannon)

 

Emile Smith-Rowe, yang sempat cedera sebelum jeda internasional, tidak bermain di laga tengah pekan Piala Eropa U-21 kontra Kroasia. Smith-Rowe dikabarkan masih merasakan masalah pada pinggulnya, meski manajer Mikel Arteta mengatakan timnya akan mengadakan penilaian lanjutan.

Kondisi Bukayo Saka mungkin akan menjadi perhatian. Pemain berusia 20 tahun tersebut dipulangkan dari Tim Nasional Inggris pekan lalu akibat cedera hamstring. Hingga saat ini, Saka belum berlatih dengan tim utama. Meski kondisinya membaik, belum bisa dipastikan apakah Saka akan masuk ke susunan pemain kontra Liverpool atau tidak.

Sisanya, Arsenal masih akan memantau 7 pemain tim utama lainnya yang dipanggil tim nasionalnya masing-masing. Mohamed Elneny, Nicolas Pépé, dan Pierre-Emerick Aubameyang menempuh jarak yang cukup jauh. Sementara itu Kieran Tierney dan Granit Xhaka masih bermain pada hari rabu (31/3) kemarin.

Sementara itu bagi kubu Liverpool, badai cedera yang melanda beberapa pemain kunci yang mengalami cedera, seperti Jordan Henderson, Fabinho, Alex Oxlade-Chamberlain, Trent Alexander-Arnold, Alisson Becker, dan Roberto Firmino, menjadi keuntungan tersendiri bagi Liverpool. Karena cedera, nama-nama tersebut tidak dipanggil oleh tim nasional negaranya sehingga bisa mendapatkan waktu pemulihan yang lebih lama. 

Kabar baik bagi manajer Jürgen Klopp mulai terlihat. Beberapa hari yang lalu, Firmino, Fabinho, dan Alisson sudah mulai menjalani latihan bersama tim. Keberadaan trio pemain Brasil tersebut tentu bakal menjadi tambahan kekuatan bagi The Reds di laga penting kontra Arsenal.

Kesiapan kedua kesebelasan

Arsenal, yang sempat mengalami periode buruk sebelum pergantian tahun mulai menemukan kembali permainan terbaiknya. Selama sebulan terakhir mereka belum terkalahkan di liga, mencatatkan 2 kemenangan dan 2 hasil imbang. Mereka juga meraih dua kemenangan penting kontra rival enam besar, dengan mengalahkan Leicester dengan skor 3-1 dan Tottenham 2-1.

Hasil tersebut membawa Arsenal naik peringkat ke posisi sembilan klasemen sementara. The Gunners juga melaju di kompetisi Eropa dengan memastikan tempat di babak delapan besar Liga Europa. Catatan apik tersebut tak lepas dari permainan energik The Gunners akhir-akhir ini. Dimotori oleh Martin Ødegaard dan Emile Smith-Rowe, lini serang Arsenal menjadi semakin cair dan mematikan. Pergerakan dan kombinasi antara keduanya mampu memberikan ancaman bagi pertahanan lawan.

Kebangkitan Arsenal ini harus diwaspadai Liverpool. Jarak poin antara keduanya kini menipis menjadi hanya empat angka. Apabila terpeleset di laga ini, bukan tidak mungkin Liverpool akan tersalip oleh Arsenal. Apalagi The Reds saat ini masih belum bisa keluar dari rentetan hasil buruk. Liverpool hanya bisa meraih 2 kemenangan dari 5 pertandingan liga terakhir. Sadio Mané dkk kini justru tercecer di peringkat 7 klasemen sementara.

Liverpool pantang terpeleset lagi (foto: 90min)

 

Liverpool mesti mewaspadai dinamisnya serangan Arsenal tersebut. Dengan kondisi tim yang mulai lengkap, pekerjaan berat Jürgen Klopp sedikit berkurang. Kembalinya Fabinho dan Alisson bisa memperkuat lini belakang dan tengah Liverpool yang keropos di beberapa laga terakhir. Begitu juga dengan pulihnya Firmino, opsi Liverpool di lini depan menjadi semakin banyak. Hal tersebut tentu bisa menjadi basis permainan Liverpool kala menghadapi Arsenal.

Prediksi taktikal pertandingan: bisakah Arsenal kembali sulitkan Liverpool?

Meski menjadi salah satu tim yang dominan di Inggris selama beberapa musim terakhir, Liverpool kerap kesulitan kala melawan Arsenal. Khususnya setelah Arsenal diarsiteki oleh Mikel Arteta. Sejak pelatih asal Spanyol tersebut mengambil alih kepelatihan di Emirates Stadium, Liverpool baru sekali mengalahkan Arsenal. Satu-satunya kemenangan tersebut diraih pada awal musim ini. September lalu, gol-gol dari Sadio Mané, Andy Robertson, dan Diogo Jota membawa Liverpool menang 3-1 atas tim asal London Utara tersebut.

Sebelumnya, Arsenal arahan Arteta dua kali menyulitkan Liverpool. Pada pekan ke-35 Liga Primer 2019/20, Arsenal sukses kalahkan Liverpool 2-1 di Emirates. Pada laga Community Shield di awal 2020/21, Arsenal kembali mengalahkan Liverpool, kali ini lewat adu tendangan penalti usai skor imbang 1-1 di waktu normal.

Arsenal dibawah Arteta kerap menyulitkan Liverpool (foto: Liverpool FC)

Dua kemenangan Arsenal tersebut diraih dengan permainan blok rendah yang disiplin. Bermain dengan blok pressing 5-4-1, Liverpool kesulitan menciptakan overload di lini pertahanan lawan. Lima pemain belakang juga memberikan kestabilan bagi Arsenal dalam membendung serangan dari sisi sayap. Pergeseran blok ketika bertahan juga stabil karena pemain-pemain di sisi terluar bisa segera mendapatkan akses pressing terhadap lawan. Belum lagi ditambah dengan ruang antar lini yang rapat, sehingga menyulitkan Liverpool dalam membuat kombinasi di ruangan tersebut.

Meski demikian, dalam performa yang meningkat selama sebulan terakhir, Arsenal kerap memakai formasi 4-2-3-1. Formasi tersebut memungkinkan permainan yang lebih menyerang dengan adanya pemain No. 10 yang bisa bergerak bebas dan menciptakan situasi menang jumlah di kedua sisi. Dengan pertahanan Liverpool yang keropos, pola menyerang bisa menjadi skema andalan Arteta untuk membongkar pertahanan lawan.

Di sisi lain, Liverpool dengan pola 4-3-3 mungkin akan bermain lebih seimbang seperti di beberapa laga sebelumnya. Struktur formasi mungkin sedikit berubah dari 3-2-5 menjadi 3-1-1-5 untuk memberikan proteksi serangan sekaligus tetap mengancam pertahanan lawan.

Prediksi susunan pemain:

Arsenal (4-2-3-1): Bernd Leno, Cedric Soares, David Luiz, Magalhães, Kieran Tierney, Thomas Partey, Granit Xhaka, Nicolas Pépé, Martin Ødegaard, Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette.

Liverpool (4-3-3): Alisson, Trent Alexander-Arnold, Fabinho, Ozan Kabak, Andy Robertson, Thiago, Gini Wijnaldum, Curtis Jones, Mohamed Salah, Roberto Firmino, Sadio Mané.

Melihat kesiapan kedua tim serta performa terkini yang cukup berimbang, laga keduanya bisa menjadi pertarungan yang sengit. Skor imbang 1-1 mungkin akan menghiasi laga ini. Setuju, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR