Sejarah Tesla dan Masa Depan Otomotif Dunia
05
Jan
2021
0 Comment Share Likes 187 View

Mungkin pada beberapa dekade lalu, ketika mendengar istilah kendaraan atau mobil elektrik, Pria Intersport akan beranggapan dan meremehkan inovasi tersebut. Salah satu alasannya mungkin karena mobil-mobil elektrik biasanya memiliki desain yang sangat berbeda serta tenaga yang dimiliki masih di rendah untuk menggantikan kesenangan dan pengalaman berkendara dari mobil-mobil internal combustion.

Namun seiring berjalannya waktu, mobil elektrik kini mulai berevolusi ke tren yang sangat positif, hal ini tidak lepas dari inovasi yang dilakukan oleh salah satu produsen mobil asal Amerika yang dipimpin oleh seorang pria nyentrik yang selalu memberikan ide-ide gila dan segar. Siapa lagi kalau bukan Elon Musk dan Tesla miliknya.

Dan mungkin masih banyak juga dari Pria Intersport yang mendapatkan informasi yang kurang tepat tentang perjalanan Elon Musk dengan perusahaan Tesla miliknya. Nah pada artikel kali ini Intersport akan mencoba memberikan beberapa informasi yang akurat perihal Elon Musk, Tesla dan perkembangan otomotif dunia di masa mendatang.

 

Awal Berdirinya Tesla

Banyak yang masih beranggapan bahwa Elon Musk merupakan pendiri serta pemimpin dari perusahaan tersebut sejak awal didirikan. Nyatanya, Tesla merupakan perusahaan yang didirikan oleh Martin Eberhard dan Marc Tarpenning yang berlokasi di selatan California di daerah sekitar Melmo Park.

 

sumber

 

 

Eberhard dan Tarpenning merupakan pengusaha sukses yang memulai debutnya dengan membuat sebuah gadget khusus pembacaan E-book asal Silicon Valley yang diberi nama Rocket E-book (asal mula Kindle) memiliki kesuksesan yang luar biasa, Eberhard ingin membelanjakan sebagian uangnya untuk membeli sebuah mobil sport untuk dirinya pribadi. Namun alih-alih membeli mobil sport dengan mesin besar dan harga selangit, Eberhard justru jatuh cinta kepada salah satu mobil listrik yang ia temui.

Mobil listrik itu adalah AC Propulsion T-Zero asal San Dimas, California. Eberhard yang langsung jatuh cinta oleh desain dan pengalaman berkendara yang diberikan oleh mobil T-Zero miliknya meninggalkan sebuah pertanyaan di dalam kepalanya “mengapa mobil sport tenaga listrik seperti ini tidak banyak diproduksi oleh perusahaan otomotif besar sekelas ford dan GM”.

 

sumber

 

Pertanyaan tersebut pula yang memantapkan Eberhard untuk berinvestasi pada perusahaan tersebut. Namun setelah berkutat selama beberapa bulan pada AC Propulsion miliknya, akhirnya Eberhard melihat kekurangan yang dimiliki oleh mobil dengan mesin listrik ini, yaitu mobil-mobil elektrik yang beredar pada saat itu masih menggunakan baterai berjenis Lead-Acid Battery.

Konfigurasi Lead-Acid Battery merupakan baterai yang telah digunakan sejak ratusan tahun lalu. Kekurangannya adalah berupa pengurangan penampungan daya yang cepat, serta kebocoran elektrikal. Hal itu memberikan ide kepada Eberhard untuk menggunakan baterai dengan konfigurasi Lithium-ion yang ia pernah digunakan juga pada device E-book miliknya (Rocket E-Book) dan diaplikasikan pada mobil sport miliknya.

Dari pemikiran tersebut akhirnya Eberhard mengajak Tarpenning untuk membuat perusahaan yang diberi nama Tesla, yang terinspirasi dari nama seorang ilmuwan jenius Nikola Tesla. Pada 23 April 2003,  secara resmi perusahaan Tesla berhasil didirikan. Eberhard serta Tarpenning memiliki visi untuk mendirikan sebuah pabrik otomotif yang membuat sendiri semua part yang ada pada sebuah kendaraan pada 1 tempat yang sama, berbeda dengan perusahaan otomotif lainnya yang memiliki berbagai vendor dari setiap part yang berbeda.

Eberhard dan Tarpenning mencoba untuk menciptakan mobil pertamanya dari mobil yang sudah ada sebelumnya, dan dimodifikasi sedemikian rupa menjadi kendaraan yang menggunakan tenaga listrik yang ramah lingkungan. Mereka memilih mobil asal pabrikan Inggris, Lotus. Yang terkenal dengan produsen kendaraan mobil sport yang ringan.

Eberhard menggunakan Motor dan Controller yang sudah ada sebelumnya dari AC Propulsion, namun karena project ini merupakan project yang sangat besar, alhasil biaya yang dibutuhkan juga akan melambung tinggi, sehingga Eberhard dan Tarpenning mencoba mengajak salah satu rekan mereka asal Silicon Valley yang baru saja mendapatkan uang yang sangat banyak dari hasil menjual perusahaan yang bernama PayPal, Elon Musk.

 

sumber

 

Bergabungnya Elon Musk sebagai CEO Tesla

Elon yang memiliki passion pada dunia otomotif sontak tertarik dan memberi suntikan dana yang besar pada perusahan Tesla tersebut. Dari dana besar yang didapatkan Tesla akhirnya dapat merekrut seorang engineer handal yang memiliki berbagai pengalaman gemilang terhadap pembuatan mobil balap bernama Ian Wright.

