Sering “Digeber” Maksimal, Begini Perawatan untuk Super Car
18
Sep
2020
1 Comment Share Likes 331 View

Sudah menjadi kodrat dari sebuah super car untuk dipacu dengan kecepatan tinggi. Sering kali para pemilik membawanya ke sirkuit untuk menikmati performanya. Dalam situasi berkendara ekstrem tersebut kondisi mobil yang prima menjadi syarat mutlak. Dan semua itu hanya bisa didapat dari perawatan rutin jika tak mau mengorbankan keselamatan.

Hal itu ditekankan oleh Irwan Sugiharto (57) yang sehari-hari menjalani profesi sebagai Workshop Manager McLaren Jakarta.

"Perawatan rutin super car itu jangan dianggap enteng. Karena pada saat dipakai mobil akan di-push untuk performanya. Mulai dari rem itu harus benar-benar diperhatikan, pengecekan dalam sistem komputer, juga ingat soal ban," ungkapnya kepada Intersport.id.

Jika bicara perawatan rutin sebuah kendaraan tentunya tak akan bisa lepas dari jadwal service. Lebih lanjut, Irwan mengatakan setiap jarak tempuh 10.000 km sebuah super car terutama dari merek McLaren mesti menjalani perawatan di workshop resmi.

Namun masalahnya super car relatif jarang digunakan oleh pemiliknya. Sehingga kemungkinan tak banyak jarak tempuh bertambah. Maka lebih akan relevan untuk menggunakan hitungan waktu sebagai patokan. Dalam hal ini jadwal service yang disarankan adalah setiap satu tahun sekali.

"Maintenance itu sangat penting dan mayoritas super car biasanya punya indikator yang menandakan berapa hari lagi untuk melakukan service. Dan pada sistem yang ada di kami juga termonitor mobil mana yang belum melakukan service tahunan," jelas Firman.

Jadi dipakai atau tidak, sebuah super car tetap memerlukan perawatan rutin. Irwan menuturkan hal ini ada hubungannya dengan iklim cuaca di Indonesia yang sedikit banyak mempengaruhi kondisi bagian-bagian tertentu pada mobil. "Kita mesti lihat kelembaban cuaca kita. Viskositas dari oli bisa berubah apalagi minyak rem," lanjutnya.

Workshop Resmi Jadi Prioritas

Super car memiliki rancangan yang lebih kompleks dibanding mobil pada umumnya. Kapasitas mesinnya jelas lebih besar dengan konfigurasi yang tak biasa, misalnya V8 atau V6. Belum lagi ada banyak fitur elektronik dan aerodinamika yang menunjangnya.

Semua itu tentu membutuhkan keahlian khusus untuk penanganannya. Karena itu bengkel resmi bisa menjadi pilihan prioritas untuk perawatan super car.

"Perawatan rutin kita itu ada standarnya. Ada multi point check namanya. Jadi ada sekitar delapan puluh dua titik yang kita harus periksa," jelas Irwan. Lebih lanjut ia menjelaskan, selain pemeriksaan kondisi mobil berdasarkan multi point check tadi, McLaren juga menyediakan daftar komponen apa saja yang mesti diganti agar kondisi mobil selalu prima ketika sebuah mobil masuk dalam jadwal perawatan.

Untuk setiap jadwal service tahunan daftar tersebut berbeda-beda mengikuti prediksi usia pakai komponen. Hal seperti ini sebenarnya juga sudah jamak ditemui pada perawatan mobil biasa di bengkel resminya.

"Jadi istilahnya ada paketnya. Mulai dari satu tahun, dua tahun, tiga tahun. Itu tinggal kita lihat, semua sudah disiapkan dan semua harus dilakukan," ujar pria yang sudah sembilan tahun akrab menangani super car itu.

Lebih detail Irwan menjelaskan, pada tahun pertama dan kedua sebenarnya belum banyak komponen yang harus diganti. Penggantian yang sudah pasti dilakukan adalah untuk oli mesin.

Namun hal ini diikuti dengan penggantian gasket atau paking drainage plug yang berfungsi sebagai saluran pembuangan oli mesin. Berbeda dengan mobil biasa, super car biasanya memiliki drainage plug lebih dari satu. Pada super car McLaren bisa ditemui empat buah drainage plug.

Penggantian oli mesin tentu bukan hanya dilakukan pada tahun pertama dan kedua. Melainkan juga menjadi item yang wajib dilakukan pada tahun-tahun berikutnya.

Masih pada perawatan tahun pertama dan kedua, pengerjaan lain yang juga sudah menjadi standar adalah penggantian filter-filter. Sebut saja filter oli dan filter udara.

Biaya Perawatan Super Car

Perbedaan paling mencolok antara perawatan super car dan mobil biasa adalah pada biaya yang harus dikeluarkan. Rasanya memang tak adil untuk membandingkannya karena super car lebih unggul di banyak aspek.

Namun seandainya Pria Intersport penasaran, Irwan memberi bocoran kisaran biaya service super car untuk merek yang dipegangnya.

Untuk perawatan di tahun pertama dan kedua biaya yang dibutuhkan sekitar Rp16 jutaan. Biaya tersebut akan tambah besar di tahun-tahun berikutnya mengingat lebih banyak komponen yang perlu diganti. Misalnya saja untuk perawatan di tahun ketiga hingga kelima. Biaya yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar Rp30 jutaan sekali service.

“Masuk tahun ketiga biasanya mulai ada penggantian minyak rem. Kemudian karet wiper karena sudah keras kan, jadi juga harus diganti. Kalau tidak risikonya bisa bikin kaca jadi baret. Kemudian juga ada penggantian filter udara di tahun ketiga,” kata Irwan.

Nah, salah satu keuntungan melakukan perawatan di workshop resmi adalah pemilik tak perlu bingung mencari spare part atau onderdil yang dibutuhkan. Walaupun untuk beberapa jenis onderdil harus dipesan dari luar negeri sehingga butuh waktu untuk sampai ke tangan pemilik.

“Sekitar dua sampai tiga minggu sudah sampai. Kalau pengiriman dari Inggris ke Singapura-nya itu cuma sekitar empat hari. Sisanya untuk pengiriman ke sini dengan adanya berbagai prosedur jadi dua sampai tiga minggu,” papar Irwan.

Tips Perawatan Bagi Pemilik

Guna menjaga kondisi kendaraan tetap terjaga tentu dibutuhkan kesadaran dari sang pemilik untuk melakukan langkah-langkah perawatan. Cara paling mudah memang dengan membawanya ke workshop resmi.

“Untuk masalah perawatan saya pikir itu akan lebih optimal dilakukan di dealer. Karena apa? Pengecekan untuk masalah super car tidak bisa hanya dilakukan secara visual semata. Mobil harus diangkat, pengecekan lebih banyak dilakukan di bawah,” jelasnya.

Satu hal menarik yang dilihat Irwan, kebanyakan pemilik super car terutama yang berada di luar Jakarta kini sudah memiliki car parking lift di garasi pribadinya. Dengan begitu mobil bisa diangkat secara aman jika sewaktu-waktu perawatan harus dilakukan oleh mekanik yang datang.

Di luar itu, tips dari Irwan bagi pemilik super car, salah satunya ialah menyadari kemungkinan penurunan kualitas bahan bakar yang ada di dalam tangki bensin.

Seperti diketahui, super car bukanlah mobil yang digunakan sehari-hari oleh pemiliknya. Jika disimpan terlalu lama, sebut saja hingga tiga bulan maka otomatis bensin akan terkontaminasi dengan zat lain, contohnya air.

“Misalnya tiga bulan mobil baru dipakai kemudian timbul engine check menyala. Itu bisa karena kontaminasi air pada bahan bakar,” jelas Irwan.

Kemudian untuk bagian interior, super car kerap menggunakan material-material spesial di dalam kabinnya. Satu hal yang mesti diwaspadai adalah masalah kelembaban. Terutama untuk panel-panel interior yang memiliki lapisan semacam karet.

Tanpa sirkulasi udara yang baik, material semacam itu bisa-bisa kondisinya terganggu sehingga menjadi agak lengket dan menimbulkan bau apek. Untuk masalah ini solusinya cukup mudah. Bisa dengan cara menaruh produk penyerap lembab atau yang biasa disebut dehumidifier.

“Kalau bisa sih kaca jendela juga dibuka sedikit untuk memberi sirkulasi angin ke dalam kabin,” sambungnya. Namun sebelum memutuskan untuk melakukannya, pastikan mobil diparkir di lingkungan yang aman.

Sedangkan untuk eksterior, secara umum kerap ditemui pemilik mobil menggunakan body coating pada bagian luar kendaraannya. Treatment tersebut memang bisa meningkatkan penampilan kendaraan dengan membuatnya lebih mengkilap.

Namun jika tujuannya untuk melindungi body mobil dari serpihan aspal atau kerikil maka jenis yang disarankan Irwan ialah sticker coating.

SAMPAIKAN KOMENTAR