Prinsip Modifikasi Mobil dan Persiapan Overland
16
Nov
2019
0 Comment Share Likes 556 View

Tren modifikasi bisa dibilang akan mengikuti tren gaya hidup alias life style sang empunya mobil. Nah, sekarang ini bisa dibilang banyak kaum urban yang mendambakan perjalanan jauh lintas alam. Meskipun masih dalam kasus 'pilih-pilih jalan', medan yang ditempuh tidak terlalu ekstrem namun jaraknya jauh sekali. Biasanya setelan kendaraan seperti ini umum disebut modifikasi overland.

Kalau membandingkan spesifikasi dan modifikasi kendaraan kompetisi atau adventure off road dengan overland jelas beda, Mas Bro. Sebut saja misalya dari bagian suspensi, sasis, ban, dan faktor pendukung lainnya. Hal ini tentu akan berhubungan dengan kebutuhan dari kendaraan itu sendiri yang berbeda-beda.

Seperti disebutkan di atas sebelumnya, kendaraan overland kadang memang akan serikali bertemu dengan jalanan off road. Tapi tidak se-ekstrem seperti yang dilibas mobil berspesifikasi kompetisi off road. Medan jalannya relatif ringan-ringan saja hingga skala medium, lah. Tapi kendaraan overland biasanya akan dipersiapkan untuk mampu menempuh perjalanan yang sangat lama alias makan durasi waktu perjalanan yang sangat panjang.

Kegiatan menjelajah overland akan mengeksplorasi kepulauan dalam negeri hingga lintas negara. Lalu, kalau Mas Bro pengin memodifikasi kendaraan overland apa saja prinsip dasarnya? Nah, berikut adalah beberapa hal mendasar yang perlu diperhatikan dalam memodifikasi kendaraan overland yang baik.

Chek this out, Bro!

  1. Mekanikal

Hal pertama mungkin akan menyentuh sektor mekanikal, sistem dan variabel pada kendaraan. Prinsip kendaraan overland harus dibuat sesederhana dan setangguh mungkin. Artinya, kendaraan mampu meminimalisir sistem dan sebagainya agar kendaraan tetap bisa beradaptasi seusai kapasitasnya dan bekerja dengan baik di semua kondisi jalan yang Mas Bro tempuh. Paling tidak, Mas Bro sekalian harus sistem mekanikal pabrikan OEM dan semua jalur sistem yang saling berkaitan. Masalah yang rentan terjadi justru biasanya mengacu pada modifikasi 4WD aftermarket, kelistrikan dan modifikasi sistem mesin.

  1. Barang Bawaan dalam Kendaraan

Bagi yang baru pertama kali mencoba mengubah kendaraan overland, dijamin pasti akan bingung. Mas Bro akan dibuat bingung apa saja kebutuhan yang perlu dibawa dan biasanya barang yang cenderung tidak penting malah masuk ke list bawaan. Hal ini akan sangat berpengaruh pada Gross Vehicle Weight Rating atau berat maksimal yang sudah ditetapkan oleh pabrikannya. Intinya, tetap jaga kendaraan agar seringan mungkin. Disarankan kalau beban maksimal tetap berada di bawah 90 persen dari yang telah ditetapkan pabrikan. Selain untuk menjaga mesin dan komponen mekanikalnya tetap bekerja dengan baik, tentu hal tersebut akan sangat berguna untuk keselamatan berkendara Mas Bro sekalian. Jadi bisa dibilang juga kalau barang bawaan dalam kendaraan Mas Bro, merupakan cerminan dari seberapa berpengalamannya kamu dalam berkendaraan overland. Semakin berpengalaman, terlatih, dan banyak destinasi yang telah dikunjungi maka akan semakin sedikit barang bawaannya. Selain itu, semakin sedikit pula modifikasi yang Mas Bro butuhkan.

  1. Performa Suspensi

Sistem suspensi, geometri dan handling dengan muatan merefleksikan formula secara sempurna menjadi prinsip kendaraan overland yang tidak bisa ditawar-tawar. Mengingat ini adalah kendaraan overland, maka kendaraan harus memiliki kinerja yang sama baiknya antara jalanan aspal dan tanah atau non aspal lainnya. Suspensi memiliki peran penting, termasuk pengangkutan muatan, teknikal kinerja all-terrain, dan handling darurat guna menghindari tabrakan atau hewan liar yang tengah melintas. Dengan begitu, tentu saja suspensi harus punya karakter yang kuat dengan shock berkualitas dan komponen yang awet. Mas Bro juga bisa menyetel suspensi sesuai muatan, termasuk panjang dan spring rate serta diimbangi dengan kompresi dan rebound valve-nya.

