Retroactive, Komunitas Para Jurnalis Otomotif Penggemar Mobil Lawas
29
Mar
2021
0 Comment Share Likes 355 View

Jurnalis otomotif sejatinya wajib mengikuti perkembangan terbaru tentang otomotif, baik itu di dalam maupun di luar negeri. Mungkin banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya jurnalis otomotif itu memang suka dengan dunia otomotif atau nggak sih? Jawabannya iya, Bro! Para jurnalis otomotif ini ternyata banyak yang memiliki hobi memelihara mobil tua atau retro dan mereka tergabung dalam sebuah wadah bernama Retroactive

Komunitas yang berdiri sejak 28 Mei 2018 silam dan secara kebetulan ini, tidak semua anggotanya adalah jurnalis otomotif. Ada juga beberapa tokoh public relation dari beberapa produsen otomotif yang ada di Indonesia. Willy Keraf, Public Relation dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menjadi inisiator dari berdirinya grup Retroactive. Willy sendiri merupakan senior PR yang mencoba mengajak beberapa wartawan yang memelihara mobil tua untuk membuat group WhatsApp.

 

sumber

 

Di dalam grup tersebut bahasannya jelas, yakni mengenai seputar mobil tua yang dimiliki para membernya. Merek kendaraan yang dimiliki oleh para anggota Retroactive pun bisa dibilang sangat bervariasi. Mulai dari merek Toyota, Jeep, Honda, Mitsubishi, Volvo, Peugeot, Mercedes-Benz, BMW, Suzuki, Subaru, Land Rover dan lain sebagainya ada, kok! Kondisi dari mobilnya pun bisa dibilang sangat apik, karena benar-benar terawat dari segi eksterior, interior hingga mesinnya.

“Kami berangkat dari hobi yang sama, suka akan mobil klasik-retro, suka ngulik kalau ada problem, sekaligus bereksperimen dengan segala sesuatu yang bisa optimalkan ketangguhan dan kenyamanan mobil klasik-retro kita,” sebut salah satu inisiator WAG Retroactive, Bimo Aribowo, pemilik Mitsubishi Lancer GLXi 1995.

 

Agenda Retroactive

 

sumber

 

Layaknya agenda komunitas pada umumnya, Retroactive sesekali mengadakan kopi darat (kopdar). Biasanya mereka menggelar kopdar di Ranch Market Pondok Indah, Jakarta Selatan pada akhir pekan dan memanfaatkannya sebagai momen berkeluh kesah mengenai kendaraannya masing-masing. Ada juga yang saling bernostalgia membahas masa-masa dulu ketika masih menjadi rekan satu kantor. Maklum, jurnalis otomotif di dalam Retroactive ini bisa dibilang adalah orang yang cukup senior dan disegani. 

Misalnya, ada yang saat ini menjabat sebagai pemimpin redaksi, editor dan ada juga yang statusnya saat ini menjadi pemilik dari media otomotif ternama di Tanah Air. Selain jurnalis, ada juga yang menjabat sebagai Head of Public Relation di produsen otomotif ternama. 

Namun ketika sudah berkumpul di depan mobil, semua jabatan seakan ditinggalkan. Fokus utamanya hanya membahas kendaraan yang saat itu dibawa. Terkadang para jurnalis otomotif ini memiliki hingga lebih dari 2 mobil yang “dipelihara”. 

“Awal mulanya dari pemikiran, saya bekerja di produsen kendaraan tapi masa sih nggak bisa menikmati salah satu model legendaris di masanya. Saya pilih mobil saloon ini karena menjadi simbol aristokrat saat itu, sambil merasakan faktor kenyamanan, model elegan, dan jarang yang memeliharanya,” ungkap Dimas Aska, Head of Media Relation dari salah satu perusahaan otomotif Jepang nomor satu di Indonesia yang memelihara Toyota Crown Royal Saloon 3.0 Twincam tahun 1995 A/T berkelir silver.

Hingga saat ini, anggota yang tercatat dalam group WhatsApp Retroactive mencapai 42 orang. Seluruhnya merupakan orang pehobi dengan mobil-mobil tua yang dirawat sepenuh hati. Memang, komunitas ini tidak terbuka untuk umum dan lebih diperuntukkan menjalin kedekatan antara jurnalis dengan para produsen otomotif yang ada di Tanah Air. 

Buat lo pecinta mobil tua, retro, atau klasik, jangan mau kalah nih sama wartawan otomotif ini. Mereka aja masih menyimpan dan memakainya sesekali buat pamer ke sesama temannya.

SAMPAIKAN KOMENTAR