Terkena Banjir? Ini Cara Urus STNK dan BPKB yang Hilang
08
Jan
2020
0 Comment Share Likes 227 View

Sejumlah wilayah di Jakarta terendam banjir sejak 1 Januari 2020. Terjadinya banjir menimbulkan kerugian besar bagi warga. Tidak sedikit properti rumah dan kendaraan rusak akibat terendam banjir.

Tak cuma itu saja, yang paling menyedihkan lagi dokumen atau surat-surat penting seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) ikut rusak bahkan hilang terbawa arus banjir. Apabila Anda mengalami hal tersebut, tak perlu khawatir. Sebab Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) telah menyiapkan layanan khusus.



Akun Instagram resmi milik Divisi Humas Polri memberitahukan bahwa Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya membuka posko layanan STNK dan BPKB Bencana Banjir.

“Kami membuka Posko Pelayanan STNK Bencana Banjir di Samsat Jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya, dengan tujuan memberikan pelayanan prioritas atau khusus terhadap masyarakat yang STNK-nya rusak atau hilang akibat banjir sehingga dapat terlayani dengan cepat,” jelas Kasubdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Ditlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sumardji, dikutip dari humas.polri.go.id, Senin (6/1/2010).



Tentunya ada sejumlah persyaratan yang harus ditaati oleh pemilik kendaraan bermotor jika ingin mengurus STNK dan BPKB yang rusak atau hilang karena banjir.

Berikut ini langkah-langkah yang harus dipersiapkan jika ingin mengurus STNK dan BPKB yang rusak atau hilang akibat banjir:



STNK
STNK rusak:

– Lampirkan dokumen STNK yang rusak
– BPKB kendaraan
– KTP asli dan foto copy pemilik kendaraan

STNK hilang:

– Laporan kehilangan yang diterbitkan Polsek atau Polres terdekat
– Lampirkan surat keterangan hilang dari Polsek atau Polres
– KTP asli dan foto copy pemilik kendaraan
– Foto copy STNK yang hilang berikut BPKB asli

BPKB
BPKB rusak:

– Isi formulir permohonan
– KTP asli dan foto copy pemilik kendaraan
– Surat kuasa bermaterai bagi yang diwakilkan oleh orang lain
– BPKB yang rusak masih ada
– Cek fisik kendaraan
– STNK asli dan foto copy

BPKB hilang:

– Isi formulir permohonan
– KTP asli dan foto copy pemilik kendaraan
– Surat kuasa bermaterai bagi yang diwakilkan oleh orang lain
– Surat keterangan hilang dari unit regident tempat BPKB diterbitkan
– Surat pernyataan pemilik mengenai BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana dan/atau perdata di atas kertas bermaterai
– STNK asli dan foto copy
– Bukti penyiaran pada media massa cetak sebanyak 3 (tiga) kali berturut-turut dengan tenggang waktu masing-masing 1 (satu) minggu di media cetak yang berbeda
– Cek fisik kendaraan (harus dihadirkan).

 
 

SAMPAIKAN KOMENTAR