Modifikasi Honda Prelude BB6: Swap Engine dan Transmisi Demi Kejar Performa
21
Sep
2020
0 Comment Share Likes 327 View

Awalnya sang pemilik menginginkan adanya Honda Prelude di garasi sebagai bentuk nostalgia masa-masa kuliah di Australia. Namun rupanya memiliki sedan sport dua pintu yang populasinya pun tak banyak di Indonesia belum cukup baginya. Alhasil mobil kena sentuhan modifikasi yang terbilang cukup besar. Tujuannya cuma satu, yaitu menambah performa.

Untuk mewujudkan hal itu tentu dibutuhkan ubahan sampai ke bagian mesin. Tak tanggung-tanggung, dapur pacu asli akhirnya diganti unit baru. Begitu juga dengan transmisi otomatisnya yang kini sudah berubah menjadi manual.

“Walau ini mobil nostalgia istilahnya, tapi orientasinya pengen Honda yang kencang. Si owner-nya memang suka Honda dan suka kencang. Jadi pilihannya adalah convert ke manual dan engine swap ke mesin yang lebih bertenaga,” jelas Bramantia Tamtama, modifikator CVAN Auto Parts yang dipercaya pemilik untuk mendandani Honda Prelude keluaran tahun 2000 (generasi kelima) ini.

Sejatinya, Honda Prelude BB6 tipe VTi-S versi Australia ini menggunakan mesin H22 yang punya kapasitas 2.200 cc dengan transmisi otomatis. Namun karena alasan performa tadi, mesin tersebut diangkat untuk kemudian diganti unit H23 dari Honda Accord Euro R. Tak berhenti di situ, namun transmisi juga ikut diganti menjadi manual 5 kecepatan.

Untuk mesin pengganti yang dipilih memang kapasitasnya hanya sedikit lebih besar. Bahkan tak sampai 100 cc. Namun karena datang model yang berorientasi performa maka jeroan sudah pasti berbeda dan tenaganya lebih besar.

Horsepower-nya beda jauh. Mesin H23 itu beda noken as, kompresi, diameter klep. Untuk mesin aslinya cuma 197 hp di mesin. Dengan spek ini yang juga sudah upgrade cylinder head estimasi ada di 350 hp di roda,” jelasnya.

Repot? Itu sudah pasti. Bahkan proses pengerjaannya pun memakan waktu yang cukup lama. Namun hasilnya mobil memang jadi ngejambak banget ketika diajak berakselerasi apalagi saat VTEC-nya beraksi.

 

Modifikasi Mesin

Perjalanan proses modifikasi mobil ini sudah berlangsung dua tahun. Ada beberapa nama bengkel yang terlibat di dalamnya. Menurut penuturan modifikator yang akrab disapa Obod itu, mesin H23 dan transmisi yang kini menempel didatangkan oleh CVAN Auto Parts dari Malaysia. Begitu paket sampai Jakarta, mobil langsung masuk bengkel dan operasi pun dimulai.

Pengerjaan mesin dipercayakan pada bengkel Supernova dan JT Sports yang sekaligus mengurus pengadaan komponen-komponen di dalamnya. Seperti halnya kem, piston, stang piston, klep, sampai per klep. Sedangkan urusan sistem pembuangan ditangani ORD Exhaust. Mulai header, pipa, resonator, sampai tabung-tabungnya.

Dengan spesifikasi mesin yang lebih buas, tentu juga dibutuhkan peningkatan pada sektor-sektor lain kendaraan. Misal untuk komputernya yang kini sudah menggunakan ECU (Engine Control Unit) standalone merek Hondata.

Upgrade lain juga bisa ditemui pada bagian kaki-kaki yang perlu dibuat lebih stabil. Untuk hal ini coilover dari K-Tuned dipercaya sebagai pilihan dengan dilengkapi bushing Energy Suspension.

Tak kalah penting adalah penggunaan komponen pengereman yang dapat lebih diandalkan menghentikan laju mobil. Pilihannya jatuh pada AP Racing 6 pot 320mm untuk mengawal kedua roda depan.

Masih di sekitar undercarriage, pelek lansiran Desmond Regamaster sempat menempel. Sebelum akhirnya diganti menggunakan keluaran Spoon Sports berukuran 18 inci yang dibungkus ban Yokohama Advan Neova.

