Static Vs Bagged Pilih Selera Lo Tanpa Mengorbankan Sektor Keamanan
16
Mar
2021
0 Comment Share Likes 251 View

Pria Intersport tentunya sudah tidak asing dengan istilah Static dan Bagged bukan? Pada artikel kali ini Intersport akan membahas lebih dalam seputar 2 golongan pada industri otomotif ini.

Dua pilihan modifikasi yang sering menjadi perdebatan ini masih menjadi perbincangan hangat pada komunitas-komunitas otomotif di Indonesia bahkan di dunia. Antara masing-masing penggemar Static serta Bagged seringkali mempermasalahkan mana teknik atau golongan yang lebih baik dan mengusung “kultur” otomotif yang paling original.

Static dan Bagged adalah sebuah teknik yang dilakukan oleh berbagai modifikator untuk mendapatkan ketinggian dan tongkrongan mobil yang diinginkan. Sama seperti di artikel seputar pilihan fitment ban seperti Meaty dan Stretch Out, keduanya memiliki penggemar dan penggunanya masing-masing.

Pada dasarnya kedua gaya modifikasi ini melibatkan sektor kaki-kaki dengan melakukan beberapa ubahan untuk mendapatkan ketinggian yang optimal, dan biasanya untuk melakukan kedua teknik tersebut adalah dengan mengakali atau mengganti suspensi original pada sebuah mobil.

 

sumber

 

Penggunaan Teknik Static

Pada teknik static, biasanya sang pengguna akan merasa bahwa yang mereka lakukan adalah teknik “hardcore” dimana cara yang dilakukan adalah dengan memotong per pada suspensi bawaan mobil yang membuat ketinggian mobil menjadi lebih rendah.

Adapun beberapa skenario yang ada pada teknik ini adalah dengan menggunakan besar jari sebagai patokan ketinggian dari mobil. Hal ini kerap terjadi saat part-part suspensi aftermarket seperti coilover dan air suspension belum menjadi komoditas besar seperti saat ini.

Hingga era 90an skenario pengukuran ketinggian mobil dengan menggunakan jari masih sangat ramai digunakan, dimana sang pemilik mobil datang ke bengkel suspensi dan memberikan arahan pada sang montir dengan jari tangan sebagai acuannya. 

Walaupun terbilang cukup lawas, namun ternyata cara ini masih menjadi pilihan banyak Pria Intersport yang ingin membuat tongkrongan mobilnya lebih ceper lagi. Bagaimana tidak, cara ini masih digandrungi karena harganya yang terbilang murah, untuk pemotongan 4 suspensi mobil, kurang lebih hanya membutuhkan budget sebesar 300 ribuan saja.

Cara ini juga masih digandrungi karena image yang didapatkan saat mengaplikasikan teknik tersebut adalah image “hardcore” atau pekerja keras. Walaupun penggunaan teknik static ini masih memiliki pro dan kontra pada hilangnya kenyamanan penggunaan mobil saat menggunakan teknik ini. Namun tidak sedikit juga penggunanya justru menikmati teknik ini karena memberikan sensasi berkendara yang berbeda.

 

sumber

 

Tapi yang perlu Pria Intersport ketahui tidak melulu penggunaan teknik ini akan menghilangkan kenyamanan dari mobil yang menggunakan teknik ini, teknik ini juga dapat menjadi teknik yang proper jika diaplikasikan dengan tepat, dan tidak berlebihan.

Pengguna mobil paling tidak dapat mengukur ketinggian optimal untuk mobil ini tetap dapat bersahabat saat dikemudikan di jalanan perkotaan maupun rute sehari-harinya. teknik ini juga harus memperhatikan kenyamanan dan keamanan dari pengendalian mobil yang sudah memiliki perubahan pada ground clearance.

 

Penggunaan Teknik Bagged

Berbeda dengan teknik Static, pada teknik Bagged seorang modifikator dapat melakukan ini dari garasi rumahnya sendiri dimana teknik ini menggunakan part-part aftermarket yang tersebar di pasaran, sebagai contohnya adalah part-part seperti penggunaan coilover ataupun air suspension yang biasanya dapat merogoh kocek hingga puluhan bahkan ratusan juta.

Umumnya penggunaan teknik ataupun “kultur” bagged ini dilakukan oleh Pria Intersport yang memiliki kantong lebih dalam untuk memodifikasi mobilnya, maka tak heran jika kebanyakan pengguna teknik ini menggunakan mobil dengan kategori mewah ataupun mobil-mobil yang berumur muda.

Pada dasarnya penggunaan teknik bagged ini bisa dibilang dapat mengaplikasikan modifikasi kaki-kaki mobil dengan lebih terukur, karena tidak sedikit berbagai pabrikan part aftermarket mengembangkan dan mengetes part buatan mereka langsung di arena balap ataupun untuk penggunaan sehari-hari.

 

sumber

 

Untuk penggunaan sehari-hari, salah satu keunggulan teknik bagged ini adalah lebih dapat dikontrol dan digunakan dalam kondisi jalan manapun, contohnya adalah penggunaan part coilover yang saat ini ramai di pasaran, rata-rata telah memiliki fitur settingan ketinggian yang dapat diatur sesuai kebutuhan baik secara manual dengan kunci shock maupun secara otomatis.

Atau dalam contoh yang lebih hebat lagi dengan penggunaan air suspension yang ketinggiannya dapat diatur sesuai dengan kebutuhan sang pemilik hanya dengan pencetan sebuah tombol. Sang pemilik bebas mengatur ketinggian mobilnya, seperti saat sedang parkir, sang pemilik dapat men”ceper”kan mobilnya hingga benar-benar “ambles” tanpa takut. 

Karena saat ia harus menggunakan kembali mobilnya, air suspension juga dapat ditinggikan dengan ketinggian yang proper untuk dapat melewati jalanan tanpa harus turun dan mensetting kembali dari luar mobilnya.

Kedua teknik ini memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing, dimana teknik Static memiliki budget yang lebih terjangkau namun membutuhkan hitungan yang sangat tepat agar mobil dapat tetap proper dan optimal saat dikendarai.

Sedangkan teknik Bagged memiliki keuntungan dengan kemudahan dan kenyamanan yang dapat diatur sesuai keinginan namun Pria Intersport harus siap siap menghabiskan budget yang tidak sedikit pula.

Namun apapun pilihan teknik yang Pria Intersport implementasikan adalah selera dari masing-masing, karena Intersport yakin bahwa setiap pilihan adalah representasi dari selera Pria Intersport masing-masing, yang terpenting adalah dengan tidak mengesampingkan sektor keamanan dari mobil kalian.

SAMPAIKAN KOMENTAR