Mobil Nasional Dari Masa ke Masa Yang Harus Lo Tahu
21
Mar
2021
0 Comment Share Likes 44 View

Industri otomotif selalu saja memberikan euforia dan kesenangan pada setiap penggemarnya, apalagi jika mengetahui bahwa industri otomotif pada negara tempat tinggalnya sudah didukung pemerintah setempat untuk dikembangkan dan diperhatikan secara lebih.

Hal tersebut juga yang menjadi perhatian dari penggemar otomotif di Indonesia. Pada artikel kali ini Intersport akan memberikan gambaran tentang mobil-mobil Nasional yang sempat menjadi perhatian pemerintah serta warga negara Indonesia, check this out!

 

Maleo

Mobil ini mulai dirintis pada 1993 oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), dan mulai serius dikembangkan pada 1996. Mobil Maleo berawal dari gagasan Menteri Riset dan Teknologi yang kala itu dijabat oleh BJ Habibie pada tahun 1996. Penamaan pada mobil ini diambil dari burung endemik asal Sulawesi. Target dari mobil Maleo ini adalah masyarakat pada umumnya dengan mematok harga 30 juta. 

Maleo memakai mesin dua tak, namun jangan salah sangka jika mesin dua tak yang disematkan pada maleo berbeda dengan RX--King, F1ZR atau sejenisnya, melainkan mesin dua tak Orbital Combustion Process (OCP). Mesin OCP ini digadang akan lebih sederhana, lebih ringan serta lebih murah dibanding dengan mesin 4 tak biasa. Performa dari mobil ini juga tidak kalah menarik, tenaga yang dihasilkan oleh mesin OCP juga tidak kalah besar, yakni 58 dk per 1.000 cc, dan bisa menjadi 72 dk kalau katupnya ditambah. Selain itu, dibalik cibiran orang tentang mesin 2 tak yang terasa lebih "ngebul", tidak dengan mobil ini karena mesin OCP sudah menganut sistem injeksi untuk memasok bahan bakar keruang bakarnya.

Namun sangat disayangkan proyek mobil Maleo yang telah dirintis kurang lebih 3 tahun lamanya terhenti karena pemerintah lebih terfokus kepada mobil Timor yang digagas oleh putra presiden Soeharto yaitu Tommy Soeharto.

 

sumber

 

MR 90

Awal mula terciptanya Mazda MR90 adalah keinginan PT Indomobil yang ingin mengubah visi mobil rakyat dari berbentuk Kijang menjadi sedan. Karena stigma pada zaman itu Mobil Kijang adalah mobil niaga atau mobil barang yang dijadikan mobil penumpang. Mobil ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1990 dengan Nama Mazda MR90. Inisial MR adalah singkatan dari mobil rakyat. Pada eranya mobil Mazda MR gencar menayangkan iklan dengan jargon "Anda Bukan Barang". Jargon ini menjadi sindiran kepada mobil yang tenar pada saat itu adalah mobil niaga.

Mesin yang digunakan Mazda MR90 memakai konfigurasi 4 silinder segaris DOHC 8 valve dengan kapasitas 1400 cc. Untuk sistem bahan bakarnya, digunakan karburator yang dapat menghasilkan tenaga sebesar 69 Hp pada 5700 Rpm dan torsi 112Nm pada 3200Rpm. Untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang, digunakan transmisi manual 5 percepatan. 

Mobil Mazda MR ini memiliki kelebihan dan kekurangan. kelebihan dari mobil ini adalah perawatannya yang mudah dan murah. kekurangan dari mobil ini adalah terdapat beberapa part terbuat dari karet dan plastik yang seharusnya terbuat dari besi. hal itu mempengaruhi kepada durabilitas. Namun handling mobil ini terbilang enak walaupun bagian belakang mengayun jika tidak ada penumpang. Dari performa mesinnya tidak mempengaruhi bahan bakar karena mobil ini terbilang irit meskipun memakai teknologi jadul. 

Namun lagi-lagi mobil nasional Mazda MR dapat dikatakan sebuah proyek gagal. Disebut gagal karena pada pertengahan tahun 1990-an diluncurkannya mobil Timor yang harga dan desainnya jauh lebih bisa diterima masyarakat Indonesia. Tetapi kabar baiknya adalah MR90 yang diplot sebagai mobil nasional telah merambah sampai ke negeri seberang seperti Fiji.

