Tips Modifikasi Kaki-kaki Proper Car, Jangan Asal Pendek
24
Sep
2020
0 Comment Share Likes 473 View

Dalam konsep modifikasi proper car setiap ubahan yang dilakukan idealnya selalu menjaga fungsi, estetika, dan yang terpenting adalah keselamatan berkendara. Pedoman ini tentunya juga berlaku ketika Pria Intersport hendak melakukan perubahan di sektor kaki-kaki.

Membuat ground clearance mobil lebih pendek alias ceper boleh-boleh saja. Tapi disarankan melakukannya dengan cara yang benar.

Modifikasi seperti ini memang bukan lagi hal baru. Biasanya alasan terbesar pemilik mobil melakukannya adalah untuk mengejar tampilan yang sporty. Keuntungan lain yang juga bisa didapat adalah meningkatnya kestabilan mobil saat dikendarai. Hal ini dikarenakan center of gravity kendaraan yang ikut menjadi lebih rendah.

Namun dengan catatan modifikasi dilakukan dengan cara yang tepat. Lantas bagaimana semua itu bisa dilakukan?

“Pertama sebaiknya pemilik menentukan dulu tujuan dari modifikasinya. Karena modif kaki-kaki untuk mobil harian, show, atau balap itu berbeda. Komponen-komponen yang dipakai juga akan berbeda nantinya,” jelas Bramantia Tamtama, modifikator dari CVAN Auto Parts.

Lebih lanjut dirinya menekankan walau tujuan modifikasinya berbeda-beda, namun semuanya tetap harus mengutamakan faktor keselamatan. “Mau apapun tujuannya jangan sampai bikin mobil jadi bahaya pas dipakai,” sambungnya.

Contoh ubahan yang sebaiknya dihindari adalah melakukan pemotongan per. Langkah ini memiliki sejumlah risiko. Selain bisa merusak shockbreaker, efek sampingnya adalah handling mobil yang sulit dikendalikan.

“Karena kalau per pendek dan shock-nya masih panjang, rebound-nya bikin shock kerja lebih keras. Yang ada nanti shock-nya jebol,” jelas Bramantia. Risiko yang lebih besar dari pemotongan per tersebut adalah sulitnya memperhitungkan respon dari kaki-kaki mobil di kondisi jalan tertentu.

Misalnya pada jalanan yang bergelombang. Karena per sudah dipotong maka bantingannya akan lebih keras. Bisa-bisa mobil terpental ke berbagai arah saat melintasinya. Situasi akan menjadi lebih berbahaya saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.

Kalau sudah begini tentunya modifikasi yang dilakukan tak bisa lagi dibilang proper karena mempertaruhkan keselamatan. Padahal ada cara lain yang lebih ideal untuk melakukannya.

Modifikasi Kaki-kaki Mobil Harian

                                                         

Sumber gambar (Fabian Albert/Unsplash)

Selain soal keselamatan, faktor lain yang juga harus diperhatikan untuk modifikasi kaki-kaki mobil harian adalah terkait kenyamanan berkendara. Jangan sampai mobil kesayangan justru nyiksa atau merepotkan diri sendiri saat dipakai beraktivitas.

Langkah yang bisa dilakukan untuk modifikasi kaki-kaki mobil harian adalah dengan menggunakan lowering kit.

Lowering kit itu adalah per yang dirancang oleh pabrikan aftermarket dengan spesifikasi yang sudah disesuaikan model mobil tertentu. Contohnya yang beredar di pasaran itu Tein atau Eibach. Jadi untuk diameter atau dudukannya itu sudah disesuaikan,” jelasnya. Pilihan ini jelas lebih lebih aman dibanding melakukan pemotongan per karena ada perhitungannya.

Untuk diketahui, saat membeli lowering kit maka kita hanya akan mendapat per untuk masing-masing roda. Penggantian tabung shockbreaker bisa dilakukan jika dirasa perlu. Namun Bramantia menambahkan penggunaan shockbreaker standar dengan lowering kit juga relatif masih aman.

“Kalau untuk shock-nya cari yang dudukannya sama tapi lebih pendek. Walau sebenarnya pakai shock standar juga masih aman karena turunnya paling banyak sekitar lima sentimeter. Tapi rata-rata antara dua sampai tiga sentimeter. Karena pabrikan aftermarket masih memikirkan kenyamanannya,” katanya.

