Simak Sejarah Nissan Z Cars, Mobil Sport Jepang yang Tak Lekang Waktu
12
May
2021
0 Comment Share Likes 96 View

Bagi penggemar mobil Jepang atau JDM rasanya cukup sulit untuk melupakan nama Nissan Z series. Mobil sport asal Jepang tersebut jadi salah satu mobil paling ikonik sepanjang masa yang pernah dibuat oleh Nissan. Enggak heran juga kalau mobil tersebut selalu jadi buruan kolektor di belahan dunia manapun.

Tapi, pria Intersport udah pada tahu belum nih soal sejarah dari mobil Nissan Z series ini? Nah, kali ini kita mau membahas sedikit tentang Nissan Z series dari masa ke masa. Gimana ya asal muasalnya?

 

Nissan Z Series Generasi Pertama

 

sumber

 

 

Kisah tersebut bermula pada tahun 1960-an. Di era tersebut, Nissan memikirkan bagaimana caranya untuk bisa memasuki pasar internasional. Sebab kala itu mereka tidak memiliki model yang benar-benar bisa membuat banyak orang terkesima. 

Di tahun 1961, Nissan pun menggandeng Yamaha untuk melakukan kerjasama. Kedua perusahaan ini mencoba mendesain mobil dengan nama Nissan Fairlady yang kala itu masih menjadi model prototipe. 

Prototipe pertama hasil kerjasama Nissan dengan Yamaha diberi nama YX-30. Namun sayang di tahun 1964 proyek bersama Yamaha ini gagal. Mesin 2000cc DOHC yang ditawarkan oleh Yamaha dianggap tak bisa memenuhi ekspektasi Nissan. 

Yutaka Katayama, Presiden Nissan Amerika kala itu mencoba memberikan saran kepada Nissan Jepang untuk mendesain sport car. Sebab kala itu mobil sport sedang digandrungi di Amerika dan Eropa. Tujuan utamanya adalah mengalihkan fokus konsumen yang kala itu sedang menyukai mobil sport seperti Mustang, Camaro, Aston Martin DB atau Jaguar E-Type.

Harga mobil sport tersebut sangat mahal, sehingga tidak semua orang bisa membeli. Nissan melihat peluang untuk membuat mobil sport berperforma tinggi namun dengan harga yang lebih murah di bawah mobil sport yang sudah terkenal itu.

Di tahun 1969, Nissan akhirnya merilis Fairlady Z atau Datsun 240Z. Untuk pasar Jepang diberi nama Fairlady Z. Mobil dengan kode bodi S30 ini hadir dengan menggunakan mesin berkapasitas 2.000 cc, 6 silinder segaris yang mampu memproduksi tenaga 130 hp. 

Sedangkan untuk pasar Amerika diberi nama Datsun 240Z dengan kode bodi Z29. Mesinnya memakai kapasitas 2.400 cc, 6 silinder segaris bertenaga 151 hp. Untuk 240Z, memakai double karburator lansiran Hitachi SU.

Generasi pertama Z series ini langsung sukses merebut hati masyarakat Amerika saat itu. Terbukti penjualannya mampu mencapai 45 ribu unit di tahun 1969. 240Z akhirnya digantikan oleh 260Z di tahun 1974. Kapasitas mesinnya dinaikkan menjadi 2.600 cc, 6 silinder segaris bertenaga 154 hp. 

Modelnya pun kini menggunakan jok tambahan dengan model 2+2. Wheelbase-nya lebih panjang 30 cm serta pembaruan di sektor mesin. Lalu di tahun 1975 Nissan kembali merilis varian 280Z hanya untuk pasar Amerika Utara saja, yang berarti enggak bakal bisa ditemukan di daerah lain.

Mesinnya menggunakan kapasitas 2.800 cc, 6 silinder segaris yang sudah memakai injeksi menggantikan karburator SU. Tenaganya mencapai 170 hp. Model ini merupakan model dengan kapasitas mesin terbesar di zamannya. 