 

sumber

 

TIMOR

Sejarah mengatakan bahwa mobil Timor berawal dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 1996 yang menginstruksikan kepada Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal agar secepatnya mewujudkan industri mobil nasional dan bersamaan dengan Inpres Nomor 2 Tahun 1996 menunjuk PT. Timor Putra Nasional (PT. TPN) sebagai pionir mobil nasional. Perusahaan ini dimiliki oleh Tommy Suharto. Dengan ditunjuknya PT. TPN sebagai pionir mobil nasional maka mereka dibebaskan dari bea masuk dan pajak dengan syarat mereka harus menggunakan seratus persen komponen lokal.  

Dari segi desain, Mobil Timor sangat mirip dengan KIA Sephia hanya saja kelengkapan fitur dan logonya berbeda. Namun, di era sekarang ini sangat sulit menemukan mobil lengkap dengan logo Timor aslinya karena konsumen takut dari sasaran amukan massa yang terjadi pada tahun 1998, tak jarang juga yang banyak mengganti logo Timor dengan logo KIA.

Mobil Timor memiliki eksterior yang dihiasi dengan lampu utama dan lampu sein yang terpisah. Desainnya terlihat cantik karena desainnya yang modern pada zamannya. Mobil ini sudah menggunakan konfigurasi DOHC. kapasitas mesinnya sendiri sudah menggunakan 1.497 cc injeksi yang mampu memacu daya sebesar 108 HP setara 5.500 Rpm. Ditambah dengan transmisi 5 percepatan manual, lalu mesinnya menghasilkan torsi tak kurang dari 145 Nm pada putaran 4.400 Rpm. Dari sisi konsumsi bahan bakar mobil ini  berada di kisaran 9 hingga 11 Km/Liter. Banyak juga penggunanya yang mengklaim mobil ini mampu mencatatkan rekor 13 hingga 15 Km/Liter. Maka tak jarang mobil ini dijadikan mobil taksi dan angkutan pribadi karena performanya yang irit.

 

sumber

 

KANCIL

Mobil Kancil didesain, diproduksi, dan dipasarkan oleh PT. Kancil (Karunia Abadi Niaga Citra Indah Lestari). Kancil merupakan singkatan dari Kendaraan Niaga Cilik Irit Lincah. awal diciptakannya mobil ini untuk pengganti bajaj dan bemo karena dua kendaraan tersebut tidak diperkenankan untuk menambahkan jumlah atau produksinya di wilayah Jakarta. Perkembangan Kendaraan Kancil terhambat dikarenakan Kancil hanya bisa menggantikan bajaj. Aturan ketika itu memperbolehkan Kancil diperbolehkan masuk untuk satu unit apabila satu bajaj tidak beroperasi lagi. Apabila membeli kendaraan kancil, sama saja harus mematikan satu unit Bajaj agar Kancil dapat beroperasi. 

Kancil memiliki dimensi utama dengan panjang 2800 lebar 1385 dan tinggi 1720 mm dengan berat kendaraan 850 kilogram. Kendaraan kancil didukung dengan mesin  bensin, 1 silinder, 404 cc, 4 langkah, EH41 DUS.

 

sumber

 

ESEMKA 

Esemka adalah produk mobil nasional karya siswa siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang bekerjasama dengan institusi dalam negeri dan perusahaan lokal dan nasional dengan sistem badge engineering. PT Solo Manufaktur Kreasi merupakan perusahaan yang menjadi pemegang merk Esemka. Mobil Esemka memiliki komponen berkisar antara 50%-90%. Mobil ini mulai terdengar di telinga masyarakat ketika Jokowi menjabat walikota solo kala itu.

Esemka memiliki beberapa varian seperti Esemka Rajawali, Esemka Rajawali R2, Esemka Digdaya I, Esemka I.5, Esemka I.I, Esemka Hatchback, Esemka surya, Esemka Patua, dan Esemka Borneo. Mobil mobil ini diciptakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan di berbagai daerah.

 

sumber

 

Nah berikut tadi adalah daftar-daftar mobil nasional yang mesti Pria Intersport ketahui, besar harapan Intersport bagi industri mobil nasional untuk dapat berkembang bahkan bersaing dengan pabrikan-pabrikan luar yang notabenenya telah memiliki sejarah yang lebih panjang. Namun tidak menutup kemungkinan bukan bahwasanya industri mobil nasional akan berkembang pesat di kemudian hari.

SAMPAIKAN KOMENTAR