Tips dan Trik Fitment Pada Velg dan Ban Mobil Lo
09
Nov
2020
0 Comment Share Likes 232 View

Pemilik mobil biasanya memulai rentetan modifikasi pada tunggangannya dengan mengganti velg dan ban pada mobil miliknya. Penggantian pada bagian velg dan ban juga yang biasanya mengawali para calon modifikator untuk memilih aliran modifikasi yang mereka pilih.

Variasi aliran fitment dan modifikasi yang dapat dipilih menjadi keunikan tersendiri bagi tiap individu yang memutuskan untuk memodifikasi mobilnya. Untuk teknik fitment sendiri, ada dua aliran yang paling digemari oleh berbagai modifikator di Indonesia. Dua aliran tersebut ialah Stretch Out dan Meaty fitment.

Model fitment Stretch Out dan Meaty Fitment merupakan dua teknik pemasangan ban dan velg yang paling populer dalam dunia modifikasi. Teknik ini pula yang kiranya dapat menjadi indikator aliran modifikasi kendaraan secara keseluruhan.

Di mana dari masing-masing fitment tersebut dapat merepresentasikan gaya atau aliran modifikasi tertentu. Namun sebelum masuk ke pembahasan mendalam seputar kedua aliran fitment tersebut, ada baiknya kita mengetahui beberapa tips dalam pemasangan velg pada mobil kita. Agar modifikasi tidak hanya sekedar untuk tampilan semata, tapi juga untuk tetap dapat mengendarai mobil modifikasi kalian dengan proper dan aman.

 

Maximum Load

Setiap velg memiliki batas maksimum beban (Load Maximum) yang diperuntukkan sebagai rekomendasi pabrikan ban, atas batas beban yang mampu ditampung. Biasanya rekomendasi maksimum beban pada ban dibuat agar dapat membedakan ban dengan ukuran yang sama, namun memiliki kekuatan konstruksi pada bagian internal ban. Selain itu, hal tersebut juga menjadi batasan kekuatan ban untuk menerima tekanan angin.

 

Diameter Velg

Sebisa mungkin jangan mengganti velg dengan diameter terlalu besar, idealnya, ukuran maksimum mengganti ukuran velg adalah 2 step atau dua inch lebih besar dari velg standar. Dikarenakan penggantian velg dengan diameter lebih besar akan membuat kendaraan lebih tinggi dan dapat menyebabkan bagian luar ban berhimpitan dengan fender/spakbor.

Selain itu, mengganti ukuran velg dengan ukuran di luar batas yang direkomendasikan dapat menimbulkan kesalahan pembacaan pada speedometer, hal tersebut dapat mengurangi sisi kemanan pada mobil, serta memberikan kinerja berlebih pada bagian suspensi yang menyebabkan berkurangnya kenyamanan saat sedang berkendara.

 

Pitch Circle Diameter

Selanjutnya, perhatikan spesikasi baut yang diperlukan untuk velg bersangkutan. Ada mobil menggunakan velg dengan konfigurasi empat baut, ada juga yang menggunakan konfigurasi lima baut. Ukuran baut ini biasanya dikenal dengan istilah PCD (Pitch Circle Diameter) yang mempunyai arti jarak lubang baut pada velg. PCD biasanya tertulis 4×100, 4×114,3, 5×114,3, atau 5×112. Angka “4” atau “5” berarti jumlah lubang baut, sementara angka “100”, “114,3, atau “112” menunjukkan jarak diameter antar baut dengan satuan milimeter (mm).

 

Bobot Velg

Berat atau ringan sebuah velg tidak menentukan produk tersebut baik atau tidak karena pabrikan sudah menghitung keseimbangan tiap fungsi di dalam mobil, termasuk velg. Memang benar bahwa velg dengan bobot ringan dapat memberikan sensasi naiknya performa kendaraan dikarenakan bobot keseluruhan mobil juga ikut berkurang.

Namun ada baiknya kalian memperhatikan kembali bahan baku yang digunakan pada pembuatan velg yang nantinya akan kalian pinang. Bobot velg yang berat belum tentu lebih buruk, dan bobot velg yang ringan pun belum tentu lebih baik.

 

Cek Kondisi Velg

Untuk tips kali ini, biasanya akan digunakan saat kalian hendak membeli velg dalam kedaan second atau bekas, jika memilih velg mobil dengan cat ber-finishing polish, perhatikan di bagian ujung pertemuan antara cat dan polish. Jika ada garis halus putih, berarti sudah ada bagian cat yang terkelupas. Bila tetap berminat pada velg tersebut, ada baiknya kalian meminta nego harga kembali pada penjual.

