Nils Bohlin dan Inovasi Sabuk Pengamannya
22
Oct
2020
0 Comment Share Likes 278 View

Sebagian dari kita mengabaikan fitur keselamatan ini, sebagian dari kita pula telah berhasil selamat dari kecelakaan berbahaya karenanya, fitur ini telah menjadi standar internasional untuk keselamatan kendaraan sejak kurang lebih setengah abad lamanya, fitur ini merupakan Safety Belt atau Seat Belt atau juga sabuk pengaman.

 

Faktor Keselamatan Pada Motorsport

Fitur ini pertama kali digunakan hanya pada ajang motorsport saja, bentuknya pun tidak seperti sekarang, pada awalnya sabuk pengaman hanya memiliki dua titik pengait saja, sehingga penggunanya pun masih belum sepenuhnya aman dari kecelakaan, pada awal diperkenalkannya sabuk pengaman di ajang motorsport beberapa tim bahkan pembalap memilih untuk tidak menggunakan fitur keamanan ini, dikarenakan para tim dan pembalap ini merasa bahwa sabuk pengaman merupakan hal yang buruk, mereka menganggap bahwa lebih baik terlempar dari mobil daripada harus terikat dan terjebak didalam mobil saat terjadinya kecelakaan.

Bukan tanpa sebab, teknologi pada ajang motorsport pada masa itu terbilang masih sangat awam dan rentan akan kesalahan teknis, sehingga sedikit saja benturan kecelakaan dapat menyebabkan mobil tersebut terbakar bahkan meledak yang mengakibatkan semakin parahnya kondisi pembalap yang mengalaminya, seorang pembalap bisa mendapat luka bakar ekstrim dikarenakan sulitnya melepas diri dari sabuk pengaman yang saat itu masih menggunakan metode yang terbilang awam.

 

Sumber : Brooklynmuseum.com

 

Maka dari itu safety belt sempat mendapat julukan sebagai “ikatan kematian” pada zaman itu, ajang motorsport pada masa itu hanyalah tentang kecepatan dan kemenangan, keselamatan dan kemanan sama sekali bukan faktor yang penting. Mobil balap yang kebanyakan tidak memiliki atap atau convertible, mengharuskan para peserta balap untuk menggunakan helm saat mengikuti ajang balap, namun lagi-lagi, penggunaan helm pun tidak seperti yang kita ketahui atau kita temui saat ini, helm pada masa itu hanyalah semacam topi pelindung dari beberapa lapisan kulit hewan yang dibentuk sesuai dengan kepala pembalap.

 

Perkembangan Positif Faktor Keselamatan Pada Ajang Motorsport

Bersyukurlah kita bahwa pada saat ini ditengah perkembangan teknologi dan kecepatan maksimal sebuah mobil balap, telah seiring juga dengan perkembangan teknologi yang meliputi keamanan dan keselamatan berkendara yang membuat pengendara jauh lebih aman.

Keselamatan dan keamanan berkendara membutuhkan bertahun-tahun lamanya untuk mencapai standar yang kita temui saat ini, perlu banyak pelajaran dan pengalaman pahit dunia motorsport untuk mencapainya. Ajang motorsport sendiri hingga kini masih menjadi olahraga paling mematikan di dunia, dan banyak juga korban dari para pembalap yang mendapatkan nasib nahas pada ajang motorsport.

Dari banyaknya kejadian buruk akibat tertinggalnya faktor keselamatan dan keamanan, para stakeholder pada ajang motorsport telah sepakat untuk mulai memperhatikan dan mengedepankan keselamatan pada ajang balap, karna mereka pun telah mulai sadar bahwa ajang ini bukan hanya ditentukan dari siapa yang tercepat saja.

 

Inovasi Nils Bohlin

 

Sumber : forbes.com

 

Salah satu orang yang berjasa pada ajang keselamatan balap ialah Nils Bohlin, beliau merupakan salah satu mekanik yang berfokus pada keselamatan berkendara pada pabrikan mobil asal swedia, Volvo.

