Punya Fitur Cruise Control, Berikut Cara Bijak Pakainya
25
Mar
2020
0 Comment Share Likes 403 View

Saat ini, fitur fitur canggih tidak hanya dimiliki oleh mobil mewah yang harganya mahal saja. Tapi beragam fitur mutakhir yang tentunya berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan berkendara dimiliki oleh berbagai mobil mobil yang ada di kelas menengah bahkan murah.

Saat ini fitur ABS dan Airbag sudah tersemat didalam berbagai jenis mobil. Bahkan, saat ini ada mobil yang berada di kelas menengah sudah dibekali dengan fitur Cruise Control.

Fungsi utama dari cruise control adalah untuk menjaga laju kendaraan dalam kecepatan yang diinginkan, tanpa perlu menekan pedal gas. Disini ECU memiliki fungsi tambahan untuk terus memonitor dan mengatur kecepatan, sesuai keinginan pengemudi. Kecepatan pun menyesuaikan kontur jalan. Bila ditetapkan 100 km/jam, baik dalam keadaan menanjak atau menurun, dijaga agar kecepatannya konstan. Dengan catatan, mobil yang memiliki fitur ini sudah menggunakan perangkat Drive by Wire.

Namun, banyak pengemudi awam tidak mengetahui cara kerja atau cara mengaktifkan fitur ini. Pasti ada juga pemilik mobil ber-cruise control belum pernah menggunakannya sama sekali. Padahal, jika Anda paham kegunaannya, niscaya rasa nyaman berkendara bakal bertambah. Khususnya saat perjalanan jauh lewat tol Trans Jawa dan Trans Sumatra. Kaki Anda dapat terbebas dari rasa lelah. Asalkan, tahu langkah tepat serta aman mengoperasikannya.

Ketahui Tombol dan Simbolnya

Seperti yang dilansir oleh oto.com hal yang  paham paling pertama adalah kita harus tahu cara mengaktifkan dan menonaktifkan dulu. Disini Lambang cruise control umumnya berupa lingkaran penggambaran speedometer. Umumnya tombol tersebut berada di setir atau ada juga yang berupa tuas dibelakang stir. Kemudian ada yang ditambahkan tulisan LIM atau sekadar CRUISE saja. Saat menekan tombol, sebuah indikator menyala di panel instrumen. Tapi cruise control belum aktif menahan kecepatan.

Tombol Cruise diikuti juga tombol “+” dan “-“. Salah satunya berbarengan juga dengan fungsi “Set” untuk mengaktifkan cruise control. Saat ditekan, kecepatan langsung terjaga walau pedal gas dilepas. Guna tombol “+” dan “-“ tadi, untuk menaikkan dan menurunkan kecepatan yang diinginkan. Kalau ingin mematikan cruise control, tekan tombol “cancel”. Bisa juga menginjak pedal rem atau gas.

Kenali Jenis Cruise Control

Cruise control paling standar di mobi mainstream, hanya sebatas menjaga dan mengatur batas kecepatan. Sistem lebih canggih bisa ditemui di mobil kelas premium. Ada sebutan Adaptive Cruise Control, yang membuat mobil secara otomatis menyesuaikan kecepatan sesuai arus lalu lintas. Peranti dalam sistem tentu bertambah, seperti radar, kamera dan sensor. Semuanya untuk mendeteksi kendaraan persis di depan, lalu memprogram laju mengikuti kecepatannya dan menjaga jarak yang sudah ditentukan.

Lebih canggih, cruise control yang masuk fase teknologi semi-autonomous. Teknologi bernama Nissan ProPilot Assist, Subaru EyeSight dan Audi Traffic Jam Assist, menggabungkan adaptive cruise control dengan teknologi semi-otonom. Selain kecepatan, kemudi juga bekerja otomatis menjaga mobil dalam jalurnya. Tapi teknologi ini belum tersedia di Indonesia.

Tetap Waspada dan Jangan Terlalu Percaya Terhadap Sistem

Mobil yang melaju otomatis pastinya melenakan. Tapi kewaspadaan seharusnya tidak berkurang. Kaki sepatutnya selalu siap agar tidak terlambat mengerem. Tangan pun juga siaga tanpa kendurkan kewaspadaan sedikit pun. Jangan pula terlalu mempercayai teknologi sepenuhnya. Bagaimanapun, sistem diprogram oleh manusia. Malfungsi mungkin saja terjadi.

Tepat Digunakan di Jalan Tol

Untuk diketahui, Cruise Control tak bisa digunakan di semua tingkat kecepatan. Umumnya, fitur ini baru bisa aktif setelah kecepatan berada di atas 30 -50 kpj (tergantung model kendaraan). Penggunaan paling pas di jalan bebas hambatan atau tol. Memungkinkan juga di jalan raya biasa, dengan syarat kondisinya sepi tanpa banyak kendaraan lain maupun pejalan kaki. Tentu suasana yang sulit ditemui. Lagipula pemakaiannya tidak lama bila sering bertemu persimpangan.

Begitu pula di jalan tol. Jalan yang lengang dan panjang sangat tepat untuk mengaktifkan cruise control. Asalkan konsisten di jalurnya, berkendara jadi rileks dan kaki bisa beristirahat sejenak dari pedal. Tapi tetap harus waspada untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Ketika lalu lintas mulai ramai, ada baiknya segera menonaktifkan sistem.

Jangan Aktifkan Cruise Control dalam Kondisi Jalan Licin

Sama halnya jalanan bersalju, tertutup es dan hujan deras. Sebab cruise control bakal selalu mengintervensi laju mobil ke kecepatan yang ditentukan. Misal di jalanan menanjak, mesin berakselerasi untuk menjaga kecepatan stabil. Otomatis gigi berpindah turun dan putaran mesin melonjak. Tercipta momentum kehilangan traksi ban. Akibatnya, mobil bisa melintir dan berakibat fatal.

SAMPAIKAN KOMENTAR