Modifikasi Honda Civic Nouva Stroke Up Mesin K20 Type R
04
Nov
2020
1 Comment Share Likes 582 View

Ajang motorsport kerap menjadi awalan seseorang untuk mulai mendalami dan mencintai dunia otomotif secara keseluruhan. Dari ajang motorsport juga banyak dari kita yang akhirnya terinspirasi hingga akhirnya memutuskan untuk meminang atau membawa pulang kendaraan yang sama dengan yang mereka lihat pada ajang motorsport. Tak terkecuali Pria Intersport yang satu ini, Ricky Dianto.

Pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu jatuh hati kepada Honda Civic Nouva tahun 1990. Menurut Ricky sendiri, alasan ia memilih mobil tersebut adalah nama besar Civic yang menjadi salah satu mobil dengan penggerak roda depan paling ditakuti pada berbagai ajang motorsport dunia.

Honda Civic memang salah satu lini model paling sukses yang dibuat oleh raksasa otomotif Jepang tersebut, bahkan di Indonesia sendiri Civic juga menjadi salah satu model paling digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari tua hingga anak muda.

 

Dominasi dan Kepopuleran Civic yang Menginspirasi

Kepopuleran Civic inilah yang menginspirasi Ricky Dianto untuk meminangnya dan menjadikan mobil tersebut sebagai project car-nya. Berasal dari keluarga yang memiliki kecintaan terhadap pabrikan asal Jepang ini, nampaknya menular kepada Ricky untuk ikut memiliki Honda-nya sendiri.

 

 

Civic Nouva juga menjadi salah satu mobil pertama asal pabrikan Jepang yang mengadaptasi teknologi suspensi Double Wishbone dari ajang Formula 1. Hal itu pula yang makin memantapkan niat Ricky untuk meminang Civic Nouva miliknya.

 

 

Ukuran mobil yang ringkas, serta handling yang baik, semakin menambah kecintaan Ricky terhadap mobil pilihannya. Namun kecintaannya pada Civic Nouva miliknya ternyata belum membuat Ricky cukup puas dengan hanya mengandalkan kondisi standar pada mobilnya.

Ricky memulai project Nouva miliknya dengan mengganti suspensi Double Wishbone dengan part aftermarket yang kebetulan menunjuk Ricky sebagai dealer resmi penjual produk tersebut. Setelah puas dengan improvement pada sisi handling, kali ini Ricky mulai berpikir untuk upgrade sektor dapur pacu.

 

K-20 Civic Type R Swap Engine

 

 

Tidak tanggung-tanggung, Ricky melakukan swap engine dengan mobil Civic Type R tahun 2007 yang ia miliki. Tentunya bukan hal yang mudah, mengingat dimensi mesin K-20 milik Civic Type R berukuran jauh lebih besar dibandingkan mesin standar 1600cc bawaan Honda Nouva.

Berbagai ubahan ekstrim pada ruang mesin dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan swap mesin tersebut. Secara keseluruhan setiap komponen bawaan Honda Nouva miliknya harus disingkirkan. Bahkan sistem kelistrikan, Air Conditioner hingga dashboard bawaan mobil harus terlebih dulu disingkirkan.

Belum cukup sampai di situ, perubahan dudukan mesin juga mengharuskan Ricky dan tim untuk menggeser bagian firewall ke arah dalam kabin untuk memungkinkan dapat dimasukkannya mesin K-20 2000cc milik Civic Type R kedalam ruang mesin Civic Nouva.

 

Rombakan Maksimal Demi Hasil Optimal

Menurut Ricky sendiri, ia dan tim harus menggeser bagian firewall hingga 30 centimeter, itu juga yang membuat dudukan kursi penumpang dan pengemudi harus dimundurkan ke arah belakang. Hal tersebut juga mengorbankan posisi pedal yang seharusnya menempel pada firewall, digantikan dengan pedal box agar tetap dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Pada bagian dashboard mobil juga dipikirkan sedemikian rupa karena telah mengalami perubahan yang cukup ekstrim di bagian ruang mesin. Alhasil dashboard milik Civic Type R miliknya pun harus ikut masuk kedalam kokpit milik Civic Nouva dikarenakan seluruh sistem kelistrikan yang sudah termasuk diikutsertakan saat memasukan mesin K-20 pada ruang mesin.

Pada sisi interior yang belum banyak tersentuh, Ricky memutuskan untuk menyematkan tambahan interior kulit untuk melapisi keseluruhan dashboard-nya. Ia lanjut meng-custom berbagai panel pada pintunya dari yang hanya menggunakan bahan fiber biasa, menjadi karbon fiber yang juga disesuaikan dengan warna pada eksterior mobilnya.

Tidak hentinya datang, kini masalah weight distribution pada tunggangannya mulai menghantui. Dengan keseluruhan mesin, sistem kelistrikan hingga AC yang baru menjadikan bobot depan mobil menjadi berlebih. Komposisi berat hingga 70 persen pada bagian depan, membuat Civicnya menjadi kurang stabil.

Ricky pun sempat mengakalinya dengan menaruh karungan beras di bagian bagasi untuk menyeimbangkan bobot depan dan belakang mobil. Kondisi itulah yang membuat Ia memilih untuk menanamkan sistem audio lengkap dengan dengan power prosesor dan lain-lain. Tambahan roll bar juga dilakukan pada bagian belakang untuk menambah bobot dan kekuatan tambahan pada mobilnya. Semua itu tentunya untuk mendapatkan weight distribution yang baik dan juga menggantikan peran karungan beras sebelumnya.

Setelah masalah pada weight distribution berhasil diselesaikan, banyak orang beranggapan mobil garapan Ricky ini sudah sempurna. Namun ternyata Ricky masih merasakan adanya beberapa sektor yang kurang pada bagian mesin mobilnya.

Memberikan beberapa tambahan parts racing aftermarket seperti piston dan camshaft dilakukan oleh Ricky. Hal itu dilakukannya bukan tanpa alasan, penambahan angka torsi mobil menjadi tujuannya. Sayang hasil yang masih terasa minim membuat Ricky terus berpikir berbagai cara untuk meningkatkan performa tunggangannya.

 

Re-Upgrade K-20 engine

Gejala mesin “ngelitik” Ricky rasakan pada mobilnya, meski dengan menggunakan bahan bakar oktan yang tinggi. Setelah melakukan diskusi dan riset yang panjang, Ricky dan tim menemukan Power up Kit untuk mesin K-20 miliknya, yang memungkinkan upgrade kapasitas mesin dari sebelumnya 2.000 cc menjadi 2.200 cc.

Setelah melakukan berbagai ubahan jantung pacu, terlihat performa mobilnya mengalami penambahan tenaga yang signifikan. Bagaimana tidak, dari mesin standar yang hanya memiliki tenaga 180 bhp, kini Civic Nouva miliknya memiliki power hingga 200 bhp. Ricky juga mendapatkan perkembangan power sekitar 35-37hp pada Nouva miliknya. Luar biasa.

Setelah puas dengan performa mesin, kini saatnya memberikan tampilan eksterior yang mendominasi untuk memberikan kesan intimidatif dan agresif pada mobilnya.

Ricky melebarkan fender pada bagian depan untuk memberikan trek yang lebih besar pada roda penggeraknya. Ia juga memutuskan untuk menggunakan velg berukuran 16/7.5. Karena merasa velg pilihannya terlalu keluar, Ricky menggantinya dengan ukuranstandar dan  melebarkan fender sebesar 5cm pada tiap sisi.

 

Warna Legendaris Igggris Menyelimuti Mobil Ikonik Jepang

Lalu untuk urusan warna mobil, Ricky memilih British Racing Green, warna yang sudah digunakan sejak tahun 1903 pada kejuaraan Gordon Benett Cup. Ini adalah warna yang menjadi identitas tim balap asal Britania Raya ini telah menjadi ciri khas pada ajang motorsport di tahun-tahun silam saat di mana setiap kendaraan balap masih menggunakan warna identitas asal tiap negaranya.

Namun ternyata pada tahun 1977 Honda pernah memasarkan jajaran model Civic dengan warna legendaris tersebut. Ketika Ricky mengetahuinya, ia dengan yakin memilih warna tersebut untuk diaplikasikan kepada Civic Nouva miliknya.

 

 

Dengan berbagai ubahan pada tampilan, hal ini cukup memuaskan dirinya. Tak sedikit dari temannya yang menganggap Ricky sedikit berlebihan pada project miliknya. Namun ia menegaskan kembali bahwa mobil ini merupakan hobby serta passion-nya.

“Mungkin selera saya berbeda dengan selera orang lain, namun dengan adanya mobil ini saya dapat membuktikan bahwa selera yang saya miliki. Pria Punya Selera”. Ujar Ricky pada Intersport Auto.

Buat Pria Intersport yang masih penasaran dengan Civic Nouva Bro Ricky, bisa langsung lihat video selengkapnya melalui tautan ini Driven by Passion Eps. 2 - Honda Civic Nouva by Ricky Dianto

SAMPAIKAN KOMENTAR