 

 

Nissan Z Series Generasi Kedua

 

sumber

 

Generasi keduanya lahir pada 1978. Nissan memberikan sedikit ubahan di bagian eksterior pada mobil dengan kode bodi S130 atau Z30 ini. Di bagian depan, bumpernya tak lagi memakai besi. Lalu di bagian samping bodinya terdapat list bodi yang terbuat dari karet. 

Mesin yang digunakan diambil dari mesin 2.800 cc, 6 silinder segaris. Hanya saja transmisinya diperbarui dari yang memakai 4 kecepatan menjadi 5 kecepatan. Atapnya yang tadinya dibuat hardtop, kini di generasi kedua memakai model T-Top, atau semi targa yang dapat dilepas tepat di atas kedua jok. 

Di tahun 1980, Nissan menambahkan opsi turbo pada Z series. Tenaga yang dapat dihasilkan mencapai 180 hp dengan torsi 275 Nm untuk mesin turbo. Sedangkan mesin non turbo tenaganya mencapai 135 hp dengan torsi 195 Nm. Di era tersebut jelas performa mesinnya di atas rata-rata, apalagi dengan harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibanding sport car lain.

 

Nissan Z Series Generasi Ketiga

 

sumber

 

4 tahun kemudian, tepatnya pada 1984 Nissan kembali meluncurkan generasi terbaru dari Z series. Generasi ketiga ini diberi nama Nissan 300ZX dengan kode bodi Z31. Modelnya benar-benar berubah total dibanding generasi kedua. 

Kini tampilannya jauh lebih sangar, agresif dan memberikan kesan sebagai mobil sport bertenaga kencang. Lekuk bodinya mulai terlihat memakai tarikan garis yang kaku. Mesinnya menggunakan kapasitas yang lebih besar, 3.000 cc, V6 untuk versi pertama. 

Versi keduanya memakai 3.000 cc, V6 dengan tambahan turbo. Tenaga mesin non turbo mencapai 160 hp dan versi turbo mencapai 200 hp untuk pasar Jepang. Sedangkan untuk pasar Amerika tenaganya mencapai 228 hp. 

Tenaga besar ini dihasilkan dari durasi cam yang lebih panjang dengan emisi yang bisa jauh ditekan. Bagaimana animo masyarakat terhadap mobil ini? Jawabannya sangat sukses meracuni para penggila otomotif. Terbukti Nissan 300ZX sanggup terjual sebanyak 70 ribu unit untuk pasar Amerika Serikat. 

Generasi ketiga ini diproduksi sejak tahun 1984 sampai 1989 sebelum digantikan oleh Z series generasi keempat. Di Indonesia, model 300ZX juga termasuk ke dalam mobil langka. Status keberadaannya di tanah air cukup langka.

 

Nissan Z Series Generasi Keempat

 

sumber

 

 

Generasi berikutnya lahir di tahun 1990. Desainnya benar-benar berubah total dibanding Z31 sebelumnya. Generasi dengan kode bodi Z32 ini tak lagi menggunakan lampu depan model pop-up, melainkan menggunakan model lampu yang dilapis kaca dari bagian luar. 

Desain eksteriornya juga tak lagi mengotak, sudah mulai berlekuk dan terlihat lebih cantik. Mesin yang digunakan masih sama berkapasitas 3.000 cc, V6. Hanya saja ubahannya terdapat pada penggunaan DOHC dan VVT. Sehingga mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga 222 hp dengan torsi 268 Nm naturally aspirated. 

Ada juga versi mesin turbo dengan twin turbo dan dual intercooler. Model mesin turbo ini punya tenaga hingga 300 hp dengan torsi 384 Nm. Untuk ukuran sport car di era 1990-an, Nissan 300ZX Z32 termasuk ke dalam salah satu mobil terkencang yang ada. Bahkan majalah Car and Driver pernah menobatkan mobil ini menjadi One of The Best Ten Cars in The World. 

Gimana menurut lo, bro? Model Z32 ini diproduksi sampai 1996 dan sukses terjual sampai 80 ribu unit di seluruh dunia. 

 

Nissan Z Series Generasi Kelima

 

sumber

 

Di tahun 1999, Nissan merilis generasi kelima dari Z series. Generasi kelima ini hadir dengan kode bodi Z33. Modelnya benar-benar baru, lebih membulat khas Fairlady modern yang sering kita lihat. 

Di tahun ini perusahaan asal Perancis, Renault membeli 44% saham Nissan. Carlos Ghosn menjadi orang dibalik akuisisi tersebut. Dibalik akuisisi, Ghosn punya satu visi yang cukup besar dan gila. Bahwa ia ingin membuat Z series menjadi mobil yang diperhitungkan dan menguntungkan bagi perusahaan.

Di tahun 2001, Ghosn memperkenalkan Z concept. Pada debut ini juga Nissan pertama kalinya menggunakan warna oranye terang yang kini menjadi hero color bagi mereka. Desain baru ini dihasilkan oleh La Jolla, perusahaan desain asal California, Amerika Serikat untuk menggantikan model 300ZX.

Pada 2002, Nissan resmi memperkenalkan 350Z sebagai generasi penerus. Z series generasi kelima ini hadir dengan mesin yang jauh lebih besar. Kapasitasnya mencapai 3.500 cc, V6 bertenaga 287 hp dengan torsi 371 Nm. 

Versi faceliftnya mendapatkan pembaruan di sektor mesin pada tahun 2005. Tenaga mesinnya naik menjadi 300 hp dengan torsi 383 Nm. Mesin tersebut dipasangkan dengan transmisi manual 6 percepatan dan 5 percepatan otomatis, tergantung pilihan konsumen. 

Awalnya Nissan 350Z hadir hanya dalam model coupe 2 tempat duduk saja.

Tetapi model convertible juga diperkenalkan setahun setelah peluncurannya. Produksi Z33 terus berlanjut hingga tahun 2007. Di tahun terakhir, model ini kembali mendapat penyegaran di sektor mesin. Tenaganya mencapai 306 hp dengan torsi yang masih sama. 

 

Nissan Z Series Generasi Keenam

 

sumber

 

Pada 2008, generasi keenam kembali diluncurkan. Mobil dengan kode bodi Z34 ini merupakan penyempurnaan dari Nissan 350Z yang hadir dengan nama Nissan 370Z. Kapasitas mesinnya bertambah menjadi 3.700 cc, V6 bertenaga 353 hp dengan torsi 383 Nm. Z series generasi keenam juga pernah dinobatkan menjadi salah satu mobil tercepat Nissan.

Perbedaan antara Z33 dan Z34 lebih mudah dikenali dari bagian lampu depan dan bumper depan. Walaupun interiornya ada sedikit berbeda, tetapi secara estetika tampilannya masih terlihat sama dan tidak berbeda jauh. 

 

Nissan Z Series Generasi Ketujuh

 

sumber

 

Generasi ketujuh dari Z series sampai detik ini masih belum jelas. Sebab, Nissan hanya memperkenalkan mobil dengan nama Z Proto ini sebagai penerus tongkat estafet dari 370Z. Secara desain tampilannya memang mengambil basis dari 370Z lama. 

Soal mesin, Nissan juga sudah mengonfirmasi jika Z Proto bakal menggunakan mesin berkapasitas 3.000 cc, V6 twin turbo. Mesin tersebut mampu mengeluarkan tenaga 400 hp dengan torsi 474 Nm. Sadis kan! Sepanjang generasi Z series, Nissan terus menaikkan tenaga mesin di setiap generasinya. 

Kabarnya, Z Proto ini juga akan menjadi mobil yang siap berhadapan langsung dengan Toyota Supra A90. Tapi sayangnya, Nissan sampai saat ini belum menjelaskan kapan mobil ini akan resmi dijual. Hanya saja media luar negeri sudah mulai banyak yang memberitakan mengenai uji coba Z Proto ini. 

Dari semua generasi Z series, kira-kira mana nih yang menurut kalian paling keren? Kalo Intersport sendiri pilih Z Proto karena mesinnya paling buas di antara yang lain.

SAMPAIKAN KOMENTAR