 

 

Modifikasi Eksterior dan Interior

Sang pemilik yang sehari-hari sibuk mengurus usaha restorannya mendapatkan mobil ini pada tahun 2018. Usia mobil yang sudah belasan tahun rupanya membuat beberapa body parts perlu mendapat peremajaan.

Masalah yang ada pada mobil ini adalah karet-karet kacanya tak lagi prima. Beruntung komponen pengganti berhasil didatangkan dari Jepang lewat CVAN Auto Parts.

“Karena untuk memasangnya perlu melepas kaca, jadi mobil sekalian di-repaint,” tutur Bramantia. Pengecatan dikerjakan oleh bengkel cat Platinum yang berlokasi di Cipinang Muara, Jakarta Timur dengan warna pilihan Satin Silver.

“Cat yang lama pernah beberapa kali touch up di Anugerah Body Repair Jatiwaringin. Tapi kebetulan karena momennya pas, lagi lepas kaca jadi sekalian saja ganti warna,” sambungnya.

Dalam upaya merapikan eksteriornya ternyata ada beberapa body parts lain yang juga perlu diganti. Sebut saja grille depan, spoiler belakang, lampu sein, dan lampu kabut. Di sini tantangan muncul. Rupanya menemukan body parts Honda Prelude lebih sulit dibanding komponen jeroan mesinnya.

“Mungkin komponen baru masih ada kalau pesan ke Jepang. Tapi kayaknya bakal lama. Akhirnya cari copotan di Malaysia,” ucapnya.

Selesai urusan eksterior, pengerjaan berikutnya masuk ke interior. Sejak awal mobil ini dimodifikasi menggunakan transmisi manual memang ada yang mengganjal ketika duduk di hadapan lingkar kemudi. Lantaran panel meter yang digunakan masih milik versi otomatis. Di sana tertera indikator D-N-R-P.

Tak mau seperti itu, diputuskan untuk mengganti panel meter yang juga milik model manual. Modifikasi lain yang ada di dalam kabin adalah penggantian sepasang jok depan menggunakan Recaro miliki Honda Civic Type R FD2.

“Untuk modifikasi selanjutnya sih interior pengen dibikin sama warnanya. Itu kan jok depannya hitam, tapi yang belakang merah,” kata Bramantia.

 

 

Harga Honda Prelude

Nama Honda Prelude mungkin masih terdengar asing di telinga mayoritas orang Indonesia. Hal itu bisa dimaklumi karena mobil ini memang tak pernah dipasarkan secara resmi di sini. Namun itu ada baiknya karena Prelude jadi salah satu spesies langka di jalan raya.

 “Prelude itu populasinya nggak banyak di Indonesia, mungkin nggak sampai 15 unit. Paling yang sering terlihat cuma 10,” jelas Bramantia.

Dirinya melanjutkan, jika ingatannya tak salah sang pemilik mendapatkan mobil ini dengan harga mendekati 300 juta rupiah.

Dari segmentasinya, Honda Prelude bisa disejajarkan dengan Nissan Silvia. Namun dengan sistem penggerak roda belakang yang dimilikinya, Silvia lebih banyak beredar di komunitas drift.

Jika melihat sejarahnya, Honda Prelude generasi pertama Honda Prelude dirilis tahun 1978 di Jepang. Pada versi awal itu Honda membuat sasis Prelude dari nol. Namun untuk mesin dan beberapa komponen di kaki-kaki mengambil milik Honda Accord generasi pertama.

Saat itu, nampaknya Honda tak mau ketinggalan dari Toyota yang sukses memperkenalkan Celica delapan tahun sebelumnya. Pola yang dapat dilihat adalah penggunaan rangka sedan dua pintu berdimensi compact, namun menggunakan mesin bertenaga.

Khusus Prelude, Honda bukan hanya fokus mencari cara untuk membuatnya bertenaga. Tapi juga berusaha menjadikannya terlihat mewah. Akhirnya salah satu langkah yang diambil adalah dengan menaruh moonroof sebagai sebagai fitur bawaan pabrik. Hal ini pun kemudian menjadi ciri khas Prelude ke depannya.

Honda tercatat meluncurkan Prelude hingga lima generasi. Di tahun 2001 pabrikan asal Jepang itu memutuskan untuk mengakhiri masa produksinya.

SAMPAIKAN KOMENTAR