 

sumber

 

Sehingga pada tahun 2004 Tesla berhasil melakukan debut pertamanya dan memperkenalkan sebuah mobil yang diberi nama Tesla Roadster. Mobil ini merupakan Lotus Elise yang dimodifikasi besar-besaran pada sektor mesin sehingga dapat beroperasi dengan menggunakan hanya mesin elektrik. Tesla Roadster menjadi hal yang menarik dan disambut positif oleh berbagai kalangan, sehingga pada launching pertama Tesla Roadster mobil ini langsung mendapat 100 unit pre order yang dibanderol dengan harga $100 ribu serta Tesla juga berhasil mengamankan investasi dari berbagai sumber hingga $13 juta.

Karena berbagai faktor, mobil Tesla Roadster yang telah banyak dipesan harus mengalami penundaan yang berulang, maka sejak itulah akhirnya Tesla menunjuk Elon Musk sebagai CEO untuk dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Keputusan itu ternyata berhasil membuahkan hasil yang positif. Tesla Roadster akhirnya secara resmi debut pada tahun 2008, selama tahun 2008 hingga 2012, 2400 unit Tesla Roadster berhasil terjual di seluruh dunia.

 

Tesla dan S3XY Cars

Menggunakan Three Phase Motor dan 4 Induction Electric Motor memberikan hasil performa sebesar 248 hp dan torsi maksimum 200 ft/lbs (dan di-upgrade menjadi 295 ft/lbs) yang didapatkan secara instan dan stabil hingga 6000 rpm sehingga 0-100km/h hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 4 detik.

Tesla sontak menjadi produsen mobil yang diperhitungkan dan menjadi ancaman bagi berbagai produsen otomotif kelas dunia. Hingga tahun 2012 dimana Tesla meluncurkan mobil yang secara utuh mereka produksi sendiri, tanpa menggunakan basis dari mobil asal produsen lain. Lahirlah Tesla Model S.

 

sumber

 

Mobil sedan mewah dengan berbagai fitur yang memanjakan pengemudi ini, memiliki keunikan tersendiri, mobil ini dikontrol oleh layar besar pada head unit mereka yang terintegrasi dengan keseluruhan fitur yang dimiliki pada mobil. Mobil ini juga memiliki interior yang sangat luas, mengingat segala komponen mesin dan baterai diletakkan pada bagian bawah mobil, hal itu pula yang memberikan center of gravity yang baik pada mobil ini. Model S memiliki power hingga 588 hp serta 920 ft/lbs dapat melahap kecepatan 0-100 km/h kurang dari 3 detik.

Tidak berhenti hanya sampai membuat sedan dengan performa tinggi. Selanjutnya Tesla memperkenalkan lini terbaru mereka pada tahun 2015 yang diperuntukkan sebagai mobil  keluarga dengan konfigurasi 6-7 seater dan diberi nama Model X. Mobil ini memiliki performa yang luar biasa dan dapat melahap kecepatan 0-100 km/h masih dibawah 3 detik pada tipe tertingginya.

 

sumber

 

Tesla Model X juga dibekali dengan pintu belakang yang ikonik, Falcon Doors. Tipe ini memungkinkan pintu mobil terbuka walau berada di tempat yang sangat sempit. Keberhasilan Tesla Model S sangat mempengaruhi antusiasme publik terhadap mobil SUV elektrik ini sehingga pada debutnya, Tesla Model X telah mengantongi sekitar 30.000 pre-order bahkan sebelum mobil ini resmi dijual kepada publik.

Selang 2 tahun kemudian Tesla Kembali memberikan kejutan kepada publik dengan menghadirkan Model 3 yang menjadi salah satu mobil paling laris di seluruh dunia, Model 3 merupakan mobil hatchback perkotaan, dibanderol dengan harga yang paling ekonomis dari seluruh model yang Tesla produksi. Model 3 memiliki tenaga dan bobot yang paling kecil juga dibandingkan dengan para pendahulunya. 0-100 km/h dalam waktu 4.6 detik nampaknya tetap sangat impresif mengingat mobil ini memiliki bandrol harga yang ekonomis ($42.000)  sehingga pada minggu pertama penjualannya, Model 3 telah dipesan sebanyak 325.000 unit.

 

sumber

 

Sejak keberhasilan Model S dalam memikat hati para konsumen, Tesla telah memberikan tamparan kuat bagi para produsen mobil yang saat itu sedang berjaya, beberapa konsumen lebih memilih mobil listrik yang ramah lingkungan serta minim perawatan milik Tesla.

 

Perkembangan Tesla dan Electric Vehicle di Dunia

Tesla telah memaksa para raksasa industri otomotif seperti Ford, BMW serta Mercedes Benz yang sebelumnya duduk nyaman pada singgasananya, untuk mengeluarkan kocek berlebih untuk pengembangan mobil listrik miliknya sendiri. Bahkan tren Electric Vehicle yang diciptakan Tesla juga banyak menginspirasi para produsen Hypercar dan mobil komersial (truk) untuk mengembangkan Hypercar dan mobil komersial yang menggunakan tenaga listrik.

 

sumber

 

Secara tidak langsung, kehadiran Tesla memberikan gambaran tentang tren-tren mobil di masa depan yang di mana kemungkinan besar mobil dengan mesin Internal Combustion akan mulai ditinggalkan, dan berfokus pada mobil dengan tenaga listrik. Memang selalu ada pro dan kontra terhadap inovasi mobil listrik, namun hingga saat ini, Intersport masih beranggapan bahwa mobil listrik akan menjadi masa depan dari dunia otomotif pada tahun-tahun mendatang.

SAMPAIKAN KOMENTAR