Tertarik Mencoba Drifting? Ketahui Dahulu Modifikasi dan Triknya
07
Dec
2020
0 Comment Share Likes 103 View

Apakah kalian termasuk car enthusiast penggemar kompetisi drifting dan ingin mencoba merasakan bagaimana sensasi drifting? Jika iya, sebaiknya memahami terlebih dahulu apa itu drifting dan selanjutnya tahapan apa saja yang bisa dilakukan saat memodifikasi mobil yang  sesuai dengan kebutuhan untuk drifting.

Drift atau sering dikaitkan dari singkatan Drive Rightly in False Turn merupakan teknik menyetir di mana pengemudi membiarkan mobil oversteer pada tikungan dan berusaha agar tetap dalam posisi miring dengan keadaan meluncur selama mungkin. Sederhananya, drift ini disebut dengan “ngepot” atau mengendarai mobil di tikungan dengan kecepatan tinggi.

Lalu apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan drift? Untuk pemula yang ingin belajar drift lebih dalam tentunya membutuhkan mobil yang mumpuni. Modifikasi yang dilakukan tidak bisa sembarangan. Nah, makanya kali ini kita akan bahas mengenai modifikasi untuk mobil standar yang ingin diubah menjadi drift car

 

Yang Harus Disiapkan Untuk Drifting

Untuk kalian yang benar-benar tertarik untuk mengikuti drift ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, diantaranya adalah:

  • Menyiapkan Fisik dan Mental

Sebelum mempersiapkan mobil, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah kondisi fisik dan mental. Pastikan Pria Intersport berada dalam kondisi fit dan mental untuk fokus serta tenang saat akan melakukan drifting.

  • Pilihan Mobil 

Untuk mobil standar yang ingin dimodifikasi menjadi mobil drift, sebaiknya menggunakan mobil berjenis sedan yang menggunakan penggerak roda belakang (RWD) dengan transmisi manual. Hindari penggunaan mobil dengan penggerak roda depan (FWD), karena bagi profesional sekalipun, drifting dengan mobil penggerak depan butuh teknik dan juga jam terbang yang lebih banyak.

Sedan dipilih karena memiliki ground clearance yang rendah, sehingga tidak mudah terbalik atau terpelanting saat drifting. Sedangkan transmisi manual karena drifting membutuhkan lonjakan tenaga yang drastis  atau perpindahan gigi yang cepat.

 

sumber: speedhunters.com

 

Mobil-mobil yang sering digunakan sebagai bahan modifikasi pun tergantung pada budget yang dimiliki. Bila dana yang bisa dikeluarkan cukup terbatas, Toyota Corolla DX, BMW E30, Toyota Cressida, Nissan Cefiro atau BMW E36 bisa menjadi pilihan yang tepat. Sementara untuk kalian yang memiliki dana lebih dalam untuk memodifikasi mobil dapat memilih mobil-mobil baru seperti mulai dari Toyota 86, Honda S2000 atau BMW Seri M yang memang sudah memiliki mesin yang bertenaga.

  • Gunakan Mesin yang Powerfull

Pada umumnya, para drifter akan melakukan swap engine pada mobil standarnya dengan mesin yang lebih besar, atau meminta mekanik untuk modifikasi mesin standar menjadi lebih bertenaga.

Mesin-mesin yang biasa digunakan untuk swap engine adalah 1JZ atau 2JZ dari Toyota Supra, mesin RB25 atau RB26 dari Nissan Skyline, mesin SR20 dari Nissan Silvia, mesin 1UZ 8 silinder milik Toyota Soarer ataupun mesin LS milik Chevrolet. Jika kalian ingin menggunakan BMW, mesin yang biasa digunakan pun adalah varian M20B25 atau M50/52B25. Mesin lain untuk model Toyota, khususnya DX, mesin seri K ini kebanyakan sudah di swap dengan 4AGE.

 

sumber: autospruce.com

 

Pilihan mesin tergantung dengan mobil yang digunakan, misalnya mesin Supra memiliki horse power yang besar sedangkan penggunaan mesin V8 memiliki torsi yang besar.

Untuk tenaga mesin, mobil drift idealnya harus bisa menghasilkan tenaga hingga 400-500 HP. Modifikasi mesin yang dilakukan pun beragam, seperti ganti turbo, piston, stang piston, injector, engine management, hingga meningkatkan boost turbo. Terkadang penggunaan nitrous pun juga menjadi opsi untuk mengejar putaran mesin di bawah, hal ini biasa digunakan ketika sedang berlatih drifting.

