Touge Battle - Dari Rute Komersial Hingga Ajang Balap Bergengsi
09
Feb
2021
0 Comment Share Likes 218 View

Jepang memiliki cara tersendiri untuk memberikan warna atau tren baru ke seluruh dunia, khususnya pada dunia motorsport, selain karena banyak pabrikan asal Jepang yang memiliki banyak penggemar, Jepang juga memberikan sumbangsih berupa model-model modifikasi serta ajang-ajang motorsport yang saat ini digeluti oleh para penggemar otomotif dunia.

Sebut saja model-model modifikasi seperti JDM Style dan Bosozoku Style yang diadaptasi dari Jepang dan saat ini menjadi populer di dunia, bahkan di Indonesia. Selain itu, dalam motorsport, Jepang memberikan sumbangsih seperti ajang motorsport Drifting yang kini juga semakin marak dan berkembang setiap harinya. Di artikel kali ini, Intersport akan membahas salah satu kultur balap di Jepang, yaitu Touge Battle. Ajang balap ini pula yang menginspirasi Subronto Laras untuk memodifikasi Honda S2000 yang tayang di Driven by Passion eps. 5 miliknya. Apakah Pria Intersport pernah mendengar Touge Battle sebelumnya?

 

Balapan di Pegunungan

Ajang Touge Battle merupakan ajang motorsport yang dilakukan pada salah satu gunung di Jepang dengan memacu mobil-mobil para peserta untuk dapat menyelesaikan rute balap dengan berpacu melawan mobil lain ataupun dengan waktu (Time Attack). Touge atau Tōge, memiliki arti dalam bahasa Indonesia "Lewat" rute balap yang merupakan jalan pegunungan ini memiliki berbagai tikungan “S” yang jika dilewati dengan berkendara normal (santai akan sangat menyenangkan. Namun jika harus berpacu dan melakukan aksi balap di jalanan ini, tentunya akan menjadi tantangan ekstrim tersendiri bagi para pengemudi.

 

sumber

 

The New Japanese Automotive Culture

Pada awalnya rute yang digunakan untuk Touge Battle ini dibuat untuk memudahkan akses perpindahan kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Namun seiring berjalannya waktu para komunitas otomotif di Jepang melihat bahwa jalur ini memiliki potensi yang luar biasa jika dapat dijadikan sebagai trek balap. Sehingga pada akhirnya jalur tersebut kerap kali digunakan untuk drifting, balap, dan tidak lupa car meet. Jalur ini juga dapat disebut sebagai salah satu bagian dari beragam kultur otomotif Jepang.

 

sumber

 

Seperti yang telah disebutkan diatas, Touge Battle merupakan ajang balapan yang diharuskan untuk dapat menyelesaikan jalur balap dengan waktu secepat-cepatnya. Ajang ini juga memiliki dua cara untuk dapat menyelesaikan ajang balap, mulai dari balapan dengan mobil lain, hingga berbalapan dengan waktu.

 

Para Peserta Balap & Peraturannya

Balapan ini memiliki 2 klasifikasi kendaran yang diantaranya adalah street race & profesional yang dapat dilihat perbedaannya dari spesifikasi mesin yang dibawa pada tiap-tiap mobil yang digunakan. Spesifikasi yang dipertarungkan memiliki ragam spesifikasi, mulai dari Bantam (kendaraan dibawah 1300cc), Economy (1-1550cc), Regular (1551-1950cc), Premium (1951-2950cc, Honda B16, B18 B20), Turbo+ (2451cc- 3750cc) hingga Prestige (>3751cc), serta Electric Vehicles (dengan perizinan dari penyelenggara).

Pengklasifikasian tersebut dilakukan oleh para official balap yang mengecek asal-usul dari mobil yang akan berlomba dan memastikan bahwa mobil tersebut masuk ke kategori yang tepat untuk perlombaan. Para peserta akan diberikan kesempatan latihan di pagi hari melakukan sesi kualifikasi yang ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada para pembalap untuk membiasakan diri dengan jalur balap dan kondisi trek yang akan dilalui.

Berbeda dengan ajang balap lain dimana urutan kualifikasi yang biasanya selalu menempatkan para pemilik waktu kualifikasi tercepat akan berhadapan dengan pemegang waktu tercepat lainnya, pada Touge Battle pembalap dengan urutan waktu tercepat akan dihadapkan dengan pembalap yang memiliki waktu paling lambat selama kualifikasi. Gaya pertandingan ini dianggap dapat memberi penghargaan kepada pengemudi yang lebih cepat dan memberi mereka kesempatan yang lebih baik untuk menjadi pemenang keseluruhan di kelas mereka. 

Format ini juga menghilangkan keinginan untuk sandbagging atau sengaja menurunkan performanya. Pada dasarnya semakin lambat catatan waktu saat kualifikasi,  maka semakin cepat lawan Anda. Sehingga setiap pembalap akan memiliki kesempatan untuk memimpin dan mengejar. 

Dalam tahapan pertempuran, pengemudi utama dilepaskan dan kemudian pengemudi pengejar dilepaskan setelah 4 detik. Untuk memenangkan pertandingan, pengemudi utama harus memperpanjang jarak menjadi 4,05 detik atau pengemudi pengejar harus menutup jarak menjadi 3,95 detik.

 

sumber

 

Dari perbedaan waktu 0,05 detik inilah yang diperlukan untuk menentukan menang atau kalahnya si pembalap. Lalu para pembalap diharuskan bertukar posisi untuk putaran kedua. Jika kedua pembalap masing-masing memenangkan satu putaran, maka akan dilangsungkan putaran ketiga untuk mendapatkan keputusan akhir siapakah pemenang pada battle tersebut. 

 

Pertaruhan Reputasi Bengkel

Touge Battle merupakan salah satu ajang bergengsi karena menggunakan sistem knockout dimana pembalap yang sudah kalah tidak dapat melakukan race kembali, sampai dimana tersisa 2 pembalap terakhir untuk menentukan pemenang pada kelasnya. Pada balapan Touge ini para pembalap tidak diperkenankan untuk menyalip sang pengemudi utama walaupun memungkinkan.

Jika pembalap pengejar tidak sengaja menyalip pengemudi utama dan mengakibatkan sang pengemudi utama mengalami atau terindikasi kecelakaan, maka petugas official balap akan mendiskualifikasi pengemudi yang melakukan manuver menyalip. Balap ini menggunakan sistem poin yang akan didapatkan pada para pemenang battle dengan masing-masing 5 poin yang diberikan kepada urutan 5 teratas per kategori. Melalui sistem poin juga menentukan pemenang keseluruhan per kelas. Jika pembalap bergabung dengan kelas yang berbeda dalam balapan lain, pembalap akan diberikan poin hanya untuk kelas yang mereka ikuti.

SAMPAIKAN KOMENTAR