  1. Pertahankan Mesin Bawaan

Soal modifikasi kendaraan overland, sering ditemui kesalahan yaitu mesin bawaan dibekali banyak modifikasi. Modifikasi yang sering dijumpai yaitu perubahan pada ECU, header, cold air intake, turbocharger aftermarket, dll. Sekilas ini memang terdengar seperti ide yang cemerlang, tapi ini justru akan menjadi suatu kerepotan di tengah hutan atau di suatu tempat yang entah di mana. Kasus lain yang kerap terjadi adalah swap engine yang dikawinkan dengan transmisi bawaan kendaraan. Ini biasanya pasti akan jadi masalah. Anggap saja misalnya jika beberapa komponen mesin OEM diniliai memiliki kelemahan, Mas Bro bisa melakukan upgrade atau setidaknya membawa suku cadang dalam perjalanan.

  1. Memilih Ban Berkualitas Tinggi

Prinsip lainnya saat modifikasi kendaraan overland adalah memilih ban berkualitas tinggi. Pilihlah ban high quality dengan tapak atau kembang yang tepat sesuai medan yang akan Mas Bro lalui. Nah, perlu diketahui, untuk keperluan overland biasanya menggunakan tipe all-terrain atau A/T. Ada juga kemungkinan kecil Mas Bro akan melewati medan berlumpur namun kebutuhan ban tipe Mud Terrain atau M/T belum sejauh itu. Tapak ban harus sesuai dengan penggunaan dan ukuran yang sewajarnya. Memang tidak ada yang salah juga untuk menggunakan ban besar jika kondisi memang menuntutnya. Namun perlu diingat nih Mas Bro, kendaraan overland harus tetap memiliki performa yang baik di jalur aspal. Bagi sebagian orang, ban A/T mungkin dirasa kurang memuaskan dari segi tampilan yang terlihat agresif, namun ban ini sangat cocok untuk perjalanan panjang dan dinilai sangat baik untuk mixed terrain maupun medan berpasir. Selain itu juga menghemat bahan bakar dan pengemudi pun dijamin tidak akan mudah kelelahan. Disarankan memakai ban dengan load rating diatas GVWR dan pilihlah konstruksi side-wall yang heavy-duty.

  1. Hindari Beban Berlebih di Atap Mobil.

Kesalahan dan menjadi prinsip kendaraan overland paling sering terjadi adalah menggendong muatan seperti roof tent, ban cadangan, alat dapur, beberapa jerigen air dan BBM di roofrack. Bahkan pemahaman dasar fisika pun akan membuktikan bahwa ide ini sangat berbahaya bagi seisi kendaraan. Jenis beban tersebut memicu sejumlah masalah, di antaranya handling karena adanya peningkatan Center Of Gravity (COG), performa berkendara yang buruk, boros bahan bakar, dan berpotensi merusak atap kendaraan. Disarankan terkait hal ini adalah mengemas muatannya serendah mungkin dan sedekat mungkin dengan garis tengah kendaraan jika memungkinkan.

  1. Self-recovery.

Overland jarak jauh hingga berbulan-bulan pada umumnya dilakukan oleh satu kendaraan saja, dalam hal ini pemahaman soal self-recovery menjadi hal penting. Sebelum nekat melakukan perjalanan overland, pastikan Mas Bro betul-betul menguasai penggunaan 4WD, winch dan peralatan pendukung lainnya. Self-recovery dan skill lebih penting ketimbang modifikasi apapun di mana menjadi bekal saat Mas Bro mengalami stuck. Alasannya sederhana, dengan kendaraan sebaik apapun dan pengemudi berpengalaman sekalipun, pasti akan menemui rintangan. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selama perjalanan, banyak hal yang tak terduga, Bro.

  1. Teknik Mengatur Barang Dalam Mobil

Sebelum memulai perjalanan panjang, usahakan untuk meluangkan waktu guna mengikat semua barang di roof rack dengan baik dan pastikan tali terpasang di semua titik. Hal Ini juga berlaku untuk mengamankan semua barang yang tersimpan di dalam bagasi, khususnya barang keras maupun berat. Bahkan gundukan jalan dapat menyebabkan barang terlempar ke kabin depan. Kalau itu terjadi bisa rentan mencederai penumpang. Buatlah sekat pemisah antara bagasi dan kabin penumpang dengan tali jaring atau cargo barrier agar barang tidak terlempar ke depan. Alternatif lain untuk menjaga barang tetap di tempatnya, Mas Bro bisa menambahkan rak dan laci tetapi hati-hatilah dengan bobotnya.

Nah, itu tadi prinsip modifikasi dan persiapan sebelum melakukan perjalanan jauh dan lama alias overland. Pastikan semua prinsip diikuti agar perjalanan semakin menyenangkan dan sarat pengalaman bermutu, bukan kesusahan yang didapat.

SAMPAIKAN KOMENTAR