  • Ubahan di Sektor Kaki-Kaki

Untuk membuat sebuah mobil drift diperlukan kaki-kaki yang kuat. Hal ini berguna agar mobil drift dapat melibas tiap tikungan dengan sempurna. Karena itu, kaki-kaki standar mobil bawaan dipastikan perlu diganti total. Bagian kaki-kaki yang wajib dipasang untuk menggantikan bawaan pabrik antara lain seperti suspensi coilover, adjustable arm, maupun limited slip differential (LSD).

 

sumber: carthrottle.com

 

Tidak kalah pentingnya juga mengganti velg dan ban, knuckle, tie rod, hingga lower arm juga harus dimodifikasi agar mobil dapat  berbelok lebih banyak hingga mencapai 60 derajat. 

Sistem pengereman mobil drift juga berbeda, khususnya pada bagian rem belakang. Kaliper rem tangan dan rem belakang dimodifikasi terpisah. Tujuannya agar kedua fungsi rem dapat bekerja sesuai tugas masing-masing dan tidak mengganggu satu sama lain.

Setup kaki-kaki pun penting bagi mobil drift, untuk sebuah mobil drifting angle juga caster harus banyak dan itu memang harus dimodifikasi antara mobil biasa sama mobil drifting. Dengan konfigurasi seperti itu saat mobil mencapai kemiringan tertentu tidak akan menyebabkan mobil berbalik arah. Saat sliding mobil akan melaju ke arah yang depan tanpa membuat mobil memutar dan berbalik arah sehingga menghentikan drift.

Dikarenakan drift pada dasarnya adalah teknik mengendalikan mobil, bagian kaki-kaki lain yang tak kalah penting untuk disesuaikan adalah ban. Ukuran ban sebaiknya disesuaikan dengan tenaga mesin. Semakin kuat tenaga mobil dianjurkan menggunakan ban berukuran besar.

Ambil contoh mobil dengan tenaga besar pakai ukuran velg 18 inch dan ukuran ban 265, sedangkan mobil tenaga kecil menggunakan velg ukuran 15 inch dengan lebar 195 sudah cukup. Jadi yang harus diperhatikan itu di ukuran ban, bukan keras atau lunaknya ban yang digunakan.

  • Pemilihan dan Penggunaan Ban

Jika kita melihat para drifter yang berlaga di arena drifting, pasti akan muncul dalam pikiran kita, bagaimana bisa mereka melakukan aksi yang sangat hebat tersebut dengan sebuah mobil drift yang mereka gunakan. Saat melakukan drifting, mobil memang sengaja dibuat oversteer yang membuat bagian belakang akan terlempar berlawanan arah saat mobil berbelok. 

Di saat itulah stir harus menyesuaikan. Bukan menyesuaikan dengan arah mobil yang terlempar, namun justru harus countersteer alias membelokkan stir ke arah berlawanan untuk menyesuaikan atau mengikuti arah bagian belakang mobil itu terbuang.

Nah, di saat yang bersamaan throttle gas dibuka, mobil diatur agar dapat bergerak maju walaupun sebenarnya ban belakang kehilangan grip. Setir pun diatur menyesuaikan ke arah mana mobil akan berjalan. Semua gerak kerja ban dalam kegiatan itu menuntut grip ban yang baik. Saat throttle dibuka ban mobil bagian belakang yang minim grip tidak akan membuat mobil berjalan maju, bahkan bagian belakang mobil akan terus terbuang dan akhirnya mobil akan berputar-putar. 

Begitu pula dengan ban depan yang tidak ada grip juga tidak akan membantu mobil berjalan kearah yang benar. Itulah kenapa para drifter sebelum start sering melakukan burn out agar suhu ban dapat mencapai titik tertentu sehingga mendapat grip yang baik. Dengan harapan ban yang digunakan bisa menghasilkan gesekan panas antara ban dan aspal.

Dalam dunia drifting, sebenarnya tidak ada spesifikasi khusus ban seperti apa yang harus digunakan. Akan tetapi, kalian perlu ingat ban yang digunakan untuk drifting wajib memiliki traksi atau punya daya cengkram yang baik ke aspal. 

Ini akan menghasilkan daya cengkram yang lebih maksimal. Kondisi ini sangat penting untuk menghindari mobil kehilangan kontrol ketika melakukan drifting. Karakter utama ban yang cocok untuk digunakan drifting adalah memiliki traksi yang mumpuni dan juga long last. Hal ini cukup penting, mengingat kualitas ban yang buruk bisa menyebabkan tragedi ban pecah saat melakukan aksi drift, yang bisa berakibat fatal pada drifter ini sendiri.

