Simak Tips Berikut Sebelum Memulai Modifikasi Interior Mobil Lo
23
Nov
2020
0 Comment Share Likes 366 View

Dalam sebuah modifikasi, bagian yang biasa diubah tidak hanya terpaku pada bagian eksterior dan mesin saja. Bagian interior juga tak luput dari ubahan para modifikator. Bagian interior yang biasa diubah adalah jok, stir, plafon, dashboard, hingga audio. Namun modifikasi yang ingin dilakukan pada bagian interior, kalian tidak bisa melakukannya dengan asal-asalan. Ada beberapa aspek yang harus menjadi perhatian, supaya modifikasi yang dilakukan tetap terlihat proper dan juga tidak menyalahi aturan.

Bagian interior mobil adalah salah faktor yang sangat penting bagi kalian yang mengutamakan kenyamanan  di dalam sebuah kendaraan. Interior mobil bawaan pabrik biasanya terlihat monotone dengan desain yang mirip mirip serta kualitas bahan yang bisa di bilang biasa saja, sehingga banyak pemilik mobil yang mendandani bagian interior mobil mereka agar terlihat lebih mewah, berbeda dan tentunya memprioritaskan kenyamanan. 

 

Jenis-Jenis Ubahan Interior

Jika kalian mengusung modifikasi VIP Style pada mobil, ubahan yang dominan terlihat adalah di bagian jok. Modifikasi dengan tema VIP Style biasanya menggunakan jok yang dibalut dengan bahan kulit dan diberikan busa-busa tambahan pada jok agar jok tersebut menjadi lebih menggendut dengan tujuan memberikan kenyamanan dan menegaskan sebuah konsep VIP Style itu sendiri.

 

 

Lain halnya jika kalian mengusung sebuah konsep Street Racing, hal yang dominan dilakukan pada konsep Street Racing adalah penggunaan jok dari merk kenamaan seperti Recaro, Bride, ataupun Cobra. Tidak hanya itu modifikasi aliran ini lebih dominan dengan penggunaan bahan suede yang biasa diaplikasikan pada bagian dashboard, stir, dan juga pada bagian plafon.

 

 

Namun jika kalian yang menggunakan mobil harian, biasanya ubahan di bagian interior tidak terlalu besar. Hal lumrah yang dilakukan biasanya hanya sekedar merubah bahan jok dan juga memodifikasi bagian audio saja agar mobil lebih nyaman saat digunakan sehari-hari.

Para pecinta modifikasi interior sudah mulai memandang nilai estetika dari kendaraan saat akan melakukan perubahan pada interior. Dalam tahap ini artinya juga sudah ada peningkatan dari sisi kualitas selera dan sudut pandang setiap orang dalam memodifikasi bagian interior.

Bahkan dalam melakukan modifikasi interior, ada juga acuan konsumen yang mengadaptasikan ke produk yang sama namun tipe di atasnya. Contoh seperti BMW Seri 3 yang masih dibungkus material biasa akan dirombak ke model M3 yang sudah full leather ataupun alcantara.

 

Jenis-Jenis Bahan Pelapis Interior Mobil

Bagi sejumlah modifikator, modifikasi interior khususnya penggantian bahan lapisan yang akan digunakan untuk bagian jok, dashboard, dan plafon selain meningkatkan kenyamanan juga untuk merubah tampilan mobil. Mengganti lapisan tersebut dengan bahan tertentu dinilai dapat menyesuaikan gaya modifikasi yang hendak ditonjolkan. Secara umum bahan pelapis terdiri dari beberapa jenis diantaranya:

 

 

  • Fabric

Fabric adalah material paling umum dipakai sebagai pelapis jok dan interior. Fabric adalah kombinasi antara kanvas, kain, dan cotton. Bahan fabric biasanya digunakan mobil-mobil yang keluar dari pabrik. Jenis kain ini harganya relatif murah, dan memiliki beberapa varian. Untuk jok mobil biasanya menggunakan fabric sintetis berbahan busa atau cotton. Jadi lebih nyaman disentuh dan tahan lama, dan cenderung lebih “dingin”.

Karena memiliki material bahan sesuai standar pabrikan otomotif, kelebihan kain jenis fabric lebih kuat menghadapi  cuaca ekstrem, seperti sengatan matahari atau hujan. Namun, bahan jenis ini agak sulit dibersihkan. Karena lapisan bahan yang mudah  menyerap kotoran dan air. 

Membuat permukaan material jenis fabric mudah kusam. Pemilik kendaraan sebaiknya berhati-hati  saat menggunakannya, apalagi proses pembersihannya juga terbilang lebih rumit ketimbang bahan kulit.

 

 

  • Synthetic Leather

Kulit sintetis atau biasa disebut synthetic leather dibuat dari bahan dasar kain, yang diolah secara kimia menggunakan lilin, pewarna, atau polyurethane untuk menghasilkan bahan dengan tekstur dan warna mirip kulit asli. Pada perkembangannya, kulit sintetis jadi favorit banyak orang karena memiliki fleksibilitas dan harga yang lebih terjangkau dibanding kulit asli. Apalagi untuk memadukan jenis bahan ini ke panel interior.

Karena bahan dasar pembuatannya yang fleksibel, maka kulit sintetis lebih gampang dibentuk sesuai kontur jok mobil. Bahkan dapat dibuat tak gampang pecah dan tahan terhadap cuaca panas. Produsen kulit sintetis terkini juga memgembangkan sensasi handfeel (seperti menyentuh permukaan kulit asli) agar lebih nyaman, dan ditambahkan pula ketebalan bahan yang ideal.

