Apa Kabar Liga Indonesia Yang Belum Juga Terlaksana?
21
Jul
2021
1 Comment Share Likes 365 View

Setelah usainya gelaran UEFA Euro 2021 dan Copa America 2021, publik sepakbola dunia akan beralih perhatiannya kepada persiapan klub-klub dalam menghadapi liga musim mendatang. Hal tersebut juga menjadi fokus bagi banyak penikmat sepakbola di Indonesia tentang bagaimana masa depan Liga 1 di musim depan.

Di tengah gempuran wabah virus Covid-19 yang kembali melonjak di pertengahan tahun ini, agenda keberlangsungan Liga 1 dan Liga 2 juga ikut mengalami penundaan. Sebelumnya, pihak kepolisian melalui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat izin pelaksanaan kompetisi sepakbola baik Liga 1 maupun Liga 2 yang direncanakan akan berlangsung pada 10 Juli 2021 lalu.

Namun, karena kembali melonjaknya grafik penularan virus Covid 19 dipastikan tanggal rencana awal tersebut akan kembali bergeser. Berita terkini menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo kembali memperpanjang masa PPKM Darurat yang semulanya berakhir pada 20 Juli 2021 menjadi 25 Juli 2021.

Perpanjangan masa PPKM Darurat tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada selasa (20 Juli 2021) dan juga diunggah di akun Instagram resmi beliau. Keputusan pemerintah memperpanjang masa pembatasan ini sangat beralasan. Kebijakan ini terpaksa harus dilakukan untuk terus menekan laju penularan virus corona dan mengurangi beban rumah sakit yang sempat menyentuh persentase keterisian 100%.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (kiri) disaksikan oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan di Gedung Kemenpora, Jakarta. Sumber : tirto.com

 

Sebelumnya, baik PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator pelaksana sudah membuat rumusan rinci terkait format dan aturan yang akan dilaksanakan dalam kompetisi Liga 1. Beberapa aturan tersebut dibuat sebagai langkah adaptasi dari gencaran serangan virus Covid-19 ini.

Sedari awal PSSI dan LIB sudah mengatur dengan sangat ketat kepada setiap klub di bawah naungan mereka untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan, baik ketika latihan, dalam pertandingan maupun di luar lapangan seperti hotel maupun mess.

Selain itu, format kompetisi baru yang terdiri dari tiga klaster dan enam seri juga akan diterapkan untuk musim mendatang. Rencananya kompetisi ini akan dilaksanakan di tiga provinsi dengan fokus wilayah hanya di Pulau Jawa saja. Bukan tanpa alasan menjadikan Pulau Jawa sebagai tuan rumah pagelaran Liga 1 kali ini. Akses transportasi dan fasilitas pendukung lainnya seperti rumah sakit, hotel dan stadion di Pulau Jawa sangat memadai dibanding dengan pulau lainnya.

Perkara sistem klaster dan seri ini tentu saja belum menjadi istilah yang umum bagi banyak khalak awam lainnya. Guna mendapatkan pemahaman yang jelas dan validasi yang pas, Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, memberi pemaparan detail terkait format dan regulasi anyar tersebut.

“Jadwal pertandingan Liga 1 sudah kita buat, formatnya adalah series. Nanti akan ada enam series yang bertanding di tiga klaster.” ujarnya kepada awak media, Kamis (17 Juli 2021).

Salah satu stadion klaster 1 Pakansari. Bogor. Sumber : blibli.com

 

“Seri pertama di klaster satu, seri kedua di klaster dua, seri ketiga di klaster tiga, seri keempat di klaster tiga, seri kelima di klaster dua dan seri keenam di klaster pertama.” lanjutnya.

Jakarta, Bandung dan Banten akan menjadi tuan rumah bersama untuk pelaksanaan klaster pertama. Sementara klaster kedua meliputi Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta dan Jawa Timur kebagian klaster ketiga.

“Nah di situ keseluruhan 18 klub Liga 1 akan bertanding di seri pertama. Tota akan ada 48 hari untuk bermain di seri pertama. Para klub peserta liga juga akan menempati beberapa hotel, maksimal satu hotel akan diisi oleh tiga tim.” tutur Sudjarno.

