Step Modifikasi Mobil Sampai Siap Drifting
14
Jan
2020
0 Comment Share Likes 416 View

Baru-baru ini di Indonesia sedang populer kata drift, bahkan berbagai media otomotif baik cetak dan elektronik juga menampilkan rubrik ini. Dimana Drift itu sendiri kepanjangan dari Drive Rightly In False Turn, yaitu sebuah teknik menyetir di mana pada pengemudi mobil drift ini berusaha agar mobilnya tetap dalam poisis miring dengan keadaan meluncur selama mungkin.

Drifter adalah sebutan bagi pengemudi mobil drift dimana mereka menggunakan teknik menyetir ini hanya dengan menggunakan gigi dua serta rem tangan agar mobil dapat melakukan drifting. Untuk melakukan hal ini dibutuhkan keahlian khusus sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang mampu melakukannya. Tidak semua orang mulus melakukan drifting.

Pada awal tahun 2010 drift ini mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Di mana pada saat itu banyak bengkel-bengkel khusus yang bertebaran sehingga memudahkan para drifter untuk memilih bengkel untuk dijadikan acuan.

Sebuah teknik menyetir dan nama cabang olahraga balap mobil yang diperlombakan. Drifting memerlukan kesigapan dalam mengatur pengereman dan ketangkasan mengemudi agar mobil dapat meluncur lebih lama. Drifting hanya dapat dilakukan dengan mobil berpenggerak roda belakang serta dengan upgrade mobil yang optimum. Dalam sebuah perlombaan, pengemudi berusaha untuk membuat agar mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur selama mungkin. Namun Fédération Internationale de l'Automobile, badan yang membawahi kegiatan olahraga balap internasional, tidak mengakui drifting sebagai olahraga balap profesional.

Dilansir dalam beberapa berita, berikut ini adalah mobil-mobil yang biasa digunakan untuk drifting :

Nissan Silvia S15

        

Toyota Levin/Trueno AE86

Mazda RX-7 FD3S

Nissan Skyline R34        

Toyota Chaser JZX100

                      

Supaya mobil kita sesuai dengan kebutuhan mobil drift, sebaiknya kita ganti mesin mobil dengan yang lebih besar, atau langkah lainnya adalah, melakukan modifikasi mesin. Biasanya mesin yang digunakan adalah 1JZ atau 2JZ yang merupakan mesin Toyota Supra, mesin RB25 atau RB26 dari Nissan Skyline, mesin SR20 dari Nissan Silvia, mesin 1UZ 8 silinder milik Toyota Soarer atau dapat juga menggunakan mesin LS milik Chevrolet.

Diperlukan kaki-kaki yang kuat bagi mobil drift saat melibas tiap tikungan. Karena itu, kaki-kaki standar mobil bawaan dipastikan perlu diganti total.

Dibagian kaki-kaki yang wajib dipasang untuk menggantikan yang standar antara lain suspensi coilover, adjustable arm, maupun limited slip differential (LSD).

Tidak kalah penting, selain mengganti velg dan ban, knuckle, tie rod, hingga lower arm juga harus dimodifikasi agar dapat berbelok lebih banyak hingga mencapai 60 derajat.

Sistem pengereman mobil drift juga berbeda, khususnya pada bagian rem belakang. Kaliper rem tangan dan rem belakang dimodifikasi terpisah. Tujuannya agar kedua fungsi rem dapat bekerja sesuai tugas masing-masing dan tidak mengganggu satu sama lain.

Mobil yang biasanya digunakan untuk drifting adalah mobil yang memiliki bobot ringan atapun sedang. Biasanya pula menggunakan tipe coupe atau sedan yang menggunakan penggerak roda belakang [Rear-Wheel-Drive] namun bermesin didepan [Front Engine]. Mobil-mobil tersebut seperti Nissan Skyline, Nissan Sylvia, Toyota Mark II, Toyota Corolla DX, dan Toyota Levin/Sprinter Treuno [AE86].

Teknik drifting biasanya dilakukan pada saat mobil sedang berkecepatan tinggi, lalu dibelokkan tanpa mengurangi kecepatan mobil dan membiarkan ban belakang slip dengan alur yang lebih besar daripada ban depan. Sehingga terlihat ekstrem pada saat di arena balap. Teknik drifting ini harus dilakukan dengan tepat, jika tidak bisa menyebabkan mobil tergelincir. Ada beberapa teknik yang biasa digunakan ketika melakukan drifting.

Teknik yang pertama adalah Handbrake Drift, Handbrake Drift adalah teknik yang dilakukan dengan cara menginjak kopling dan dengan bersamaan handbrake ditarik, hal ini untuk menghilangkan traksi. Setelah perlombaan telah usai, berikutnya kopling dilepaskan dan pedal gas ditekan dengan bersamaan lakukan countersteering.

Teknik yang kedua adalah Shift Lock, Shift Lock adalah teknik drifting yang dilakukan dengan cara menurunkan posisi gigi yang lebih rendah. Tujuannya untuk membuat ban mengunci yang menyebabkan hilangnya traksi pada mobil.

Selanutnya adalah Clutch Kick, teknik ini adalah adalah teknik drifting yang dilakukan dengan cara menghentakan kopling secara cepat. Tujuannya untuk membuat guncangan pada transmisi sehingga mempengaruhi keseimbangan mobil. Teknik ini akan membuat mobil menjadi slidding.

Breaking Drift adalah teknik drifting ini dilakukan ketika mulai memasuki tikungan lalu pedal rem diinjak sehingga bobot berpindah ke depan. Lalu bagian gas langsung diinjak sehingga ban belakang kehilangan traksi.

Power Slide adalah teknik yang membutuhkan mobil dengan mesin yang bertenaga besar. Kemudian menginjak bagian gas sampai habis lalu mengontrol arah mobil dengan setir.

Feint/Scandinavian Flick merupakan teknik drifting yang caranya dengan memindahkan massa kendaraan ke luar dengan cara memutarkan setir ke arah luar tikungan kemudian lakukan secara tiba-tiba memutar balik setir sehingga bagian belakang mobil bergeser.

Terkahir adalah teknik Kansei/Dynamic Drift, dimana teknik ini adalah teknik drifting dengan cara mengangkat bagian gas saat kecepatan tinggi. Hal ini terjadi karena saat pedal gas diangkat bobot berpindah dari belakang ke depan.

Saat drift sudah tercipta dengan melakukan teknik yang benar, maka yang selanjutnya harus dilakukan adalah menjaga agar mobil tetap terkontrol. Ssehingga harus dilakukan oleh pengendara yang sudah profesional.

 

 

 

SAMPAIKAN KOMENTAR