Nissan 240SX Jadi Muscle Car, Kok Bisa?
24
Feb
2020
0 Comment Share Likes 2448 View

Nissan 240SX, siapa yang tidak tau dengan mobil legend ini. Desainnya yang keren pada jamannya dengan desain lampu yang pop up, membuat mobil ini sangat laris di pasar otomotif waktu itu. Namun siapa sangka mobil ini sampai detik ini masih digemari oleh para kolektor dan modifikator.

240SX adalah mobil sport yang diperkenalkan ke pasar Amerika Utara oleh Nissan pada tahun 1988 untuk model tahun berikutnya. Mobil ini menggantikan model 200SX (S12) keluar. Sebagian besar 240SX dilengkapi dengan mesin 2,4 liter inline 4 (KA24E dari 1989-1990 dan KA24DE dari 1991-1999). KA24E memiliki cam overhead tunggal dan KA24DE memiliki cam overhead ganda. Dua generasi berbeda dari 240SX, S13 (1989-1994) S14 (1995-1999) diproduksi berdasarkan pada platform Nissan S.

240SX terkait erat dengan kendaraan berbasis platform S lainnya, seperti Silvia pasar Jepang dan 180SX, dan 200SX pasar Eropa. Meskipun nama mereka mirip, 240SX tidak terkait dengan 240Z atau 280ZX.

Meskipun sudah lama diproduksi, masih populer di drifting dan di antara tuner. Namun, karena popularitas S-chassis dalam kompetisi drifting, harga untuk kendaraan dan suku cadang telah meroket, ini kadang-kadang dikenal sebagai "pajak drift". Nissan 240SX ditampilkan dalam berbagai permainan video termasuk Midnight Club dan Forza Motorsport.

Generasi pertama dari 240SX dapat dibagi menjadi dua versi yang berbeda, keduanya memiliki keunggulan olahraga standar penggerak roda belakang. Masing-masing varian ini hadir dalam dua gaya bodi yang berbeda: hatchback, yang ditawarkan pada base dan SE trim, LE trim, dan coupe, yang ditawarkan dalam base, XE, LE dan SE. Kedua gaya berbagi bodywork depan yang sama dengan Nissan 180SX pasar Jepang, menampilkan bagian depan yang miring dengan lampu pop-up. Bodywork ini membedakan model coupe dari model pasar Jepang, Silvia, yang menampilkan lampu utama tetap.

Kedua gaya di semua pasar berbagi sasis yang sama, dan dengan beberapa pengecualian, sebagian besar komponen dan fitur identik. The 240SX adalah mobil populer dalam olahraga drifting karena wheelbase pendek, biaya rendah, tenaga yang cukup, ringan, sasis seimbang dan banyak dukungan aftermarket.

 

Nah, karena Nissan 240SX ini sangat digemari sampai sekarang. Banyak aliran modifikasi yang cocok dengan mobil 240SX ini, dari yang modif standar sampai yang extreme sekalipun. Nah ada modifikasi extreme yang membuat mobil ini berubah 180 derajat dari standar nya.

Modifikasi ini membuat Nissan 240SX ini menjadi Muscle Car, nah apa aja sih perubahan yang diaplikasikan ke mobil Nissan 240SX ini. Yang jelas perubahan mencolok yang dilakukan adalah perubahan bagian body kit, Nissan 240SX ini menggunakan wide body kit dari Rocket Bunny yang terlihat jelas bentuknya menjadi kekar seperti Muscle Car asli Amerika.

Nah, selain dari body kit ada juga yang lebih extreme lagi dengan mengubah atau swap engine mesin V8 dari Dodge ataupun Ford dimasukkan ke dalam mobil Nissan Silvia ini. Meski banyak ubahan agar mobil ini menjadi sempurna tetapi bukan halangan besar bagi modifikator handal.

Yang menarik lagi adalah, sasis mobil ini kuat dan tahan dengan besarnya tenaga dari mesin V8 yang terpasang dan menjadi dapur pacunya dan sasis ini sangat mendukung banget jika mobil ini drifting, sehingga banyak orang tidak ragu lagi menswap engine mobil ini menjadi Muscle Car ala JDM. Nah modifikasi ini awalnya dari jepang guys, dan sekarang banyak ditiru di seluruh dunia.

Modifikasi extreme ini menuai pro dan kontra, banyak orang pecinta JDM bilang modifikasi ini menodai nama JDM dan keluar dari patennya JDM sendiri. Namun argument tersebut terbantahkan oleh orang orang pecinta otomotif di seluruh dunia, yang menjelaskan bahwa modifikasi itu tidak harus mengikuti paten dan kita semua bebas memodifikasi mobil kita sesuai keinginan dan budget kita masing masing, mau menswap mesin jet pun tidak masalh toh itu mobil kalian.

Modifikasi ala Muscle Car ini jarang dan hampir tidak ada sepertinya di Indonesia sendiri, karena mobil ini sangat langka dan rata-rata yang memiliki mobil ini menswap mesin mereka dengan mesin 2JZ Toyota Supra dan menjadikan Nissan 240SX ini menjadi Daily Drift Car mereka. Selain itu juga, sangat sedikit ditemukannya pecinta Muscle Car di Indonesia, kalau ada pun mereka lebih terima beli jadi Dodge ataupun Ford daripada ribet-ribet memodifikasi mobil jepang menjadi muscle car.

Nah, jika kalian sering memantau channel Motomobi TV pasti kalian juga sering menemui modifikasi Swap Engine V8. Om Mobi sendiri dikenal dengan Swap Enginenya dan Turbonya, jika kalian tau Om Mobi pernah menswap engine Xenia dengan mesin V8 sehingga suara mobil Xenia tersebut seperti suara Dodge Challenger.

Menurut kalian lebih baik memodifikasi mobil kita menjadi Muscle Car atau Street Racing? Tinggalka Komen di bawah ya.

SAMPAIKAN KOMENTAR