Dalam artian, karakter ban harus memiliki daya cengkraman yang kuat ke aspal. Traksi merupakan hal yang paling penting dalam drifting. Kalau power mobil besar tapi tidak ada traksi tentu saja menjadi percuma.

 

 

Kemampuan ban untuk drifting memang sangat vital karena bukan sekedar untuk membuat kendaraan ini bisa sliding dengan baik, tapi ban harus mampu memberikan grip yang bagus dan harus dapat bertahan lama. Sebenarnya ada banyak pilihan ban untuk drifting, dari yang mahal hingga yang lumayan murah, mulai dari yang produk lokal hingga luar negeri.

Ada beberapa varian ban dari berbagai merk yang ada di Indonesia yang memiliki karakter High-Performance dan ban berjenis ini biasanya memiliki performa terbaik ketika digunakan pada iklim tropis di Indonesia. Dalam penggunaanya di jalan, ban ini memberikan respon yang baik di kelasnya, cengkeraman dan traksi yang dihasilkan berlevel tinggi, serta stabilitas berkecepatan tinggi yang istimewa. Namun biasanya ban dengan jenis High-Performance dapat digunakan dengan maksimal pada saat suhu ban tinggi dan saat keadaan hujan ban ini tetap bisa menghasilkan traksi yang optimal.


Tidak hanya ban jenis High-Performance, ban dengan karakter Ultra-High Performance menjadi salah satu pilihan yang bisa digunakan dalam melakukan drifting. Ban dengan jenis ini biasa digunakan oleh para drifter dan pengemudi pun bisa dapat merasakan sensitivitas secara keseluruhan di balik kemudi, terutama saat melakukan drifting.

 

sumber: drifted.com

 

Daya cengkram dan traksi yang luar biasa, menjadi kelebihan dari ban jenis Ultra-High Performance terutama dalam hal kontrol handling yang presisi. Ban jenis ini biasanya dapat lebih stabil menyimpan suhu panas ketika digunakan untuk drifting

Selain itu, untuk mencapai traksi maksimal mobil drift pun biasa menggunakan ban yang berjenis Semi Slick, ban dengan karakter Semi Slick biasa dijumpai juga dari pabrikan ban lokal di Indonesia. Jika mobil drift menggunakan ban berjenis Semi Slick biasanya daya cengkram yang dihasilkan dapat lebih maksimal tanpa harus effort lebih dalam melakukan burn out agar suhu ban dapat mencapai titik tertentu dengan harapan mendapat grip yang baik.

Namun biasanya saat keadaan hujan ban berjenis Semi Slick tidak disarankan untuk  digunakan. Karena bisa membuat pengendalian mobil saat melakukan drift menjadi kurang maksimal. Hal ini dikarenakan, ulir kembangan pada ban sangat dibutuhkan ketika kendaraan melaju di tengah genangan air hujan. Fungsi ulir kembangan tak lain memecah genangan air dan memaksimalkan traksi ban ke jalan.

Ban Semi Slick memiliki ulir kembangannya yang tidak banyak, hal ini akan membuat proses pemecahan genangan air di jalan menjadi tidak maksimal. Biasanya sisi bagian yang tidak memiliki kembangan tidak memiliki traksi maksimal dan cenderung licin.

Pemilihan ukuran ban juga harus disesuaikan dengan karakter mobil tersebut, dalam artian pengaruh ukuran pan disesuaikan dengan power dari mobil drift yang digunakan. Semakin besar power mobil drift semakin besar juga ukuran ban yang digunakan. 

  • Sisi Keamanan Pada Mobil Drift

Tentu di setiap balapan dan kompetisi selalu ada resikonya, salah satunya kecelakaan. Karena itu, mobil drift juga mesti memiliki sistem keamanan yang melindungi keselamatan pengemudinya. Jok bagian pengemudi biasanya diganti dengan model bucket seat. Biasanya bucket seat terbuat dari bahan fiberglass atau serat karbon dengan bobot 4 hingga 8 kilogram.

Jok ini dibuat lebih rigid dan memang sedikit kurang nyaman atau empuk ketika digunakan, akan tetapi memang dirancang agar badan terkunci sehingga menambah tingkat keamanan dan keselamatan bagi pengemudi. Untuk menambah keamanan, bucket seat ini dipadukan dengan sabuk pengaman lima titik.

Roll bar juga wajib terpasang. Selain bertujuan untuk membuat sasis mobil semakin rigid, roll bar ini juga berfungsi melindungi pengemudi jika mobil terbalik, dan yang terpenting roll bar tidak asal terpasang, tapi harus di-las dengan kuat.

