Waspada! Ini 5 Tanda Montir Nakal
25
Jan
2020
0 Comment Share Likes 233 View

Membawa kendaraan ke bengkel umum terkadang belum tentu menjadi solusi terbaik. Apalagi jika bengkel tersebut memiliki montir “nakal”, yang membuat Mas Bro mengeluarkan dana besar-besaran untuk kebutuhan yang tak seberapa. Karena itulah, agar Mas Bro bisa terhindar dari kejadian menyebalkan seperti ini, perhatikan dan waspadalah akan 5 tanda-tanda montir bengkel “nakal” sedang mencoba menipu.

  1. Montir Tidak Menjelaskan Detail Kondisi Kendaraan

Seorang montir pastinya paham betul mengenai seluk beluk kerusakan mobil, bahkan hingga ke detail terkecil sekalipun. Apalagi dengan penggunaan komputer sebagai alat bantu check up, maka kondisi kesehatan kendaraan pastinya sudah bisa langsung terdeteksi dengan cepat.

Lalu, bagaimana jika montir tidak menjelaskan secara rinci mengenai kondisi kendaraan kesayangan kalian? Lebih baik tanya mengenai kondisi mobil hingga sedetail mungkin, meskipun sebenarnya kita tidak terlalu paham kerusakan yang dimiliki. Jika masih saja montir tak menjawab secara rinci mengenai kondisi kendaraan, segera pindah dan carilah bengkel resmi. Bengkel resmi biasanya memiliki kemampuan untuk menjelaskan lebih rinci mengenai kondisi kendaraan.

  1. Montir Kerap Mengatakan Kondisi Mesin Rusak Parah.

Seiring mobilitas yang semakin tinggi dan penggunaan BBM di bawah standar pabrikan memang secara tak langsung mengurangi kondisi mesin. Karena itulah, dibutuhkan servis secara berkala agar kendaraan bisa terus optimal terjaga. Sayangnya, untuk membuat kendaraan optimal kembali, bagian mesin harus mendapatkan perbaikan yang cukup banyak. Inilah yang seringkali menjadi alasan para oknum montir “nakal” menakut-nakuti pemilik kendaraan bahwa tunggangannya mengalami kerusakan parah pada bagian mesin.

Nah, jika hal ini terjadi kepada Mas Bro sekalian, pastikan dulu jika memang benar mesin sudah perlu mendapatkan perbaikan secara intensif. Atau, lebih mudah bawa kendaraan ke bengkel resmi, agar bisa lebih memastikan kondisi mesin secara maksimal. Terakhir, selalu jaga kondisi mesin dengan mengikuti instruksi dari pabrikan mengenai standar penggunaan oli dan BBM yang disarankan.

  1. Montir Mencoba Mengganti Parts di Luar Keperluan

Pernahkah kalian mengalami kejadian di mana mobil hanya perlu diganti parts kecilnya saja, tapi malah berakhir mengganti parts-parts lain yang sebenarnya masih dalam kondisi baik dan aman. Jika hal ini terjadi, bisa jadi mas Bro tengah dikerjai oleh montir “nakal” di bengkel tersebut.

Untuk menghindari hal ini, biasakan selalu mengetahui secara pasti bagian mana saja yang rusak. Selain itu, jika ada permintaan untuk mengganti parts lain dari kendaraan, periksa dahulu apakah memang benar-benar dibutuhkan untuk menggantinya dengan yang baru atau tidak. Sebab, Mas Bro bisa menghemat biaya servis jika memang parts yang diminta montir tak perlu diganti saat itu juga.

  1. Montir Mengganti Banyak Parts

Mengganti parts kendaraan secara teratur memang wajib dilakukan, demi menjaga kesehatan dan reliabilitas kendaraan. Tapi jika Mas Bro diharuskan mengganti parts kendaraan dalam jumlah banyak, maka bersiap-siaplah untuk tersiksa karena biaya yang perlu dikeluarkan di bengkel jadi membengkak.

Agar bisa menghindari kejadian seperti ini, tanya montir yang mengurusi kendaraan kesayangan Mas Bro, apakah diperlukan untuk mengganti parts secara keseluruhan atau hanya bagian-bagian tertentu saja. Selain itu, pastikan montir yang mengurusinya memperlihatkan kondisi fisik dari parts yang perlu diganti.

  1. Montir Merekomendasikan Spare Part yang Diragukan Kualitasnya

Saat terjadi penggantian parts dalam kendaraan, seringkali spare part yang direkomendasikan oleh montir terdengar asing di telinga kita. Sebagai pengganti spare part original keluaran pabrikan yang seringkali mahal harganya. Tapi, apakah Mas Bro rela kendaraan kesayangan menggunakan spare part yang diragukan merek dan kualitasnya?

Untuk itulah, alangkah baiknya Mas Bro cari tahu lebih awal mengenai spare part apa yang direkomendasikan oleh montir. Selain itu, selalu utamakan menggunakan spare part original keluaran pabrikan, agar kondisi kendaraan jauh lebih baik. Tetapi, jika harus berakhir pada merek aftermarket, selalu gunakan merek yang memang terkenal spesialis dan memiliki kualitas yang setara dengan spare part original, atau yang lebih dikenal dengan istilah OEM (Original Equipment Manufacturer).

SAMPAIKAN KOMENTAR