Bicara biaya, dana yang perlu dikeluarkan untuk mendapatkan satu set lower kit mulai dari tiga juta hingga lima juta rupiah. Jika dana tersebut dirasa masih terlalu besar maka pilihan yang bisa diambil adalah menggunakan komponen subtitusi dari mobil lain.

Jadi, Pria Intersport bisa mencari per OEM (Original Equipment Manufacturer) atau asli bawaan  mobil lain, namun yang ukuranya lebih pendek. Pastikan saja diameter dan dudukannya sesuai dengan mobil yang ingin didandani.

Dana yang perlu disiapkan untuk opsi ini lebih murah, biasanya hanya sekitar 2 jutaan sudah termasuk jasa pemasangan. Dengan asumsi komponen yang didapat adalah barang tangan kedua. Untuk hasilnya body mobil bisa turun antara satu hingga dua sentimeter.

Modifikasi Kaki-kaki Mobil Pameran

                                                               

Sumber gambar (Gábor Szűts/Unsplash) 

Banyak pemilik mobil yang sangat total dalam melakukan modifikasi kendaraannya. Hasil modifikasinya pun tak hanya dinikmati sendiri, melainkan juga ditampilkan dalam pameran-pameran. Untuk tujuan seperti ini tampilan mobil yang ceper dengan skala ekstrem memang lebih menarik.

Namun dengan kondisi mobil seperti itu tentu akan sulit mengendarainya di jalan raya. Apa boleh buat, mobil harus naik towing setiap menuju tempat pameran. Namun di luar pilihan itu, sebenarnya ada cara lain yang membuat mobil masih enak untuk dikendarai.

Penggunaan air suspension bisa menjadi jawabannya. Tinggal tekan tombol maka tinggi rendah mobil bisa disesuaikan. “Kalau untuk show pakai air suspension lebih enak. Mobil masih bisa dipakai jalan dengan ketinggian yang aman. Sampai di tempat pameran baru diamblesin,” tutur Bramantia.

Bicara mengenai air suspension, beberapa model mobil telah dilengkapi komponen ini begitu keluar dari pabrik. Biasanya mobil-mobil tersebut datang dari brand mewah. Namun banyak juga beredar air suspension aftermarket untuk mobil-mobil yang belum memilikinya. Biaya yang harus dikeluarkan mulai dari 18 juta hingga 30 juta.

Namun perlu ditekankan bahwa penggunaan air suspension lebih cocok untuk fashion mobil saja. Karena balon yang terdapat pada air suspension memiliki kemungkinan mengalami bocor jika digunakan intensif sehari-hari.

Modifikasi Mobil Kompetisi

                                                

Sumber gambar (Arthur Poulin/Unsplash)

Kemudian untuk mobil yang dibangun dengan tujuan balap, modifikasi kaki-kaki sudah sepatutnya menggunakan coilover. Keuntungannya, coilover memungkinkan kita melakukan pengaturan suspensi sesuai kebutuhan lintasan atau balap yang akan dihadapi.

Coilover itu sudah langsung per dan shock-nya. Tinggi atau rendahnya bisa di-adjust,” jelas Bramantia. Bedanya dengan air suspension, untuk mengatur tinggi rendah mobil yang menggunakan coilover maka kita harus mendongkraknya terlebih dahulu.

Penggunaan coilover memang benar-benar cocok bagi mereka yang melakukan modifikasi dengan orientasi performa. Karena bukan hanya ketinggian mobil saja yang bisa diatur. Tapi biasanya coilover juga disertai fitur untuk mengatur rebound dari suspensi.

Harga coilover di pasaran cukup beragam. Untuk produk aftermarket dari brand lokal harganya antara 5 juta hingga 10 juta rupiah. Sedangkan untuk produk dari brand luar harganya mulai 10 juta hingga 30 juta.

“Contohnya coilover merek Tein untuk Honda Jazz itu sekitar 21 juta. Malah sekarang yang dipakai balap Brio atau Jazz bisa sampai 30 jutaan dari merek Aragosta,” tugas Bramantia.

Dari semua alternatif modifikasi kaki-kaki mobil tersebut Pria Intersport tinggal pilih opsi apa yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kantong. Intinya, pastikan modifikasi yang dilakukan tidak melupakan fungsi dan keselamatan berkendara.

SAMPAIKAN KOMENTAR