Norman Dewis OBE Pembalap Asal Inggris Yang Menghentikan Dunia
13
Nov
2020
0 Comment Share Likes 199 View

Ajang motorsport selalu saja memberikan tontonan dan pembicaraan yang menarik. Cabang olahraga yang mengedapankan kecepatan ini juga kerap melahirkan talenta-talenta berbakat yang kelak menjadi idola bagi para fans.

Rivalitas antar pembalap dan aksi manuver dalam kecepatan tinggi menjadi suguhan yang tak tergantikan. Dari sekian banyak pembalap yang telah mendedikasikan hidupnya di ajang motorsport saat usia yang produktif, banyak dari mereka yang menyudahi karirnya dan beralih profesi ke dunia otomotif secara general.

Tidak terkecuali seorang pembalap kenamaan asal Britania Raya, Norman Dewis. Norman Dewis merupakan pria kelahiran Warwickshire, Inggris, pada tahun 1920. Norman Dewis muda harus melepas bangku pendidikan setelah ayahnya wafat pada tahun 1934.

 

Sumber: Petrolicious.com

Awal Karir Norman Dewis

Putus dari sekolah dan menjadi tulang punggung keluarga, Norman terpaksa harus bekerja untuk menghidupi keluarganya. Memiliki ketertarikan terhadap dunia otomotif sejak kecil, Norman memilih untuk bekerja sebagai karyawan magang pada perusahaan pembuat mobil Armstrong Siddeley Company.

Pecahnya Perang Dunia kedua pada tahun 1939, mengharuskan Norman mengikuti wajib militer di negaranya dengan menjadi bagian dari Royal Air Force sebagai penembak barisan belakang Inggris dan di tempatkan di Blenheim, di masa itu pula ia mendapati dirinya mengidap penyakit infeksi ginjal.

Pada tahun 1945 sesaat setelah Perang Dunia berakhir, Norman memutuskan untuk pindah menuju Lea-Francis, di mana ia mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai Test Driver dan Development Engineer untuk rakasasa otomotif asal Inggris, Jaguar.

 

Lahirnya Sistem Pengereman Revolusioner

Project pertama yang ia dapatkan pada tahun-tahun awal karirnya di Jaguar merupakan project penting bagi perkembangan otomotif di dunia. Norman merupakan salah satu orang yang bertanggung jawab atas selamatnya ratusan ribu jiwa lewat pengembangan revolusioner yang ia kerjakan, yaitu sistem pengereman cakram (Disc Brake).

Norman melakukan pengetesan awal Disc Brake dengan mengikuti kegiatan balap di Mille Miglia pada tahun 1952. Bersama rekannya, Stirling Moss, mereka mengendarai mobil Jaguar C-Type single seater miliknya sendiri dengan kapasitas mesin sebesar 500cc.

Walau pada tahun itu Norman tidak berhasil untuk melewati garis finish dengan mobil yang ia kembangkan, namun di situlah ia memperkenalkan sistem pengereman disc brake untuk pertama kalinya yang hingga kini masih digunakan pada mobil pabrikan atau balapan.

 

Pengemudi Tercepat di Dunia

Selang satu tahun setelahnya, Norman dan tim berhasil mencatatkan rekor kecepatan dengan mobil Jaguar XK 120 pada Jabbeke, Belgia. Tercatat Jaguar yang dikendarainya dapat menembus kecepatan hingga 172.4mph (sekitar 277 km/h). Sontak XK 120 yang ia kendarai menjadi mobil produksi tercepat di dunia.

 

Sumber: Sportscardigest.com

 

Pada tahun 1955, Norman ditunjuk pabrikan Jaguar untuk menjadi salah satu pembalap di ajang Le Mans 55. Ia mengendarai mobil Jaguar type-D yang di mana mobil tersebut menjadi salah satu mobil favoritnya. Norman merasa sangat bahagia saat dapat memacu mobilnya hingga kecepatan 192mph (sekitar 308 km/jam) pada lurusan Mulsanne di sirkuit Le Mans.

Sungguh disayangkan bahwa pada tahun tersebut Norman bersama tim pabrikan Jaguar gagal melewati garis finish.  Dalam benak Norman pada saat itu bukanlah kekecewaan akan kegagalannya, melainkan duka mendalam bagi Norman dan tim bahkan bagi seluruh dunia, karena terjadinya kecelakaan yang mematikan pada ajang tersebut.

Kejadian yang dikenal dengan Le Mans '55 membawa duka mendalam bagi penggemar motorsport dunia. Kejadian yang merenggut banyak nyawa tersebut menjadikan pihak penyelenggara dan otoritas tertinggi dunia motorsport FIA harus menciptakan kembali regulasi-regulasi yang dapat meminimalisir kejadian kejadian yang tidak diinginkan.

 

Mendobrak Cara Lama Produksi Sebuah Mobil

Dari banyaknya mobil-mobil asal pabrikan Jaguar yang ia kembangkan, menurut Norman mobil Jaguar E-Type merupakan terobosan terbesar dunia otomotif. Pasalnya, pada mobil Jaguar E-Type ini ia dan tim berhasil mendobrak cara tradisional yang sebelumnya digunakan dalam menciptakan sebuah mobil.

Norman mengklaim bahwa Jaguar E-Type dibangun menggunakan prinsip yang digunakan dalam pembangunan sebuah pesawat terbang, dengan meninggalkan cara lama yang masih menggunakan sasis tipe ladder frame, yang saat itu menjadi cara paling populer dalam produksi sebuah mobil.

Norman diberi julukan sebagai British Test Driver terbaik pada masanya. Lebih dari 3 dekade hidupnya ia mengabdikan dirinya untuk mengembangkan berbagai seri mobil asal pabrikan Inggris satu ini, Jaguar.

 

Pengemudi terbaik asal Inggris

Norman telah melewati jutaan kilometer dengan kecepatan rata-rata berkendara di atas 150 kilometer per jam, menjadi fakta yang luar biasa di mana Norman belum pernah mengalami kecelakaan yang berarti. Ia tidak pernah mengalami cidera berat sekalipun atau bahkan patah tulang selama melakukan tugasnya.

Atas pengabdian dan kontribusi Norman yang luar biasa pada dunia otomotif, Norman diberikan penghargaan sebagai Excellent Order of the British Empire (OBE) pada tahun 2015.

Penghargaan tersebut adalah hal yang dinantikan oleh berbagai kalangan dari dunia otomotif. Bahkan pemegang juara dunia 3 kali Formula 1 Sir Jackie Stewart mengatakan bahwa Norman merupakan seseorang yang menjadi inspirasi bukan hanya bagi industri otomotif, tapi juga bagi industri motorsport negara Britania Raya.

Hingga akhir karirnya, Norman Dewis setidaknya telah mengembangkan paling tidak sekitar 25 mobil asal Jaguar. Ia juga menjadi salah satu orang yang memberikan sistem pengereman yang jauh lebih baik dengan mengembangkan sistem pengereman disc brake untuk dunia otomotif.

Norman mengajukan pensiun dari pekerjaan yang melambungkan namanya pada tahun 1985. Sesaat setelah dirinya pensiun, ia dijadikan sebagai Brand Ambassador dari merk Jaguar di seluruh dunia.

Norman Dewis menghembuskan nafas terakhirnya pada 8 juni 2019 diumurnya yang ke-98 tahun. Selamat jalan Norman, Terima kasih atas sumbangsih besar terhadap industri otomotif dunia. Sistem pengereman revolusioner yang dikembangkannya membuat industri otomotif dunia tidak pernah berhenti untuk terus berevolusi.

SAMPAIKAN KOMENTAR