Sejarah Engine Placement dan Kemunculan Berbagai Mobil Legendaris
27
Dec
2020
0 Comment Share Likes 238 View

Setelah ratusan tahun yang penuh akan inovasi serta kreativitas para produsen otomotif, sekarang kita dapat menikmati hasil buah tangan para produsen mobil yang nyaman, aman serta dapat diandalkan karena reliabilitasnya. 

Marak kita temui pada mobil-mobil yang ada dipasaran menggunakan konfigurasi mesin yang ditempatkan di bagian depan mobil, dengan penggerak roda depan yang tentunya bukan tanpa proses dan pertimbangan ketat. Lantas bagaimana proses penempatan mesin pada mobil sebelum akhirnya konfigurasi mesin dan penggerak depan menjadi pilihan utama para produsen otomotif mobil di seluruh dunia?

Jawaban singkatnya adalah dengan menggunakan konfigurasi mesin depan dengan penggerak roda depan maka pengendalian pada mobil akan lebih baik atau dapat dibilang lebih mudah. Itu karena beban pada mesin yang ditempatkan di depan mobil akan memberikan traksi yang lebih besar pada mobil, sehingga setiap pengemudi akan lebih dapat mengontrol laju kendaraan.

Selain itu fitur pendinginan mesin seperti radiator yang membutuhkan pasokan udara yang banyak, membuatnya ideal jika diletakkan pada bagian depan mobil, karena dapat menampung udara yang banyak dengan lebih mudah serta lebih murah harga produksi nya karena dekat dengan posisi mesin yang harus didinginkan.

Namun bukan berarti hal itu telah diketahui oleh pihak produsen mobil sehingga sejak awal produsen mobil akan menggunakan konfigurasi mesin depan serta penggerak depan yang sekarang banyak ditemui. Untuk mengetahui proses ini, Intersport akan mengajak Pria Intersport untuk menjelajah waktu ke abad 19 dimana kebanyakan “mobil” pada awal kemunculannya menggunakan konfigurasi mesin belakang serta penggerak roda belakang.

 

Awal Mula Kemunculan Konfigurasi Mesin Depan

Hingga akhirnya pada tahun 1995 produsen mobil asal Prancis, Panhard, menciptakan mobil dengan konfigurasi mesin depan dan penggerak roda belakang, untuk dapat mencapai titik tersebut, Panhard harus menciptakan transmisi modern (digunakan hingga saat ini), yang ternyata memiliki handling yang lebih baik dari para pendahulunya.

Konfigurasi mesin depan dan penggerak roda belakang ini menjadi standar baru pada pembuatan mobil di masa itu, terhitung sejak perusahaan raksasa otomotif asal Amerika, Ford, berhasil menjual sekitar 16 juta unit Model T yang menggunakan konfigurasi mesin depan dan penggerak roda belakang pada tahun 1908 hingga 1927 dan hampir semua produsen mobil ikut menggunakan konfigurasi tersebut.

 

sumber

 

Awal Mula Kemunculan Konfigurasi Mesin Belakang

Namun tren konfigurasi tersebut harus tergantikan saat Mercedes Benz pada tahun 1931 yang mencoba menggunakan konfigurasi mesin belakang berpenggerak roda belakang pada model 130H, melihat hal ini rival satu negara Mercedes Benz, yaitu Volkswagen mencoba untuk mempopulerkan juga konfigurasi mesin dan roda penggerak tersebut, dengan salah satu model paling iconic yaitu Volkswagen Beetle pada tahun 1938.

Mobil yang didesain oleh Ferdinand Porsche (Kelak menjadi CEO Porsche) ternyata memiliki kisah yang kontroversial karena dianggap copy-paste salah satu model mobil asal produsen Tatra yang berakhir dengan Volkswagen harus membayar sejumlah uang kepada pihak Tatra yang menang pada pengadilan.

Namun tampaknya bukan halangan bagi Volkswagen Beetle untuk tetap menjual unit merk keseluruh dunia yang bahkan menjadikannya salah satu mobil paling laku di seluruh dunia.

 

sumber

 

Bagi para pengamat otomotif, konfigurasi mesin belakang dengan roda penggerak belakang merupakan cara yang tepat untuk mendapatkan akselerasi yang baik, namun hal tersebut juga memiliki konsekuensi dimana pada konfigurasi tersebut mobil cenderung mengalami oversteer yang menjadikan banyak dari para konsumen mengeluh tentang handling pada konfigurasi mesin juga roda penggerak belakang tersebut.

Hal ini memberikan PR pada berbagai produsen mobil di seluruh dunia yang harus diselesaikan secepatnya. PR tersebut kemudian dapat dikerjakan dengan baik oleh produsen mobil Porsche lewat model 911 yang melegenda pada tahun 1964. Porsche menyiasati  kondisi handling yang buruk pada konfigurasi mesin belakang ini dengan menjaga tinggi mobil tetap rendah dan wheelbase yang lebih pendek dari Volkswagen Beetle.

