Perjalanan Mesin Rotary, Dulu, Kini dan Nanti
30
Oct
2020
0 Comment Share Likes 568 View

Bagaimana mungkin sebuah konfigurasi mesin yang sudah terbukti tidak reliable, dan memiliki berbagai masalah, masih memiliki penggemar dan menjadi salah satu komoditas otomotif yang tidak lekang oleh waktu.

Pada saat ini kita hanya dapat menemui mobil-mobil baru dengan konfigurasi mesin yang menggunakan piston di dalamnya, padahal pada beberapa dekade kebelakang dunia telah diberikan salah satu jenis mesin yang tidak menggunakan piston sama sekali. Mesin itu adalah mesin Rotary.

 

Bukan dari Jepang, Mesin Rotary merupakan Hasil Engineer Asal Jerman

Mesin Rotary pertama kali diciptakan oleh engineer yang berasal dari Jerman bernama Felix Wankel pada tahun 1919. engan kode mesin DKM pada konfigurasi mesin tanpa piston miliknya, mobil ini memiliki power sebesar 21 daya kuda, versi pertama dari mesin Rotary ini memiliki housing dan rotor yang berputar.

Mesin Rotary versi pertama milik Felix Wankel tersebut menginspirasi engineer lainnya. Hans Dieter Paschke, untuk memodifikasi ide dari pendahulunya. Dengan kode mesin KKM, Hans menjadikan mesin ini hanya memiliki satu part yang berputar, yaitu bagian rotornya saja. Versi mesin Rotary Hans lah yang masih digunakan hingga masa modern ini.

Mesin KKM buatan Hans ini memiliki berbagai keunggulan seperti, kehalusan mesin, part yang ringkas, serta bunyi mesin yang senyap. Berbagai keunggulan yang ditawarkan mesin KKM milik Hans inilah yang membuat berbagai pabrikan mobil mencoba untuk mengaplikasikan mesin tersebut pada lini model mereka.

 

Sumber: carthrottle

 

Mesin Rotary pada Mobil Produksi

Mobil produksi pertama yang berhasil mengaplikasikan mesin tersebut adalah NSU Spyder pada tahun 1964, NSU Spyder menggunakan konfigurasi satu rotor berukuran kecil yang ditanamkan pada bagian belakang mobil, yang menjadikan mobil tersebut memiliki dua bagasi yang berada di bagian depan juga belakang mobil.

Mobil tersebut memliki tampilan yang baik serta memiliki kemampuan untuk berkendara di rpm yang tinggi, walau dengan berbagai sisi positif yang dimiliki oleh mobil tersebut. Ternyata seiring juga dengan musuh bebuyutan dari konfigurasi mesin rotor, yaitu kesalahan pada Apex Seal.

Sehingga mobil yang harusnya menjadi gebrakan pertama konfigurasi mesin rotor ini belum berhasil menggeser kedudukan mesin piston yang telah lama menguasai takhta. Alhasil mobil ini hanya sempat diproduksi sebanyak 24 unit sebelum akhirnya berhenti diproduksi pada tahun 1967.

NSU mencoba untuk memperbaiki permasalahan pada apex seal tersebut dan mulai memperkenalkan produk terbarunya yaitu NSU RO 80 pada tahun 1970 hingga tahun 1977 itupun belum memenuhi kuota target penjualan dari pihak NSU sehingga pada akhirnya mobil NSU RO 80 kembali tidak dilanjutkan.

Pengabdian Mazda terhadap Mesin Rotary

Di sisi lain, pabrikan asal Jepang, Mazda mencoba mengembangkan kembali mesin Rotary untuk memastikan mesin Rotary yang mereka gunakan dalam keadaan yang minim akan masalah. Mazda memperkenalkan model terbaru mereka yang menggunakan konfigurasi mesin 2 Rotary pada tahun 1967, yang mereka beri nama Mazda Cosmo.

Mazda Cosmo merupakan mobil sport kompak yang menjadi masterpiece mereka, namun tanpa kesiapan sebelumnya. Mazda menemui bahwa mesin Rotary yang mereka gunakan sulit untuk memenuhi emisi standar gas buang.

Sehingga untuk memenuhi regulasi tersebut, dan tetap membuat Apex Seal pada mesin Rotary mereka bekerja dengan baik, Mesin Rotary Mazda ini diklaim dapat membakar kadar oli dalam mesinnya.

Namun hal itu sepertinya tidak membuat mereka berhenti untuk menggunakan mesin Rotary hingga 30 tahun berselang. Mazda menggunakan nama RX untuk lini modelnya yang menggunakan mesin Rotary seperti.

