Pilih ECU Standalone atau Piggyback?
11
Feb
2020
0 Comment Share Likes 518 View

Bagi kalian para pecinta otomotif terutama yang suka mengoprek mesin kendaraan kesayangan kalian, tentu sudah tidak asiing dengan ECU, ECU sendiri berarti Electronic Control Unit. Sesuai namanya ECU berfungsi sebagai sirkuit pengontrol piranti elektronik utama pada mobil yang berbasis komputer. Bagi sebagian orang yang hobby mengoprek kendaraanya untuk menghasilkan performa yang diinginkan maka para tuner tersebut akan menambahkan alat pendamping ECU utama yang biasa di sebut dengan ECU Stand alone dan Piggiback. Lalu apa saja sih yang perlu di perhatikan ketika kita akan memilih ECU ini? Berikut penjelasan dengan beberapa kelebihan serta kekurangan ECU Standalone dan Piggyback.

Piggyback

Piggyback merupakan sebuah modul eksternal yang berfungsi untuk memanipulasi data-data dari ECU ke mesin. Fungsi piggyback adalah memanipulasi ECU agar dapat  bekerja setelah mesin di lakukan rombakan modifikasi. Secara umum, piggyback dapat mengakses data-data yang bersifat umum, seperti pasokan bahan bakar, timing pengapian dan pengaturan udara dalam ruang bakar mesin. Saat ini Piggyback sendiri sudah semakin berkembang dengan fitur pengaturan piggyback yang semakin lengkap dan mendetail. Untuk harganya alat ini berkisar antara 4 juta hingga 10 jutaan. Dengan menggunakan piggyback, secara otomatis tingkat efisiensi bahan bakar dan pasokan udara akan meningkat. Selain itu akselerasi kendaraan kalian juga pasti akan meningkat. Karakter dari mesin injeksi sendiri adalah tenaga yang merata pada keseluruha rpm. Ini dikarenakan injeksi mempunyai sistem kontrol elektrik yang bisa mengontrol putaran mesin dan valve melalui komputer dengan ECU. Sedangkan bagi mesin mobil yang menggunakan turbo, piggyback juga dapat mengakomodir besaran boost dan setingan injector, dengan turbo module. Kelebihan yang lainya untuk Piggyback adalah harganya yang murah di bandingkan Stand alone, open limiter, instalasi yang mudah, bahkan ada beberapa yang sudah berfitur Launch control dan Traction control.

Namun piggyback sendiri mempunyai kelemahan, yaitu variasi setting pada mesin tak bisa se mendaalam ECU stand alone, karena piggyback hanya memenipulasi kerja ECU. Cara kerjanya adalah menipu ECU standart dengan cara bypass beberapa kabel ECU standart supaya dapat menggerakan Actuator sesuai dengan settingan yang di inginkan, yang di maksud Actuator adalah alat yang bekerja sesuai perintah dari komputer atau alat elektronik lainya, seperti Injector, coil, boost control, idle control, dan lainnya. Contoh sistem kerja pigyback adalah, ketika ECU standart yang menggerakan Actuator sebesar 20% dan dia tidak merasakan masalah sehingga check engine tidak hidup atau ON karena jalur nya sudah di Bypass Oleh Piggyback sehingga menggerakan Actuator sebesar 75% sehingga performa kendaraan dapat meningkat.

Standalone

ECU Standalone adalah ECU profesional yang di buat untuk pure perfomance junkie, perbedaan yang signifikan adalah ECU standalone tidak membutuhkan ECU standart untuk bekerja atau lebih simpelnya adalah benar benar menggantikan kerja ECU standaart mobil pada pengaturan mesin. Pada dasarnya, ECU stand alone dibagi dalam dua tipe, yakni close loop dan open loop. Pada tipe cloose loop, cara kerjanya mirip ECU standar. Karena, Pengaturannya tidah terlalu advance dan cara kerja programnya hanya dapat bekerja maksimal dengan setelan tertentu. Sementara pada tipe open loop, cara kerja programnya adalah wide band, yang berarti variasi setelannya lebih banyak. untuk kendaraan harian yang memang mebutuhkan kecepatan atau akselerasi yang responsif memang lebih di sarankan memakai tipe close loop sedangkan untuk kendaraan yang akan di gunakan untuk balap memang seharusnya memakai yang open loop karena kemampuan yang lebih advance, maka harga ECU stand alone open loop lebih mahal daripada piggyback, harganya sendiri bisa mecapai 70 jutaan untuk ECU stand alone open loop.

Namun tak semua ECU stand alone bisa berkerja maksimal karena ECU standar harus tetap terpasang untuk mengatur beberapa komponen yang tidak berhubungan dengan mesin, seperti AC, lampu dan komponen modul elektrik lainya, tapi untuk setingan mesin tetap dapat diatur secara terpisah. Cara ini bisa juga di lakukan dengan cara Mem Bypass ECU standart seperti Piggyback untuk mempersingkat pemasangan atau ada beberapa Feature yang belum tersedia di ECU standalone untuk menggantikan feature yang ada pada ECU standart. Intinya adalah ECU Standlone langsung menggerakan Actuator sesuai keinginan pengguna tanpa menipu kinerja ECU asli bawaan seperti Piggyback. Beberapa kelebihan dari ECU Standalone adalah Selectable ignition setup, Independent Valve Timing setup, Auxiliary input dan output, Fuel mapping, Fuel setup, Boost control, launch control, traction control, merekaam Data log, dan lainya. Sedangkan untuk kekurangan ECU standalone adalah dari segi harga yang mahal dan waktu pemasangan serta settingan yang pas untuk kendaraan kalian.

Jadi bagi kalian yang ingin menambahkan ECU Standalone atau Piggyback harus memperhatikan untuk apakah kendaraan yang akan kalian pasang alat ini, apakah untuk harian atau untuk track oriented.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR