Ternyata Ini Alasan Orang Mengendarai Mobil Rear Wheel Drive
25
Mar
2020
0 Comment Share Likes 157 View

Para pecinta otomotif kadang memang sulit ditebak. Ada beberapa pecinta otomotif yang bersikeras bahwa hal yang penting dari sebuah mobil adalah kemampuan akselerasinya, kecepatan maksimalnya, dan rekor kecepatannya di Nurburgring. Angka-angka tersebut memang seringkali menjadi daya Tarik utama dari sebuah mobil, tetapi ketika tiba waktuny memilih mobil, para pecinta otomotif bisa saja mengubah pertimbangan mereka kepada hal-hal lain diluar semua angka tersebut.

Misalnya saja, kita ambil contoh, transmisi manualnya. Transmisi Dual clutch dan transmisi otomatis tingkat lanjut yang sudah jauh lebih disempurnakan dan lebih mutakhir telah berhasil menandingi transmisi manual dalam beberapa aspeknya. Transmisi jenis ini terbukti bisa berpindah gigi dengan lebih cepat dan dengan lebih efisien dibandingkan dengan pedal kiri yang lambat dan kuno, yatu transmisi manual konvensional. Tetapi terlepas dari semua hal itu, ada sebagian orang di kalangan pecinta otomotif yang menganggap bahwa seseorang baru bisa dikatakan sebagai pecinta mobil jika mereka tidak memilih tiga pedal sebagai pilihan utamanya.

Kendati demikian, berbeda halnya jika kita sudah bicara tentang dunia pengemudian sehari-hari, membuat sistem front wheel drive menjadi pilihan yang paling masuk akal. Satu-satunya sistem yang mungkin bisa menandingi kemampuan front wheel drive dalam hal keandalan kontrol dan kemudahan penggunanya adalah sistem all wheel drive yang kita kenal sebagai sistem yang lebih berat dan juga lebih mahal.

Mobil dengan sistem rear wheel drive terakhir yang pernah memenangkan World Rally Championship adalah Lancia Rally 037 yang memenangkan ajang tersebut pada tahun 1983 silam. Untuk kebanyakan kejuaraan, mobil dengan sistem All wheel drive memang seringkali dihindari untuk menekan biaya balapan yang memang tidak memakan biaya hanya sedikit untuk satu kali balapannya. Pilihan terakhir yang paling memungkinkan adalah sistem rear wheel drive. Lalu apa yang membuat orang lebih memilih untuk membeli mobil dengan sistem rear wheel drive? Daripada penasaran, langsung saja disimak informasinya berikut ini.

 

  1. SIAP UNTUK BALAPAN

Di bagian inilah sistem all wheel drive membedakan dirinya dari sistem transmisi manual. Jika pada transmisi dual clutch atau transmisi otomatis tingkat lanjut bisa dengan mudah menandingi kemampuan transmisi manual tiga pedal, sistem front wheel drive memiliki keterbatasan yang muncul dalam bentuk torsi setir. Jika dijelaskan secara singkat, ada batasan tertinggi dari seberapa besar tenaga yang bisa digunakan oleh mobil front wheel drive sebelum tenaga tersebut membuat roda-roda pengemudi merasa kewalahan.

Jadi ketika sistem mobil all wheel drive tidak bisa menjadi pilihan dan ada tenaga yang terlalu banyak sehingga tidak bisa dihandle oleh front wheel drive, maka rear wheel drive adalah pilihan yang paling tepat. Formula One, IndyCar, NASCAR, Sportscar, sprint cars, dragsters, mobil-mobil semacam ini menekankan tenaga mereka pada bagian belakang kendaraan untuk mendorong kendaraan mereka agar bisa melesat dalam kecepatan yang luar biasa.

Distribusi tenaga yang efisien memang tidak terlalu sejalan dengan sistem rear wheel drive ini. Memang ada beberapa mobil yang berfungsi dengan baik meskipun menggunakan sistem front wheel drive yang juga berhasil mempopulerkan diri mereka sebagai mobil yang dicari oleh para pecinta otomotif. Contohnya saja, mobil Mazda Miata. Mobil yang satu ini menghasilkan tenaga yang lebih sedikit dibandingkan dengan tenaga yang dihasilkan oleh kebanyakan mobil dengan sistem front wheel drive yang terkenal di dunia, tetapi tenaganya tetap berjalan ke bagian belakang kendaraannya. Selain itu, Toyota GT86 dan saudaranya, BRZ, merupakan beberapa contoh mobil yang diiklankan sebagai mobil rear wheel drive dengan tenaga yang tidak akan membuat sistem front wheel drive kewalahan.

 

  1. OPPOSITE LOCK

Ada dua jawaban yang bisa menjelaskan kenapa opposite lock menjadi salah satu alasan bagi orang banyak untuk memilih mobil rear wheel drive. Sistem rear wheel drive menyeimbangkan gerakan mobil dengan berat mobilnya. Proses pengereman berubah untuk menyalurkan beban ke bagian depan mobil untuk memandu arah mobilnya. Proses akselerasi mengubah penyaluran beban ke bagian belakang untuk menggerakkan mobil agar bergerak maju. Kemampuan ini memberikan pengemudi berpengalaman sebuah kontrol yang presisi terhadap mobilnya.

Kemudian, ada pula kekurangan kontrol yang menjadi pertimbangan. Kekurangan kontrol tersebut adalah terjadinya oversteer. Hal ini bisa terjadi saat roda bagian depan mengambil terlalu banyak tenaga dan tidak bisa membawa roda belakangnya agar segaris dengan roda di bagian depannya, menyebabkan bagian belakang mobilnya bergeser keluar jalur. Fenomena ini sebenarnya sudah kita kenal dengan nama yang lebih keren, seperti power slide, drifting, dan juga opposite lock. Tidak peduli seberapa keras para produsen mobil memasarkan fitur handling pada mobil pabrikan mereka, jika mobil tersebut adalah mobil performa, yang dicari justru kekurangan kontrol seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa tidak ada hal yang lebih menyenangkan yang bisa dilakukan menggunakan sebuah mobil. Tentu, mobil yang stabil dan nyaman saat digunakan berkendara bisa menjaga keseimbangan dan mencegah bagian belakang kendaraan untuk keluar jalur. Tetapi drifting bukanlah balapan, tetapi lebih kepada sebuah bentuk demonstrasi. Sedangkan para pembalap mobil rally dan dirt track mengandalkan pelimpahan tenaga pada kurangnya grip, tetapi kondisi ini adalah kondisi khusus. Yang paling penting adalah keseimbangannya, momen dimana grip dan tanpa grip terasa seimbang di antara kaki kanan pengemudi dan setirnya. Karena hal itulah, sistem rear wheel drive memberikan para pengemudi kesempatan untuk lebih terhubung dengan mobil yang dikendarainya dan jalan yang tengah dilewatinya. Dan hal ini pula yang menjadikan banyak orang lebih menyukai sistem rear wheel drive pada mobil mereka.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR