Mitsubishi Lancer Evolution IX MR: Inspirasi Film yang Jadi Kenyataan
02
Sep
2020
0 Comment Share Likes 568 View

Mitsubishi Lancer Evolution jadi salah satu sedan legendaris yang cukup sukses hingga saat ini. Performa apiknya di berbagai ajang balap bergengsi, khususnya reli yang dimulai sejak generasi Evolution I hingga Evolution X membuat mobil ini jadi salah satu idola bagi para petrolhead.

Tak hanya di ajang balap saja, eksistensi mobil ini pun semakin meningkat berkat penampilannya di berbagai film papan atas, tak terkecuali 2 Fast 2 Furious. Ya, pada film yang dibintangi oleh Paul Walker sebagai pemeran utama bernama Brian O’Connor itu, Mitsubishi Lancer Evolution VII berkelir kuning tampil jadi bintang utama bersama sedan Mitsubishi lainnya, yakni Eclipse Spyder.

Munculnya Lancer Evolution VII di film itu pun rupanya membuat beberapa orang menjadi terinspirasi untuk memilikinya, tak terkecuali bagi seorang Rian Risky. Pria asli Surabaya itu mengaku pertama kali jatuh cinta pada Mitsubishi Lancer Evolution manakala menonton film 2 Fast 2 Furious.

“Pertama kali suka banget dan pengen punya itu ya gara-gara dulu nonton 2 Fast 2 Furious, saat itu kan si Brian pakai Evo 7. Nah dari situ lah jadi kepingin punya Evo,” jelas Rian kepada Intersport.

Berawal dari kekagumannya itu lah, akhirnya Rian pun berhasil mewujudkan keinginannya pada 2011 lalu. Namun, bukan Mitsubishi Lancer Evolution VII yang dirinya bawa pulang, melainkan Evolution IX MR.

“Evo IX MR ini kan terbilang spesial ya, selain lebih rare, juga spesifikasinya lebih unggul dibandingkan Evo IX yang GSR. Karena beberapa keunggulan itu lah akhirnya ya sudah saya pilih Evo IX MR,” kata Rian.

 

Ubahan Totalitas Jantung Pacu

Setelah berhasil memilikinya, Lancer Evolution IX MR berkelir merah hitam itu pun langsung Rian modifikasi sesuai keinginannya. Mengusung konsep street car yang kencang dan nyaman untuk pemakaian harian, sektor mesin pun jadi yang paling banyak dirinya tingkatkan.

Mesin berkode 4G-63T milik Lancer Evolution IX MR itu pun, dirinya modifikasi dengan berbagai penambahan komponen aftermarket. Tujuannya, tentu saja untuk meningkatkan tenaga dan torsinya.

Pada bagian jeroan mesin, Rian mengandalkan berbagai komponen seperti Conrod turbo, crankshaft, piston kit dari merek Manley. Sementara untuk Camshaft menggunakan merek Kelford, dan Camgear merek Tomei.

 

Penggunaan Sistem Transmisi Dogbox dan Triple Clutch

Mesin tersebut selanjutnya dikawinkan dengan sistem transmisi dogbox dari Samsonas ditambah dengan triple clutch dari ATS yang membuat perpindahan gigi pada mobil ini semakin mengagumkan.

Sistem pendinginan juga turut ditingkatkan guna menunjang spesifikasi mesin yang sudah tidak standar lagi. Pada sistem pendinginan ini, Rian menyematkan radiator baru dari Koyorad, kipas radiator dari SPAL, serta intercooler dari HKS Type S.

Menyoal sistem manajemen mesin dari mobil ini, dipercayakan oleh Rian pada ECU stand alone dari Haltech PS1000. Alhasil, tenaga mobil ini pun meningkat menjadi 504,5 dk dan torsi 633 Nm.

“Sektor mesin memang jadi yang utama dan paling banyak saya upgrade ya,” terang Rian. Guna menunjang performa mesin buasnya itu dan memberikan pengendalian yang jauh lebih baik, Rian membenamkan suspensi coilover  dari HKS Hypermax III. Lalu untuk sistem pengeremannya mengandalkan brake pad keluaran Brembo.

 

Banyak Sentuhan Carbon Pada Bagian Luar

Berbeda dari urusan teknis yang mendapatkan banyak ubahan, sektor eksterior dan interior dari mobil ini memang tak banyak mendapatkan peningkatan. Sesuai dengan konsepnya, yakni street car yang nyaman untuk pemakaian harian, ubahan yang dilakukan hanyalah untuk membuat tampilan mobil ini menjadi semakin menarik dan tentunya sangar.

Di bagian eksteriornya, Rian banyak mengaplikasikan panel bodi berbahan carbon, seperti di bagian kap mesin, pintu bagasi, lips spoiler, rear back wing, dan kaca spion. Velg keluaran Volk Rays bertipe TE37 Super Lap berukuran 18 inci dengan lebar 9,5 pun menjadi pelengkap menarik bagi mobil ini.

“Selain untuk tampilan, banyaknya penggunaan carbon di bagian bodi itu tentu juga supaya bobot mobil semakin ringan ya,” terang pria yang hobi mobil-mobil Japanese Cars 90’s itu.

 

Tetap Mengandalkan Interior OEM Mitsubishi

Sementara pada bagian interior, Rian cenderung tetap mempertahankan part atau komponen OEM dari Evo IX, seperti jok racing dari Recaro, roda kemudi dari MOMO, dan sunroof.

Penambahan yang dilakukan, hanya meliputi shift knob dari HKS, intelligent infometer touch dari Greedy untuk water temperature, oil temperature, airflow, throotle, boost, speed, tachometer merek Defi untuk oil pressure, oil temperature, dan exhaust temperature, serta turbo timer HKS Type 1.

Dengan kondisinya saat ini, Rian mengaku sangat puas dengan Mitsubishi Lancer Evolution IX MR miliknya itu. Mobil tersebut pun masih suka dirinya gunakan saat berkendara di kota Surabaya. Beberapa prestasi kontes pun pernah diraih oleh mobil ini pada tahun 2017 dan 2018 lalu untuk kategori Force Induction.

Ke depannya, Rian mengaku masih ingin merawat dan menikmati mobil kesayangannya itu. Dirinya juga tak menampik apabila berbagai penawaran terhadap Mitsubishi Lancer Evolution IX MR itu memang banyak dirinya dapatkan.

Data Modifikasi dan Spesifikasi Mitsubishi Lancer Evolution IX MR

  • Chasis :           CT-9A
  • Engine Code :           4G 63T
  • Engine Power : 504,5 HP / 633 Nm (@6960/5673 Rpm)
    • (Mainline Dyno @WW Autotechnic)

Interior

  • RECARO Racing Seat OEM Evo IX
  • MOMO steering wheel OEM Evo IX
  • Shift Knob HKS
  • GREDDY Intelligent Infometer Touch
  • ( water temp, oil temp, airflow, throttle, Boost, speed )
  • Turbo Timer HKS type 1
  • AVC-R ( actuator valve controller-type R ) APEXi
  • Sunroof OEM Evo IX
  • DEFI meters ( oil pressure, oil temp, exhaust temp )
  • SUMMIT RACING Shift Light
  • AEM AFR gauge

Exterior    

  • Engine Hood carbon SEIBON
  • Trunk carbon SEIBON
  • CUSTOM lips spoiler carbon
  • Carbon racing mirror GANADOR
  • CUSTOM rear back wing carbon
  • Vortex Generator carbon
  • License plate JDM APEXI

Wheel & Tyre

  • VOLKRAYS TE 37 Super Lap R18 x 9,5 ET22
  • ADVAN NEOVA AD08 235/40 R18
  • Coilover HKS HYPERMAX III
  • Brake Pad BREMBO
  • MFACTORY LSD front and rear helical

Engine

  • PRECISION turbo 6466
  • AMS Performance Intake manifold F1-5.0 Flange type
  • AMS Performance Fuel Rail
  • Throttle Body BOMBAA 75mm
  • KELFORD Camshaft
  • TOMEI Camgear
  • ZAKLEE Camgear cover
  • MANLEY conrod turbo tuff I beam
  • MANLEY crankshaft 94mm billet stroke
  • MANLEY piston kit 86mm
  • ARP head & main stud kit
  • ATI DAMPER crank pulley
  • ACL main bearings
  • ACL rod bearings
  • ACL oil pump
  • GSC POWER DIVISION race balancer
  • INJECTOR DYNAMIC
  • COMETIC head gasket
  • Custom Exhaust manifold
  • HALTECH PS 1000 ECU
  • HALTECH MAP sensor
  • TIAL twin wastegate 38mm
  • TIAL blow-off
  • PLASMA OKADA direct coil
  • Oil filler Cap TOMEI
  • Oil cooler GREDDY
  • Oil Catch tank custom
  • K&N Air breather
  • K&N Air filter
  • Custom wrap air filter
  • HKS type S Intercooler
  • KOYORAD Radiator
  • SPAL fan
  • AEROMOTIVE fuel press regulator
  • WALBRO fuelpump
  • NGK iridium sparkplug
  • Radiator Cap JUN
  • Radiator stay BLOX
  • Radiator cover GT SPEC
  • Hose silicone SAMCO Sport
  • Exhaust kit HELIX Titanium
  • Muffler HKS type R titanium
  • Exhaust piping branch Custom
  • ATS metal triple clutch
  • SAMSONAS dogbox gearbox

 

SAMPAIKAN KOMENTAR