Perbedaan Timing Belt dan Timing Chain
25
Mar
2020
0 Comment Share Likes 322 View

Mesin pada sebuah kendaraan merupakan bisa dibilang adalah sebuah bentuk harmonisasi dari setiap komponen yang ada didalamnya. Dari sekian banyak part dalam mesin dapat bekerja secara bersamaan karena adanya perangkat yang menghubungkan satu sama lain.

Umumnya pada sebuah mesin terbagi menjadi beberapa bagian, seperti blok yang berisi crankshaft, stang piston dan piston. Kemudian ada juga head yang berisi camshaft dan juga valve. Keduanya harus bekerja bersamaan untuk dapat terciptanya pembakaran. 

Nah ada satu part pada sebuah mobil yang menghubungkan antara blok silinder dengan blok head. Part tersebut adalah belt. Pada mesin mobil yang beredar saat ini ada beberapa jenis belt yang digunakan ada yang menggunakan timing belt ada juga timing chain.

Perbedaan Timing Belt dan Timing Chain

Seperti yang dilansir oleh olx.co.id secara garis besar, timing belt dan timing chain punya fungsi yang sama, yakni menghubungkan crankshaft dan camshaft agar katup-katup mesin bisa membuka dan menutup dengan waktu yang tepat.

Pertanyaannya, apa sebenarnya perbedaan timing belt dan timing chain?

Kedua komponen ini hanya memiliki perbedaan dari material pembuatannya saja. Sesuai namanya, timing belt dibuat dari bahan karet, sedangkan timing chain terbuat dari rantai besi. Nah, kedua komponen ini punya karakteristiknya masing-masing.

Untuk timing belt, misalnya, karena menggunakan material dari karet, timing belt lebih cepat aus, tapi tidak berisik saat sedang bekerja. Tidak berhenti sampai di situ.

Menariknya lagi, mobil-mobil bermesin SOHC dan DOHC yang menggunakan timing belt bahkan bisa memiliki RPM lebih tinggi tanpa harus khawatir ada gagal momentum dari rantai.

Selain itu, berbeda dengan timing chain, timing belt tidak memerlukan pelumas saat sedang bekerja.

Lalu, bagaimana dengan timing chain? Karena menggunakan rantai, timing chain lebih berisik dibandingkan dengan timing belt, tapi punya umur penggantian yang lebih lama.

Bahkan, untuk beberapa model mobil premium, timing chain tidak perlu diganti, tapi hanya perlu disesuaikan saja. Selain itu, timing chain juga hanya diganti jika terdengar suara berisik dan power mesin mulai menurun.

Kapan Timing Belt Harus Diganti?

Setelah mengetahui perbedaan dari timing belt dan timing chain, sekarang waktunya membahas waktu penggantian timing belt. Ada beberapa poin yang bisa menjadi penanda dari lemahnya sebuah timing belt, berikut ulasannya:

1. Sudah Mencapai Jarak 40.000 km

Sama seperti komponen mobil lainnya, timing belt juga punya usia pakai agar mobil tetap bisa  menunjukkan performa terbaiknya. Sebab, jika kamu sampai lupa ganti dan timing belt menjadi getas, risikonya adalah belt bisa putus dan bagian dalam mobil bisa saling menghantam.

Itu sebabnya, penggantian timing belt perlu diperhatikan. Usianya memang tergolong panjang. Makanya jangan heran, jika tidak sedikit dari kita lupa untuk memeriksanya.

Untuk usia penggantian timing belt biasanya akan dilakukan jika kamu sudah menempuh jarak sejauh 40.000 kilometer. Namun, untuk menjaga agar tidak terjadi hal membahayakan selama di perjalanan, timing belt disarankan diganti saat kamu sudah menyentuh angka 20.000 kilometer.

2. Timing Belt Getas dan Terlihat Tipis

Ciri kedua timing belt yang harus diganti adalah komponen ini akan terasa getas saat dipegang. Yap, seiring penggunaan, komponen ini akan mengalami penurunan kualitas seperti berkurangnya elastisitas dan mulai tipis karena selalu berada pada suhu yang tinggi.

Nah, jika sudah tidak elastis, risiko timing belt putus akan semakin besar. Itu sebabnya, kamu wajib menggantinya saat mengetahui tanda ini.

3. Timing Belt Retak

Ciri berikutnya adalah munculnya retakan pada bagian belakang timing belt. Jika tanda yang satu ini sudah muncul, itu artinya kamu harus segera menggantinya. Sebab, timing belt dengan kondisi seperti ini bisa putus kapan saja dan akan sangat berbahaya karena mesin mobil bisa mati seketika.

4. Timing Belt Mulai Kendur

Ciri timing belt yang harus diganti berikutnya adalah pada saat komponen ini mulai terasa kendur. Yap, karena terbuat dari material karet, jangan heran jika semakin lama digunakan maka timing belt akan mulai mengendur.

Hal ini tentu tidak bisa dianggap sepele dan sangat berisiko menimbulkan permasalahan pada mesin kendaraan karena bisa saja sewaktu-waktu putus di tengah jalan. Itu sebabnya, jika saat kamu memeriksa dan menemukan bahwa timing belt sudah mulai mengendur, itu artinya kamu harus segera menggantinya di bengkel kepercayaanmu, ya.

5. Gerigi Timing Belt Aus atau Hilang

Ciri terakhir dari timing belt yang harus segera diganti adalah gerigi mulai aus atau bahkan ada yang hilang. Meski terkesan sepele, hal ini bisa membuat pegangan grip pada noken as atau camshaft jadi tidak maksimal.

Nah, itu dia beberapa informasi yang perlu kamu tahu tentang timing belt, mulai dari perbedaan dengan timing chain hingga ciri timing belt yang sudah harus diganti.

SAMPAIKAN KOMENTAR