“Venue bermain untuk seri pertama ini nanti akan di Tangerang, Pakansari, Jalak Harupat Bandung, Patriot dan Wibawa Mukti.” pungkasnya.

Ketika awak media menanyakan perihal jumlah pertandingan, Sudjono menjawab bahwa akan akan ada tujuh pertandingan dalam sepekan. Ia memberi contoh bahwa satu stadion bisa saja akan tersaji dua pertandingan. Semisal di tanggal 10 ada dua pertandingan di Stadion Pakansari.

Walaupun sudah ada kepastian dari Sudjarno bahwa kompetisi Liga 1 musim mendatang akan diikuti oleh 18 klub. Tetapi, kabar yang beredar sebelumnya menyebutkan bahwa liga di musim depan akan diikuti oleh 20 tim.

Penghapusan sistem degradasi ini disebutkan merupakan usulan yang datang dari para peserta liga yang sempat menghadiri rapat Exco PSSI pada 3 Mei 2021 lalu. Alasan munculnya pengajuan usulan ini kepada PSSI dan LIB adalah karena faktor ekonomi.

PSSI berencana hanya menghapus sistem degradasi tetapi tidak untuk sistem promosi dari Liga 2 ke Liga 1. Hal inilah yang menjadi alasan dibalik bertambahnya jumlah peserta liga musim mendatang.

Selain itu, ada kemungkinan lain bahwa Liga Indonesia musim 2021/22 ini tidak akan bisa dihadiri oleh penonton. Kita pasti akan merasa iri dengan gelaran Euro lalu yang semua kapasitas stadionnya hampir selalu terisi penuh.

Tetapi jika melihat kurva persebaran virus corona di Indonesia saat ini, rasanya keinginan kita untuk sesegera mungkin memenuhi stadion dan mendukung bersama-sama tim kebanggaan berlaga akan sulit dan lama terealisasi. Kerja bersama dalam menanggulangi pandemik ini terutama dengan selalu menaati protokol kesehatan tentu saja akan sangat membantu beban pemerintah untuk menghentikan laju mutasi tamu asing ini.

Nasib Klub dan Para Pemain


Persib kontrak Persija di Final Piala Menpora Sumber : CnnIndonesia.com

 

Kepastian kembali ditundanya kick off Liga 1 ini tentu saja mempengaruhi para klub peserta dan banyak pemain di dalamnya. Sudjarno selaku Direktur Operasional PT LIB sudah menerima surat pernyataan dari kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulan Bencana) yang meminta kick off Liga 1 yang seharusnya dilaksanakan pada 9 Juli 2021 akan ditunda hingga akhir bulan tentunya dengan berbagai macam pertimbangan lainnya.

Salah satu tim papan atas Liga Indonesia, Persib Bandung memberikan reaksi terkait kabar penundaan jadwal ini. Manajemen Persib mengakui sangat pasrah dengan segala keputusan yang diambil oleh PSSI selaku induk sepakbola Indonesia dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator.

“Kami sangat menghormati segala keputusan dari PSSI dan LIB atas penundaan ini.” ujar Direktur PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, Selasa (29 Juni 2021) lalu. Teddy juga memahami dengan pasti alasan besar yang membuat kompetisi terakbar sepakbola Indonesia harus ditunda. Ia dan segenap stakeholder di Persib Bandung berharap badai ini akan segera berlalu dan kompetisi dapat segera bergulir.

Selain itu, dari pihak klub besar lainnya yaitu Arema Malang. Mereka memberikan reaksi yang cukup berbeda terhadap penundaan jalannya kompetisi ini. Karena belum ada kepastian kapan liga akan bergulir, pihak Arema memilih untuk fokus ke investasi di bagian infrastruktur.

Arema mengalihkan alokasi sebagian dana untuk perekrutan pemain ke perbaikan infrastruktur klub. Fakta bahwa saat ini Dendi Santoso dkk masih sering kali berpindah-pindah tempat latihan membuat manajemen Arema aktif mencari lahan guna membangun training camp bagi klub kebanggaan Kota Apel tersebut.

Bahkan selama PPKM ini, para punggawa Arema sepertinya tidak memiliki opsi tempat latihan. Lantaran semua lapangan tengah ditutup untuk umum dan mengikuti kebijakan yang diberlakukan di daerah tersebut.

Selain rencana membangun training camp, Arema juga akan memperbaiki kantor manajemen dan fasilitas lainnya. Sehingga ketika liga sudah kembali bergulir normal dan akan diadakan sesi konferensi pers akan berjalan lebih nyaman.

“Pelan-pelan nanti semua akan diperbaiki.” ujar Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana.

Sama seperti manajemen Persib, Gilang juga mengatakan bahwa Arema FC mendukung semua keputusan dari PSSI dan PT LIB terkait kompetisi musim mendatang. Ia merasa semua keputusan saat ini sudah sangat bijaksana dengan menimbang kondisi persebaran virus coran dan  keselamatan banyak pihak lainnya.

Selain dari sisi klub, dari sisi pemain juga mengalami pergolakan juga. Tidak hanya para pemain muda yang ingin unjuk gigi dari kembali bergulirnya liga ini. Bahkan beberapa pemain gaek yang sudah cukup berumur pun ingin membuktikan kapabilitasnya.

Para pemain gaek ini masih ingin terus bekerja keras dan memberi bukti bahwa karir mereka belum tamat. Jam terbang dan pengalaman mereka malang melintang di kompetisi Liga Indonesia menjadi nilai tambah mereka dibanding banyaknya bermunculan para pemain muda lainnya

Ismed Sofyan. Sumber : Tribunews.com

 

Contohnya Ismed Sofyan yang saat ini menjadi salah satu pemain paling tua di Liga 1. Kapten tim besar Persija Jakarta ini sudah menginjak usia 41 tahun di musim ini. Ismed yang merupakan putra daerah Aceh punya sejarah panjang dan pencapaian brilian bersama Macan Kemayoran.

Tercatat Ismed sudah mengawal sisi lapangan Persija sejak tahun 2005 silam ketika ia ditransfer dari Persijatim. Ismed sukses membawa Persija meraih double winner dengan mengawinkan gelar Piala Presiden dan Liga Indonesia pada tahun kompetisi 2018.

Ismed Sofyan merayakan keberhasilan mempersembahkan gelar Liga Indonesia untuk persija medio 2018 lalu. Sumber: persija.id

 

Melihat usianya saat ini, Ismed banyak menghuni bangku cadangan Persija Jakarta. Hal ini juga terjadi ketika tim ibukota ini menjadi juara Piala Menpora lalu. Meski demikian, Ismed membuktikan kesetiaannya bersama tim berkostum oranye ini dengan belum mau memutuskan untuk gantung sepatu.

Keberadaan pemain muda seperti Alfath Fathier dan pemain asal Italia, Marco Motta, yang juga bermain di posisi yang sama dengan dirinya tentu saja menjadi batu sandungan bagi Ismed untuk mendapatkan menit bermain. Tetapi, mengingat jasa dan perjuangannya selama 15 tahun tentunya tidak akan dilupakan oleh Persija Jakarta dan semua The Jakmania.

Mari terus menggantung harapan dan cita-cita semoga keadaan ini semakin membaik dan Liga Indonesia dapat segera bergulir. Ada tumpukan kerinduan di dada kita, para pecinta sepakbola, untuk kembali menyaksikan jalannya liga dan berbagai aksi para pemain idola.

Liga Indonesia memang akan jauh dari kata sempurna. Tetapi, dalam segala keterbatasan fasilitas dan ruang gerak, kita masih tetap menaruh cinta untuknya. Merindukan euforia berduyun-duyun datang ke stadion atau sesekali tanpa sengaja selepas bekerja menyaksikan tim kesayangan berlaga di sebuah warung kopi pinggir kota. Lengkap dengan gorengan panas, sebatang garpit dan percakapan berbahagia lain yang mengikutinya.

Bagaimana Pria Intersport, apakah kamu mengalami kerinduan yang sama? Mari berdoa semoga keadaan ini segera mereda.

SAMPAIKAN KOMENTAR