Wajib Tahu Nih Istilah Mobil Konsep dan Mobil Produksi Massal!
26
Mar
2021
0 Comment Share Likes 247 View

Pernah mendengar istilah mobil konsep dan mobil produksi massal? Bagi pecinta otomotif, kedua istilah itu memang lumrah di telinga dan bahkan tidak aneh. Tetapi bagi orang awam, jelas kedua istilah tersebut cukup jarang didengar di telinga. 

Sebagai pecinta otomotif yang baik, rasanya kalian wajib tahu nih, Bro! Sebab, kalian bisa lebih paham seluk beluk dunia otomotif jika bisa menjabarkan kedua istilah tersebut kepada mereka yang awam. 

Kedua istilah tersebut memiliki pengertian dan tujuan masing-masing. Sebelum mobil menjadi versi produksi massal, sebelumnya mobil tersebut masuk ke dalam istilah mobil konsep. Seperti apa sih penjelasan dari kedua istilah tersebut? Coba baca dulu artikel ini biar paham!

 

Mobil Konsep

Jika mengacu berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mobil konsep ini merupakan mobil yang masih berbentuk rancangan pikiran. Alias, bentuknya masih dipikirkan dan masih bisa berubah kedepannya. Biasanya mobil akan memasuki fase konsep untuk menguji pasar. Dalam fase tersebut dapat dilihat apakah konsumen suka dengan desainnya atau tidak, karena mobil konsep akan dipajang di pameran sebagai gambaran mobil yang akan diluncurkan dengan desain tersebut nantinya.

Ketika suatu mobil masih dalam fase konsep, pihak produsen tidak bisa serta-merta memproduksi seperti desain mobil konsep. Para desainer dan insinyur produsen tersebut masih harus mematangkan konsep kendaraan ini sebelum melanjutkan ke fase prototipe. 

Saat membuat mobil konsep, biasanya desainer juga memikirkan langkah ke depan, apakah mobil tersebut cocok menggunakan desain tersebut atau tidak? Saat menunjukkan mobil konsep ini, produsen otomotif memberikan informasinya masih dalam bentuk cetak biru (blueprint) atau hanya sekadar gambar atau biasa disebut rendering.

 

Fase Prototipe

Setelah melewati masa sebagai mobil konsep, biasanya jika responnya cukup baik akan dilanjutkan ke fase prototipe atau purwarupa. Pihak produsen akan mulai membuat mobil tersebut dengan skala real menggunakan clay atau tanah liat. 

Untuk pembuatannya bisa membutuhkan waktu yang tidak bisa ditebak. Semua tergantung desainer dan insinyur beserta Board of Director (BOD) dari produsen otomotif tersebut. Semua divisi akan mencoba menyampaikan saran dan kritik mengenai desain dari tanah liat tersebut.

Misalnya desain lampunya terlalu kotak, atau bodinya terlalu membulat. Semua hasil tersebut akan direvisi hingga menemukan satu titik kesepakatan antar semua bagian. Jika sudah oke, model yang dibuat dari tanah liat tersebut akan dilanjutkan ke dalam versi real dengan bahan-bahan yang mirip dengan versi produksi.

 

sumber

 

Mobil Produksi Massal

Ketika mobil tersebut sudah dibuat dengan material yang hampir sesungguhnya, tahap selanjutnya adalah memasuki fase produksi massal. Mobil akan diproduksi massal tentunya sudah mengalami berbagai macam revisi dari berbagai insinyur yang berperan dan BOD perusahaan.

 

sumber

 

Mobil produksi massal merupakan mobil yang nantinya akan dijual kepada konsumen, dan pastinya juga sudah lulus dengan berbagai kualifikasi serta indeks penilaian yang ditetapkan. Ketiga fase di atas biasanya terjadi pada mobil-mobil yang ada di pasar otomotif. 

Bahkan kita bisa menebak, umumnya perubahan full major change terjadi antara 4-5 tahun sekali. Sedangkan untuk penyegaran minor change terjadi 2-3 tahun sekali untuk satu model mobil. 

Sebenarnya, kalian bisa menebak kapan waktu dari suatu mobil akan mendapatkan penyegaran. Jika mobil tersebut cukup laris di pasaran, biasanya rentang waktu penyebarannya terjadi di 2 tahun sekali untuk minor change

 

Terkadang, banyak orang mengeluhkan mengenai penyegaran yang dilakukan oleh produsen otomotif. “Yah, modelnya aneh banget nih yang versi facelift” atau “Duh, bagusan yang model v”. Tetapi kita juga harus paham tentang alur pemberian penyegaran. Bahkan, terkadang desainer dan insinyur yang bekerja di pabrik untuk memikirkan minor change bisa tidak tidur berminggu-minggu. 

Sebab mereka harus memikirkan bagaimana cara untuk menyenangkan semua pihak. Untuk memberikan ide desain minor change para desainer ini harus bisa mempertanggung jawabkan desain yang sudah dibuat dengan argumen yang masuk akal kepada jajaran BOD.

Jika dinilai tidak sesuai dengan konsep dan visi-misi perusahaan, maka tim riset dan development harus kembali menyiapkan materi minor change. Ribet? Banget, Bro! Makanya kita juga harus paham betapa sulitnya pekerjaan dari tim riset and development (R&D) dari suatu produsen otomotif.

SAMPAIKAN KOMENTAR