Kulit sintetis memiliki banyak varian warna dan tingkat kelembutan sesuai selera. Mulai dari warna solid, neon, gelap, atau doff. Soal perawatan relatif mudah, karena sifatnya tak mudah menyerap kotoran dan cairan. Jika sampai kotor atau tersiram air, tinggal lap menggunakan kain untuk membersihkannya. Sementara kotoran membandel bisa dihilangkan pakai cleaner khusus kulit sintetis yang banyak dijual.

Baik leather synthetic leather sama-sama memiliki guratan permukaan yang layak untuk menimbulkan aksen kabin yang nyaman, mewah, juga sporty dengan permainan warna. Di dunia nyata, synthetic leather (kulit sintetis) memiliki pilihan warna lebih banyak dan menyolok.

 

 

  • Leather

Dari namanya, leather merupakan kulit asli dari hewan dan  biasanya menggunakan kulit sapi. Setelah melewati proses produksi, leather bisa dipakai sebagai bahan pelapis jok dan interior. Bedanya dengan kulit sintetis, kulit asli ada tekstur dan aroma khusus. Teksturnya yang nyaman dan aroma khas, menimbulkan nuansa premium pada interior. Maka tak heran kalau bahan jenis ini harganya lebih mahal.

Salah satu yang menarik ketika dipasang, kulit asli bakal cepat ikuti permukaan jok. Prinsipnya sama seperti kulit yang menutupi daging dan tulang pada makhluk hidup. Karena pada dasarnya organik, leather lebih cepat retak atau pudar kalau terpapar panas sinar matahari langsung terus-menerus. Sehingga perawatannya harus lebih intensif, seperti merawat kulit manusia.

Untuk merawatnya, sebaiknya baluri jok kulit dengan conditioner atau pelembab yang mengandung lanolin waxy cream setiap dua minggu sekali. Selain itu jika sampai tersiram cairan, lekas dikeringkan. Karena kulit asli punya pori yang lebih mudah menyerap cairan dan panas.

 

 

  • Suede

Suede disebut-sebut pelapis paling premium, lantaran kualitas dan tampilannya berkelas dan tak biasa. Di lain sisi, suede juga dipakai sebagai pelapis interior mobil balap karena fungsinya yang bisa cegah silau sinar matahari di dashboard. Produsen mobil premium hingga supercar pun kerap memakai jenis ini, karena fungsi dan nilai eksklusivitasnya. Selain itu, bahan satu ini jadi favorit banyak modifikator karena bisa menimbulkan rasa nyaman karena lembut disentuh dan halus.

Material suede juga perlu penanganan khusus, sebab karakternya mudah rusak jika sering terkena kotoran atau cairan. Untuk membersihkannya, bisa memakai vacuum cleaner atau sikat khusus yang lembut, agar tak merusak lapisannya.

Salah satu brand bahan suede  yang tersohor adalah Alcantara, asal Italia. Brand satu ini sering digunakan untuk melapisi mobil-mobil pabrikan dunia seperti Ferrari dan Lamborghini.

 

  1. Bahan Jenis Karung

Bahan pelapis interior yang identik dengan tampilan mobil balap ini memiliki keunggulan menarik. Diantaranya dapat membuat tampilan serba racing dari motif dan warna berupa garis belang sama seperti tampilan kabin mobil balap. Sebenarnya, bahan ini bernama Avus yang sejenis dengan bahan motif karung. Dari sisi pemakaian terbilang unik karena dapat menyesuaikan bentuk jok.

Sedangkan untuk treatment peremajaan, bahan karung ini terbilang minim karena dirancang tahan lama. Biasa sebagai bahan pelapis Recaro pada bagian jok dipakai untuk bagian samping yang tak bermotif. Sedangkan pada bagian tengah pada trimmer menggunakan motif Recaro Arista.

 

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Modifikasi Interior

Walaupun interior mobil kalian telah menggunakan material kulit yang baik, namun jika tidak diimbangi dengan fungsi serta estetika yang baik pula, maka hasil yang didapatkan tidak akan sedap dipandang mata. Jok yang dibungkus seluruhnya dengan material kulit justru mempunyai dampak negatif, yaitu dapat menimbulkan panas yang berlebihan pada bagian kabin.

Sebelum memutuskan untuk memodifikasi interior mobil, sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu aspek kebutuhan dan fungsinya. Sampai sebatas mana kebutuhannya  dan sebesar apa fungsi yang didapatkan, bukan hanya untuk sekedar gaya. Karena modifikasi yang baik atau proper tidak akan mengurangi fungsi dan keamanan dari kendaraan. 

Misalnya memodifikasi stir, hanya dilakukan pada lingkar stir. Pada bagian tengah tidak akan diubah sama sekali, karena hal tersebut akan mengganggu kinerja airbag. Sebaiknya pada bagian tersebut juga menggunakan bahan yang tidak licin, seperti kulit atau suede.

Selain itu, pemilihan tema yang baik juga harus diikuti dengan jenis mobil serta paduan warna apa saja yang akan digunakan. Jika yang kalian andalkan hanya sekedar selera tanpa berpikir terlebih dahulu mengenai hal tersebut, maka hasil modifikasi yang kalian lakukan akan sia-sia.

Semoga inspirasi modifikasi interior di atas dapat membuat kalian yang ingin memodifikasi bagian interior dapat termotivasi dan terinspirasi dengan tema, kegunaan, serta bahan yang ingin digunakan. Tentu saja kenyamanan pengendara dan juga penumpang juga menjadi prioritas utama. Jangan lupa nantikan informasi otomotif lainnya hanya di website Intersport.id.

SAMPAIKAN KOMENTAR