Nils Bohlin lahir pada 17 Juli 1920 hampir tepat 100 tahun yang lalu di sebuah kota bernama Harnosan, Swedia,ia mendapatkan gelar diploma pada jurusan Mechanical Engineering dari Universitas Harnosan Laroverk pada tahun 1939.

Pada tahun 1942 beliau memulai karirnya sebagai desainer pesawat pada perusahaan manufaktur Saab, sebagai desainer pesawat ia juga turut mengembangkan salah satu fitur keselamatan pada pesawat terbang, yaitu Ejection Seat pada tahun 1958.

Dengan reputasi yang baik atas keberhasilannya, Nils Bohlin mendapatkan tawaran pekerjaan baru sebagai Safety Engineer pada salah satu rakasasa otomotif Volvo.

 Bohlin menggunakan pengalamannya pada saat bekerja pada pembuatan Ejection Seat yang diimplementasikan pada pesawat, dan mulai mengembangkan fitur keselamatan pada mobil dengan mencoba menciptakan inovasi pada sabuk pengaman yang sudah ada sebelumnya.

Bohlin mulai mengembangkan fitur sabuk pengaman tiga titik seperti yang saaat ini kita temui pada setiap mobil yang kita temui. Bohlin merasa bahwa kelemahan sabuk pengaman dua titik ialah kurang tersangga nya bagian tengah badan, sehingga ketika kecelakaan terjadi akan rentan sekali bagi pengemudi mengalami kerusakan pada internal tubuh yang disebabkan oleh g-force pada saat terjadi benturan.

Pada tahun 1959, setahun setelah dirinya bergabung dengan Volvo, hasil kerja keras Bohlin berbuah manis, penemuannya atas inovasi sabuk pengaman 3 titik yang menambahkan titik tumpu menyamping pada titik atas dan titik bawah secara menyilang.

 

Terima Kasih Nils Bohlin

Atas penemuan inovatifnya, sabuk pengaman yang diciptakannya menjadi standar utama kendaraan bermotor. Berkat hasil inovatifnya ini pun Bohlin mendapatkan jenjang karir gemilang pada tempat kerjanya, ia juga mendapatkan berbagai penghargaan diantaranya  The Ralph Isbrandt Automotive Safety Engineering Award pada tahun 1974. Pada tahun 1989 ia juga berhasil masuk kedalam daftar Hall of Fame for Safety and Health.

Tidak lupa juga ia mendapatkan penghargaan berupa medali emas dari Royal Swedish Academy of Engineering Science sebanyak 2 kali pada tahun 1995 dan 1999. Ia juga masuk kedalam daftar orang orang paling penting di dunia otomotif Automotive Hall of Fame.

Lalu pada tahun 1985 ia mengajukan pensiun terhadap perusahaan tempatnya bekerja dengan jabatan terakhir sebagai Senior Engineer.

Dapat dikatakan bahwa Bohlin telah memberikan sumbangsih besar pada dunia otomotif, motorsport bahkan dan keselamatan. Bohlin telah merubah persepsi buruk terhadak sabuk pengaman yang dianggap membahayakan.

Diluar kejeniusannya terhadap penemuan inovatifnya, Bohlin juga merupakan orang yang tidak mementingkan dirinya sendiri. Paten terhadap inovasinya diberikan dan didedikasikan terhadap dunia otomotif, setiap pabrikan otomotif diperbolehkan untuk menggunakan patennya secara gratis.

“Sejak saat Bohlin menciptakan seatbelt 3 titik ini, hingga saat ini Bohlin telah menyelamatkan sekitar sebelas ribu nyawa setiap tahunnya” dilansir dari National Highway Traffic Safety.

Nils Bohlin wafat pada tahun 2002, namun jasa atas inovasinya akan selalu menjadi malaikat pelindung bagi para pengendara mobil, Terima kasih Nils Bohlin bapak sabuk pengaman dunia.

SAMPAIKAN KOMENTAR