Selanjutnya, jika sudah puas dengan tampilan velg-nya kalian juga hendak mengetahui kualitas velg. Dalam memilih velg mobil bisa diuji dengan cara menggantungnya dengan karet dan memukulnya dengan obeng untuk mengetahui bunyi (dengung). Velg yang bagus memiliki bunyi halus tapi bertahan lama, sedangkan velg dengan material dan pemrosesan yang buruk akan berbunyi keras tapi dengungnya sangat singkat.”

Setelah mengetahui beberapa tips untuk memilih velg yang tepat untuk mobil kalian, sekarang waktunya untuk memilih aliran fitment yang tepat untuk mobil kalian.

Dari kedua fitment yang telah disebutkan di atas keduanya memuat perbedaan yang cukup signifikan.

Teknik Stretch Out


 
Sumber: vadriven

 

Kita mulai dari teknik Stretch Out. Teknik ini biasanya mengaplikasikan ban ukuran kecil ke velg dengan ukuran yang lebih besar. Stretch Out atau biasa dikenal dengan istilah “narik ban” sudah populer sejak awal tahun 2000an silam, saat dimana aliran modifikasi Hellaflush mulai memiliki banyak penggemar dan menjadi komoditas besar di kalangan modifikator.

Biasanya pada teknik ini membutuhkan tekanan ban yang cukup tinggi agar dapat menarik bibir ban untuk dapat bertemu dengan bibir velg, berdasarkan dengan tips yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Ada baiknya kalian memilih ban dengan Maximum Load yang tinggi, agar dapat menerapkan Fitment Stretch Out tanpa harus khawatir dengan ban yang tidak akan sanggup menopang beban yang berlebih. Belum lagi biasanya teknik ini sering dipadukan juga dengan teknik camber negatif.

Teknik ini pastinya mempengaruhi kenyamanan mengemudi karena kondisi ban mengeras. Karena teknik tarik ban yang dimunculkan harus memaksimalkan tekanan angin agar ban terpasang sempurna di velg lebar.

Dikutip dari NMAA.co.id, dijelaskan contoh pengaplikasian Stretch Out fitment dengan menggunakan velg ring 16/17 inci dengan lebar 8 inci untuk bagian depan dan 9 untuk bagian belakang. Ukuran ban 195 ini bisa diterapkan. Sedangkan velg berdiameter 18 inci, dapat dijahit apik dengan ban berukuran 205. Kualitas ban jadi poin penting juga saat menerapkan konsep Stretched out. Sedangkan untuk city car, velg yang biasa digunakan adalah ring berukuran 17/18 205/30.

 

Meaty Fitment

 

Sumber: flickriver

 

Untuk teknik Meaty Fitment biasanya akan menggunakan ukuran ban dan velg yang senada. Teknik ini biasa digunakan untuk menambah traksi serta grip pada ban kendaraan untuk kebutuhan handling kendaraan yang lebih baik.

Teknik ini diadaptasi dari berbagai ajang motorsport, yang membutuhkan kontrol total terhadap mobilnya pada saat berpacu di kecepatan tinggi. Pengaplikasian teknik ini juga merupakan teknik yang paling cocok untuk digunakan bermanuver di jalan raya.

Ukuran ban dan velg yang proporsional dengan kebutuhan mobil juga menjaga kenyamanan serta keamanan pada mobil yang memutuskan untuk mengimplementasikan teknik ini pada mobilnya.

Tongkrongan atau tampilan pada mobil yang menggunakan teknik Meaty Fitment biasanya akan terlihat lebih gambot (besar) dari ukuran standar-nya. Sehingga fitment model ini akan serasi jika dipadukan dengan suspensi yang baik serta body kit yang besar untuk mendapatkan kesan padat dan berisi.

 

Kesimpulan

Setiap modifikator berhak menunjukkan selera mereka masing-masing dalam memodifikasi tunggangannya. Entah menggunakan Meaty Fitment maupun Stretch Out, semuanya kembali kepada selera modifikator masing-masing.

Hal yang paling penting adalah tetap mempertimbangkan setiap bentuk ubahan yang dilakukan pada mobilnya agar tetap mengutamakan faktor keamanan saat berkendara dan bikin mobil lo tetap jadi proper car, Bro.

SAMPAIKAN KOMENTAR