  • RX-2 tahun 1970-1978
  • RX-3 tahun 1971-1978
  • RX-4 tahun 1972-1979

Bahkan Mazda juga menciptakan satu-satunya mobil dengan model pick up yang menggunakan konfigurasi mesin Rotary yang diberi nama R.E.P.U pada tahun 1974. Dengan kepercayaan diri yang tinggi Mazda bahkan dengan tegas menyematkan tulisan “Rotary Power” pada tutup bak unit Mazda R.E.P.U ciptaannya.

Namun dikarenakan mobil ini diklaim memiliki torsi yang buruk. Mazda menghentikan produksi mobil tersebut pada tahun 1977. Pada sisi lain model yang paling bertahan lama dengan menggunakan konfigurasi mesin Rotary adalah Mazda Cosmo.

Bahkan pada generasi terakhirnya Mazda Cosmo dibekali dengan mesin 2000cc twin turbo sequential dengan 3 rotor yang menghasilkan 300 daya kuda dan sekitar 300ft. Lbs. Mazda Cosmo merupakan mobil yang sangat baik yang memberikan pandangan baru kepada dunia terhadap mesin dengan konfigurasi Rotary.

Namun karena harga yang mahal serta mesin yang terkenal boros bahan bakar. Mazda memutuskan untuk memberhentikan produsi Mazda cosmo pada tahun 1996.

Mazda bukan satu-satunya pabrikan yang mencoba mengembangkan mesin Rotary pada lini model miliknya. Pabrikan asal Amerika General Motor, juga sempat menunjukkan ketertarikannya terhadap konfigurasi mesin Rotary.

GM sempat membekali berbagai mobil konsepnya dengan konfigurasi mesin tersebut, tipe XP 882 dan XP-897 g, merupakan beberapa mobil konsep GM yang dicanangkan akan menggunakan mesin Rotary, namun sangat disayangkan tipe-tipe tersebut gagal diluncurkan di pasaran.

 

Sumber: evo.co.uk

 

Kemunculan sang Legenda

Hingga tahun 1980an semua pabrikan otomotif di dunia memutuskan untuk meninggalkan konfigurasi mesin Rotary. Hanya Mazda saja yang belum menyerah untuk memberikan dunia mesin Rotary yang bisa diandalkan tanpa memiliki masalah yang berarti.

Kurang lengkap rasanya jika bercerita tentang mesin Rotary tanpa menyebut nama besar RX-7. Mobil yang hadir ke publik pada tahun 1978 berhasil terjual sekitar 800 ribu unit sebelum akhirnya berhenti di produksi pada tahun 2002.

Kemampuannya melahap rpm tinggi, raungan suara mesin yang gahar serta tampilan sporty merupakan nilai jual yang membuat berbagai penggiat otomotif tergila-gila. Belum lagi mengingat Mazda RX-7 merupakan mobil yang memiliki berbagai prestasi pada ajang motorsport.

Berbagai penampilan RX-7 pada bebereapa game balap dan kemunculannya pada film-film action dengan tema otomotif, semakin melejitkan nama mobil sport asal Mazda ini. Mesin yang ringkas, weight distribution yang baik serta center of gravity yang optimal menjadi beberapa faktor yang juga turut memberikan RX-7 ini reputasi yang baik. Sehingga sampai dengan hari ini, mobil ini masih memiliki banyak sekali penggemar di seluruh dunia.

RX-7 digantikan oleh RX-8 pada tahun 2004, namun bukannya memberikan penyegaran dan perkembangan yang positif, tipe RX-8 malah memiliki reputasi yang tidak lebih baik dari pendahulunya.

 

Sumber: japanesenostalgiccar

 

Regulasi emisi gas buang kembali menjadi masalah besar yang mengharuskan tipe RX-8 mengurangi power yang dimiliki untuk memenuhi regulasi tersebut.

Hingga hari ini rumor kebangkitan kembali mesin Rotary dari Mazda terus beredar dikalangan pecinta otomotif dunia. Mazda dikabarkan akan membangkitkan mesin Rotary, lewat produk konsep terbarunya MX-30. Dirumorkan Mazda akan memberikan opsi konfigurasi mesin Hybrid-Rotary, pada model MX-30 tersebut.

Walaupun dari rumor yang beredar MX-30 hanya akan menggunakan sistem Stock Hybrid alih-alih Plug in Hybrid. Namun rumor ini dapat menjadi angin segar untuk para penggemar mesin tanpa piston ini. Mazda nampaknya tetap tidak dapat move on dari konfigurasi mesin Rotary yang memberikan banyak pengalaman indah bagi mereka.

SAMPAIKAN KOMENTAR