SIM Racing dan Perkembangannya di Indonesia
05
Mar
2021
0 Comment Share Likes 782 View

Belakangan Pria Intersport pasti pernah mendengar tentang SIM Racing ataupun E-Motorsport. Hadirnya pandemi semakin membuat kegiatan ini melejit. Bahkan beberapa ajang motorsport ternama seperti Formula 1 sudah menghadirkan event berupa SIM Racing untuk tetap meramaikan ajang motorsport prestisius itu.

Bagi Pria Intersport yang masih bingung dengan kegiatan ini, Intersport akan berikan kisi-kisinya. SIM Racing adalah singkatan dari "Simulated Auto Racing", perangkat lunak komputer yang sangat akurat untuk menciptakan dunia nyata balap otomotif. Software simulasi balapan bukanlah “game balapan”. Balap SIM sudah menjadi "wajib" bagi para pembalap profesional dan penggemar balap otomotif.

Beberapa nama software simulasi balapan terkemuka di dunia saat ini: rFactor 2, iRacing, Automobilista, Stock Car Extreme, Assetto Corsa, Live For Speed, dan sebagainya. Software simulasi balapan sangat tepat digunakan untuk melatih skill seorang pembalap, baik fisik maupun mental. Bahkan belakangan ini, hampir semua tim balap F1 menggunakan SIM Racing untuk melatih para pembalap.

 

sumber

 

SIM Racer Indonesia

Di Indonesia sendiri, SIM Racing juga telah menjamur dan memiliki penggemar loyalnya. Bahkan saat ini Indonesia telah memiliki komunitas khusus yang diberi nama Komunitas Sim Racer Indonesia. Komunitas ini sangat tertarik untuk mensimulasikan lingkungan balapan yang hebat menggunakan perangkat lunak simulasi balapan dengan lebih dari 5 tahun pengalaman menyelenggarakan acara simulasi balap regional dan internasional. Didirikan pada tahun 2011, anggota resmi SIM Racer Indonesia telah mencapai lebih dari 317 orang. Banyak anggotanya yang merupakan pembalap profesional.

 

sumber

 

Sebagai komunitas SIM balap terbesar di Indonesia, SIM Racer Indonesia selalu menjadi yang terdepan untuk mengakomodir kegiatan ini. Tak sedikit peserta dari luar negeri pun ikut berpartisipasi. Misalnya, dari Argentina, Brazil, Lithuania, Hongaria, Turki, Inggris Raya, Polandia, USA, Malaysia, Singapura, Filipina, Australia, dan lain-lain. SIM Racer Indonesia secara konsisten mengirimkan perwakilan untuk mengikuti kejuaraan di tingkat internasional.

Koordinasi antara Ikatan Motor Indonesia (IMI) dengan SIM Racer Indonesia sepertinya semakin erat. Baru-baru ini mereka mengumumkan akan menyelenggarakan IDMC, Indonesia Digital Motorsport Championship. Kompetisi ini sendiri merupakan kejuaraan nasional balap digital pertama yang ada di Indonesia.

 

Pencarian Talenta Berbakat Ajang SIM Racing

Esports SIM Racing ini terbilang cukup unik jika dibandingkan dengan esports lain. Karena sifatnya yang simulasi, membuat hubungan antara balapan simulator dengan balapan dunia nyata terasa sangat dekat. Maka dari itu, SIM Racing sudah diakui oleh FIA Pusat dan masuk ke klasifikasi baru yang disebut sebagai Digital Motor Sport. 

SIM Racer Indonesia yang bekerja sama dengan Ikatan Motor Indonesia telah mengadakan berbagai kegiatan yang diikuti peserta di berbagai negara, dimana komunitas ini juga telah berhasil mengembangkan talenta-talenta emas Indonesia yang dapat bersaing di ajang multi nasional itu.

Ini tentu menjadi pembuka yang baik bagi kerjasama antara komunitas Sim Racing Indonesia dengan Ikatan Motor Indonesia. Banyaknya kompetisi tentu diharapkan bisa memunculkan bibit pembalap simulator Indonesia untuk turut berkompetisi di kancah Digital Motorsport Internasional.

 

Cara Terbaik Hadirkan Calon Pembalap Profesional

SIM Racing merupakan salah satu cara terbaik para penggemar bahkan pelaku otomotif untuk memberikan perubahan positif pada ajang motorsport dunia. Lebih lagi, bagi Pria Intersport yang juga menyukai kegiatan SIM Racing dapat memiliki kesempatan balapan dengan mobil balap sungguhan pada ajang motorsport bergengsi.

Seperti pada tahun 2008, Nissan dan Polyphony Digital bekerja sama dalam sebuah event bertajuk Gran Turismo Academy. Di ajang tersebut, setiap pembalap virtual bersaing dengan ribuan kontestan lain untuk mendapatkan waktu lap terbaik dengan mobil dan trek yang telah ditentukan oleh pihak penyelenggara.

 

sumber

 

Jika peserta berhasil mencapai babak akhir, maka mereka akan mendapatkan kesempatan balap dengan mobil balap di dunia nyata dan memperebutkan Grand Prize berupa kontrak balap dengan Nissan. Lucas Ordóñez yang ternyata memiliki talenta balap murni menjadi pemenang dan ia membuktikan diri pada ajang LMP kelas dua di Le Mans bersama Nissan pada tahun 2011 dan berhasil finish di posisi kedua.

Hal ini membuktikan bahwa kegiatan esports serta SIM Racing merupakan platform yang tepat bagi industri motorsport dalam mencari talenta-talenta berbakat, yang kelak dapat menjadi pembalap kelas dunia pada ajang motorsport di dunia nyata. Untuk itu, sudah sangat jelas terlihat bahwa esports merupakan sebuah solusi dan jalan keluar dari stereotip ajang motorsport sebagai salah satu olahraga termahal dan tidak dapat dijangkau oleh semua kalangan ekonomi.

Selengkapnya bagi Pria Intersport yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang pengaruh dan andil SIM Racing/Esport di dunia, silahkan cek artikel ini, ya!

SAMPAIKAN KOMENTAR