Keberhasilan Porsche dengan formula racikannya menginspirasi berbagai produsen mobil untuk membuat mobil sedan Coupe 2 pintu dengan menggunakan konfigurasi mesin belakang berpenggerak roda belakang pada line up yang mereka miliki. Contohnya seperti DMC dengan model DMC 12 serta Alpine dengan model A110 nya.

 

Kembalinya Takhta Konfigurasi Mesin Depan

Konfigurasi ini menjadi sangat populer sampai produsen Amerika Chevrolet mengeluarkan model Chevrolet Corvair yang menggunakan konfigurasi tersebut. Namun karena memiliki wheelbase yang panjang akibat mobil ini merupakan model sedan 4 pintu, mobil ini menjadi sangat tidak aman. Ditambah lagi, salah satu konsumen dari mobil ini adalah politisi Amerika, Ralph Nader yang kemudian memberikan kritik keras terhadap mobil tersebut dengan cara menulis sebuah buku yang bertajuk “Unsafe at Any Speed”.

 

sumber

 

Buku tersebut membahas tentang konfigurasi mesin belakang  khususnya pada mobil Chevrolet Corvair yang sangat berbahaya dan menyebutnya sebagai “One Car Accident”. Buku ini menjadi sangat populer dan berhasil memberi ketakutan para pembacanya untuk menggunakan mobil dengan konfigurasi mesin dan penggerak roda belakang secara keseluruhan.

Dampaknya adalah para produsen asal Amerika mulai memindahkan konfigurasi mesinnya menjadi di depan dengan penggerak roda belakang, alhasil lahirlah model-model mobil seperti Ford Mustang, Chevrolet Camaro dan Dodge Charger. Dengan konfigurasi ini mobil lebih aman dari gejala oversteer dan memudahkan pengemudi untuk mendapatkan handling yang baik. Trend konfigurasi depan menjadi sangat populer bahkan hingga saat ini, terlebih ketika para produsen mobil asal Jepang serta Jerman telah ikut menggunakan konfigurasi ini sebagai konfigurasi standar yang mereka gunakan. Puncaknya adalah pada tahun 1980an, dimana mobil-mobil yang memiliki reputasi baik dari segi performa serta segi ekonomis adalah mobil yang menggunakan konfigurasi mesin depan, seperti Honda Civic, Nissan Z serta Silvia dari Jepang, ataupun BMW seri 3 asal Jerman yang hadir pada program Driven by Passion di channel YouTube Intersport Auto

 

Mid-Engine sang Spesialis Handling dan Akselerasi

Namun di waktu yang bersamaan dengan bangkitnya kepopuleran mesin depan yang diawali dari keberhasilan para produsen otomotif Amerika, lahirlah era mobil Muscle, dimana para produsen asal Amerika mulai membekali mobil-mobil mereka dengan mesin berukuran besar yang diletakkan di depan. Namun, dengan adanya bobot yang besar karena menggunakan mesin berukuran besar, menjadikan bagian belakang mobil kekurangan torsi bahkan akselerasi.

Untuk menangani hal tersebut, para produsen menyiasatinya dengan menaruh mesin dan pengemudi lebih mundur ke bagian belakang sehingga mobil-mobil seperti Chevrolet Camaro tahun 1980 dan Chevrolet Thunderbird 1970 memiliki kap mesin yang sangat panjang, dan dengan dimundurkannya lokasi mesin mobil-mobil tersebut tergolong memiliki konfigurasi mesin depan-tengah.

Konfigurasi mesin tengah sendiri sebenarnya sudah ada sejak 1961 yang digunakan oleh mobil Bonnet Djet dan menjadi populer sejak kemunculan Lamborghini Miura yang menggunakan konfigurasi mesin tengah dengan menggunakan transverse engine.

 

sumber

 

Konfigurasi mesin tengah sendiri telah menjadi favorit para produsen mobil-mobil exotis asal eropa karena memiliki keuntungan berupa handling dan traksi yang luar biasa. Meskipun begitu, konfigurasi mesin tengah memiliki konsekuensi dengan tidak tersedianya ruang penyimpanan yang layak, sehingga mobil mid engine biasanya hanya bisa ditemui pada mobil-mobil sport yang jarang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Setiap konfigurasi lokasi mesin memiliki pro dan kontra nya masing masing, seperti rear engine yang memiliki torsi dan traksi yang meluap namun dengan gejala oversteer. Mid engine dengan performa handling dan traksi yang baik namun tidak memiliki ruang penyimpanan. Front engine yang memiliki ruang yang luas serta kemudahan mengemudi namun bersamaan dengan performa yang akan kalah dari 2 saudaranya.

SAMPAIKAN KOMENTAR