Sering Dianggap Sepele, Simak Pentingnya Memanaskan Mobil Selama Pandemi
25
Nov
2020
0 Comment Share Likes 390 View

2020 sudah di penghujung tahun namun menyisakan satu hal yang berdampak ke seluruh penduduk di dunia, kemunculan pandemi COVID-19 sejak kuartal pertama tahun 2020 masih belum usai juga.

Sehubungan dengan belum selesainya pandemi ini, sebagian dari Pria Intersport mungkin masih diharuskan bekerja secara remote dari rumah masing-masing. Dengan begitu para mobil Pria Intersport yang biasa digunakan untuk ke kantor, sekarang hanya diam di garasi. Tentunya hal ini akan berdampak pada kondisi kendaraan karena tidak digunakan dalam waktu yang lama.

Berikut ini adalah daftar hal-hal yang dapat Pria Intersport lakukan untuk menjaga kondisi mobil selama masa pandemi ini.

 

Menjaga Sirkulasi Oli Pada Mesin

Pada kondisi mobil yang jarang digunakan, oli mesin pada kendaraan akan berada pada kondisi terbawah bagian mesin mobil. Sebagian dinding mesin dengan celah yang sempit akan menemui kekeringan karena tidak adanya perputaran oli ke bagian-bagian atas mesin.

Kinerja mesin kendaraan sangat berpengaruh dengan kebutuhan lubrikasi pada ruang mesin, karena sebagian besar komponen mesin kendaraan kita memiliki material metal yang mudah menghantarkan suhu panas yang tinggi. Akibatnya, jika kendaraan kita jarang digunakan oli mesin akan menumpuk di bagian bawah mesin dan bagian atas mesin menjadi kering.

 

 

Maka saat akan dinyalakan kembali sebagian besar komponen mesin yang berada pada bagian atas akan bergesekan secara langsung tanpa adanya pelumas. Hal ini tidak hanya akan menimbulkan suhu yang panas. Tapi juga dapat membuat kerusakan pada komponen mesin karna terlalu lama bergesekan dengan tidak adanya perputaran pelumas ke seluruh bagian komponen mesin.

Untuk menghindari hal-hal tersebut, ada baiknya Pria Intersport memanaskan mesin kendaraan secara berkala setiap paginya. Jika hal ini dilakukan secara rutin, perputaran pelumas akan selalu menempel pada dinding-dinding mesin hingga bagian atas ruang mesin.

Tidak memerlukan waktu yang lama untuk melakukan kegiatan ini. Memanaskan mesin mobil cukup dalam waktu 5-10 menit saat kondisi idle rpm kendaraan sudah ada pada keadaan stagnan. Dengan cara yang sederhana ini Pria Intersport sudah dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti contoh terburuk yaitu kerusakan pada blok mesin.

 

sumber: freepik.com

 

Supply Aliran Listrik Demi Jaga Kelistrikan

Kondisi kendaraan yang sudah lama tidak digunakan berdampak pada bagian elektrikal kendaraan. Contoh yang paling sering ditemui adalah kerusakan pada aki mobil atau biasa kita dengar sebagai aki soak. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya supply daya listrik ke aki.

Alhasil mobil yang mengalami aki soak akan menemui kesulitan saat menyalakan mobil pertama kali setelah lama tidak dinyalakan. Penurunan daya sendiri memiliki beragam kondisi, tergantung dari kualitas aki serta umur pada aki tersebut. Semakin tua dan buruknya kualitas aki, akan menyebabkan pengurangan daya yang lebih terasa dibandingkan dengan aki dengan kondisi baru dan memiliki kualitas yang tinggi.

Untuk menghindari kerusakan pada aki ini, ada baiknya Pria Intersport secara rutin untuk memanaskan mobil, karena memanaskan mobil juga memberikan daya listrik kembali lewat bagian alternator kendaraan kalian.

 

Memberikan Sirkulasi Udara Pada Ruang Kabin 

Sambil memanaskan kendaraan, Pria Intersport juga dapat memberikan sirkulasi udara yang baik pada kabin kendaraan. Cukup dengan membuka berbagai sisi jendela kendaraan, maka udara yang ada di dalam kabin akan tergantikan dengan udara baru yang masuk dari luar. Namun Pria Intersport juga jangan sampai lupa untuk mensterilkan kembali ruang kabin dengan cairan desinfektan untuk menghindari bersarangnya virus atau bakteri dari udara luar kendaraan.

Mengingat Indonesia memiliki kondisi kelembaban yang tinggi, sirkulasi udara pada bagian dalam kendaraan juga akan menghindari permasalahan jamur pada interior kendaraan Pria Intersport.

 

sumber: cintamobil.com

 

Selalu Perhatikan Tekanan Angin Pada Ban

Percaya atau tidak, kendaraan yang jarang digunakan dalam waktu tertentu akan mengakibatkan berkurangnya tekanan angin pada ban. Hal ini dikarenakan bagian ban yang menapak selama kendaraan terparkir lama kelamaan akan merata dengan permukaan tanah. Ini terjadi karena adanya pori-pori pada karet ban ataupun velg yang memungkinkan udara dapat keluar saat partikel udara menjadi dingin karena kondisi kendaraan tidak digunakan. 

Akibatnya akan terjadi ketidakstabilan ketika mobil pertama kali dijalankan setelah lama terparkir. Cara mengatasinya adalah dengan memberikan sedikit perjalanan pada kendaraan Pria Intersport, atau sekedar maju dan mundurkan kendaraan secara berkala, sehingga setiap bagian roda akan mengalami tekanan karena bersentuhan dengan permukaan tanah.

Dari lipatan yang dihasilkan karena mobil lama terparkir, kondisi ban yang menginjak tanah akan lebih rentan terbuka pori-porinya sehingga umur dan ketahanan ban kendaraan pun akan berkurang. Jika sudah seperti kejadian diatas, tentunya Pria Intersport tidak disarankan untuk memaksa menggunakan kendaraan saat kondisi ban yang kekurangan angin, sehingga mau tidak mau Pria Intersport harus menggunakan ban serep terlebih dahulu untuk setidaknya memperbaiki kerusakan yang sudah timbul karena kurangnya tekanan angin pada ban.

 

Munculnya Kuman dan Virus Pada Saringan Udara

Air Conditioner (AC) mobil yang jarang digunakan akan menyebabkan endapan debu pada saluran pendingin kendaraan. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya fungsi penyaring udara pada kabin. Maka dari itu dengan memanaskan kendaraan secara berkala akan dapat mengurangi probabilitas endapan debu yang berlebih karena AC berjalan secara optimal.

 

Cegah Bahan Bakar Yang Mengendap

Selain dapat menyebabkan munculnya jamur dan karat, kondisi udara di Indonesia yang memiliki kadar kelembaban yang tinggi, selain dapat mempengaruhi udara dalam kabin, hal tersebut juga dapat mengendapkan bahan bakar karena menguap pada dinding tangki kendaraan. Akibatnya, bahan bakar bisa bercampur dengan air embun sehingga mengurangi kualitas bahan bakar, serta berpotensi menyebabkan karat pada tangki kendaraan. Hasilnya adalah ketika timbul karat pada tangki kendaraan, tangki dapat mengalami kebocoran dan penyumbatan saluran bahan bakar ke ruang mesin.

Berikut beberapa tips yang bisa Pria Intersport lakukan untuk menjaga kondisi mobil yang jarang digunakan di masa pandemi ini. Jangan lupa juga untuk follow dan subscribe akun media sosial Intersport Auto untuk tips dan info otomotif lainnya, Bro!

SAMPAIKAN KOMENTAR