 

Standar Modifikasi Mobil Drift Untuk Kompetisi

Selain ada beberapa hal yang harus disiapkan sebelum kita memodifikasi mobil menjadi mobil drift, ternyata ada juga beberapa standar yang harus dipenuhi untuk sebuah mobil drift. Jika mengacu pada peraturan IMI di BAB V mengenai Peraturan Teknik Kendaraan Drifting, dalam point 3.3 IMI menjabarkan mengenai regulasi mesin, rem, gearbox, ban & velg, serta body styling untuk kelas Drift Star.

Untuk mesinnya, merujuk pada Peraturan Drifting IMI 2017 41, mesin tipe apapun dan modifikasi mesin bebas kecuali penggunaan NOS dan Water Injection atau Methanol.  Penggunaan NOS dan Water Injection atau Methanol memang dilarang dalam Peraturan Drifting IMI 2017. 

Untuk seluruh tipe mesin PIPING bebas namun dari downpipe sampai ke pembuangan akhir di belakang wajib memiliki diameter maksimal 2,25 inch (lingkar luar) dan jumlah tabung maksimal 40 cm. Untuk penggunaan mesin Turbo para drifter harus memakai restrictor 32 mm. Jika kita menggunakan External Wastegate, pipa wastegate harus masuk ke knalpot utama (2,25 inch).

Lalu untuk penggunaan remnya sendiri tidak ada batasan tertentu. Sedangkan untuk gearbox, harus menggunakan “H” pattern dengan synchromesh, namun rasio gigi bebas. Ukuran ban maksimum yang diperbolehkan untuk dipasang pada mobil drifting adalah dengan ukuran lebar 215, Ring 17, dengan profil ban dan lebar velg yang dibebaskan.

Kemudian untuk perihal body stylingnya, material yang digunakan bebas, asalkan bagian pintu drivernya tidak menggunakan bahan fiber atau serat plastik. Penggunaan kaca polikarbonat juga diperbolehkan untuk mengganti seluruh kaca kendaraan, kecuali pada kaca bagian depan.

Pada bagian roll cage atau roll bar, mobil diharuskan untuk mengikuti peraturan Teknik Keselamatan Perlombaan Mobil IMI atau sesuai dengan tingkat kejuaraan yang lebih tinggi. Mobil open top harus mengikuti design Roll Cage sesuai dengan standarisasi yang telah ditentukan. Cross Bar “X” atau “F” juga wajib terpasang di kedua posisi pintu depan. 

Mobil dengan tangki bensin yang berada di bagian belakang disarankan menggunakan pelindung tangki berupa roll cage samping. Peserta drifting diperbolehkan menggunakan driver sidebar saja dengan catatan mesin yang digunakan maksimal 2000 cc, tidak boleh menggunakan turbo, NOS dan Water Injection maupun Methanol.

 

Teknik Saat Drifting

Teknik umum yang digunakan drifter, sebutan pengemudi mobil drift, adalah saat mendekati tikungan dengan kecepatan yang cukup tinggi akan akan menekan kopling dan pindah ke gigi 2, lalu menekan gas sampai sekitar 4.000-5.000 RPM.

Saat kopling dilepas, akan ada putaran cepat pada ban karena saat itu putaran mesin sedang tinggi. Hal ini membuat ban belakang sampai kehilangan traksi dan bagian belakang mobil akan melintir.

Tentunya bagi drifter profesional dalam perlombaan drift, mereka memiliki segudang teknik untuk memenangkan kejuaraan. Ada empat kriteria yang dihitung oleh dewan juri dalam sebuah kompetisi drifting, yaitu speed, line, angle, dan style.

Di sisi lain, dengan menerapkan tips di atas, mobil kalian dapat diasumsikan sudah tidak standar lagi. Mobil standar memang tidak didesain untuk melakukan drift, terlebih mobil terkini juga sudah dilengkapi berbagai teknologi agar tidak terjadi traksi yang berlebih di ban belakang saat di tikungan.

Sekalipun mobil standar sudah dimodifikasi menjadi mobil drift, perlu diingat melakukan drift atau drifting di jalan raya umum adalah kegiatan ilegal karena berbahaya. Bahayanya tentu bagi pengemudi dan juga bagi pengguna jalan lainnya. 

Jadi itulah beberapa tips dan informasi yang bisa kalian pelajari jika ingin memodifikasi dan berlatih drifting. Tetap ikuti informasi otomotif lainnya di website Intersport.id dan jangan lupa share serta berikan komentar jika informasi ini bermanfaat  bagi kalian.

SAMPAIKAN KOMENTAR