Underpass Terpanjang Di Indonesia Rampung Dibangun
25
Jan
2020
0 Comment Share Likes 1911 View

Tak hanya memiliki Jalan Layang terpanjang, tetapi, Indonesia juga memiliki Underpass terpanjang. Baru baru ini Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja mengumumkan salah satu pengerjaannya dalam membangun infrastruktur yaitu sebuah Underpass.

Underpass yang baru saja dibangun oleh Kementrian PUPR tersebut membentang di New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo. Pengerjaan underpass tersebut telah rampung dikerjakan 100%.

“Underpass NYIA merupakan yang terpanjang di Indonesia dengan bentang 1,3 kilometer,” tulis kementerian di situs resminya.

Jadwal peresmiannya belum diketahui. Namun, uji coba bakal dilakukan pada Jumat (24/01/2020).

Underpass NYIA sebelumnya sudah dioperasikan sebagai jalur fungsional sejak masa libur Natal dan tahun baru 2020. Pembangunannya dimulai pada November 2018 oleh kontraktor PT.Wijaya Karya – MCM KSO.

Biaya konstruksinya mencapai Rp 293 miliar. Dana tersebut bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) / Sukuk Negara Tahun Anggaran 2018-2019.

Underpass NYIA akan menjadi Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa terbaru yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta. Pasalnya, Jalur Pansela Jawa yang lama terpotong oleh pembangunan Bandara Kulon Progo.

Jalurnya sendiri terdiri dari terowongan (slab tertutup) sepanjang 1.095 meter serta jalan pendekat arah timur dan barat masing-masing sepanjang 110 meter dan 100 meter. Underpass memiliki lebar 7,85 meter, clearance atas 5,2 meter, dan clearance samping 18,4 meter.

Di dalamnya terdapat sistem audio untuk menyampaikan pesan-pesan pentingnya keselamatan berkendara selama berada di dalam underpass.

Untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan, konstruksinya dilengkapi dengan rumah pompa dan dilapisi waterstop yang terbuat dari karet untuk beton dinding dan lantainya. Di samping itu, untuk menambah nilai estetika pada konstruksi terowongan dihiasi ornamen khas Yogyakarta seperti Tari Jathilan, Tari Angguk Putri, Kalamakara dan Setilir Gebleg Renteng.

Selain menghubungkan Purwokerto dengan Yogyakarta melalui Pansela, underpass NYIA diharapkan dapat memperlancar arus lalu lintas warga Kulon Progo dan sekitarnya sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kulon Progo. Beroperasinya underpass NYIA juga mendukung Jalur Pansela sebagai alternatif Jalur Pantura yang telah padat lalu lintasnya dan menjadi jalur wisata.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR