Mobil Terendam Banjir, Simak Taksiran Biaya Perbaikannya
06
Jan
2020
0 Comment Share Likes 426 View

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang cukup merusak kendaraan. Jika sudah terendam banjir, kendaraan bisa langsung rusak akibat terendam sepenuhnya oleh air yang bercampur dengan lumpur. Air banjir juga sangat merusak kendaraan, maka dari itu mobil yang terkena banjir sudah seharusnya mendapatkan penanganan khusus.

Biaya yang dikeluarkan tentunya akan menjadi semakin membengkak, lantaran harus mengganti komponen. Harga komponen yang rusak karena banjir ini pun beragam, menyesuaikan dengan merek mobil. Kira-kira, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk biaya perbaikan mobil pasca terendam banjir? Apakah harus diganti seluruh komponennya?

Salah satu bengkel yang berlokasi di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat yakni Mutiara Ban punya paket tersendiri. Bengkel ini memiliki paket pembersihan kendaraan yang terkena banjir. Paket yang diberikan hanyalah pembersihan eksterior dan interior dari mobilnya saja.
 


“Kalau untuk perbaikan mobil yang terkena banjir kita ada beberapa paket. Paketnya itu bongkar jok dan karpet dasar Rp300 ribu. Lalu ada juga paket all in yang semua bagian dalamnya dibongkar habis untuk dibersihkan. Itu biayanya Rp1,7 juta untuk mobil kecil seperti Toyota Agya dan Daihatsu Ayla,” ujar Ani, customer care salon Mutiara Ban.

Sedangkan untuk perbaikan mesin, bengkel ini mengaku tidak memiliki paket konkrit berapa jumlah uang yang harus dikeluarkan. Karena mobil yang sehabis terkena banjir harus diperiksa secara detail dan mendalam. Karena semua komponen terendam, sehingga harus diperiksa semua bagian. Bengkel tersebut tidak berani mematok harga untuk pengecekan.
 


“Kalau untuk mesin yang sudah pernah kena banjir atau mesin mati kena banjir harus di cek dulu. Kita nggak bisa keluarkan angkanya berapa untuk perbaikan. Soalnya ini kan mobil habis kena banjir ya, jadi harus di cek dulu semua bagiannya. Supaya tidak terjadi kesalahan makanya kita nggak berani mematok harga,” sambungnya.

Sales Advisor I Made dari cabang Toyota Agung Denpasar menambahkan. Mobil yang terkena banjir sebisa mungkin harus mengganti komponen-komponen lama dengan yang baru. Salah satu komponen yang harus diganti adalah electronic control unit (ECU). ECU ini dipastikan harus diganti dengan yang baru, karena sudah terendam oleh air banjir. Jika dipaksakan, ECU yang pernah terendam tidak akan bekerja dengan maksimal.
 


“Yang sudah pasti ganti itu ECU. Kalau komponen yang lain biasanya melihat kondisinya. Selain ECU, sensor-sensor yang ada di mobil sudah pasti ganti. Misalnya throttle body, sensor VVT-i, Junction block serta relay-relay itu harus diganti,” jelas I Made.

Jika menilik perkiraan biaya, maka kisaran uang yang dikeluarkan oleh sang pemilik berkisar Rp10 jutaan. Itupun belum termasuk penggantian komponen lainnya jika memang harus ada yang diganti. Busi, delco, oli mesin, oli transmisi, oli gardan sebisa mungkin diganti baru. Karena ditakutkan bisa tercampur dengan air banjir yang dapat merusak.

Biaya tersebut tentunya merupakan biaya estimasi yang harus dikeluarkan. Biaya real dari penanganan mobil pasca banjir tentunya menyesuaikan dengan mobil itu sendiri. Karena komponen setiap mobil memiliki harga yang berbeda-beda, dan ketersediaan komponennya pun berbeda-beda. Maka dari itu, lebih baik menanyakan dan konsultasikan terlebih dahulu ke bengkel terkait.
 
 
 

SAMPAIKAN KOMENTAR