Miris, Pabrik Nissan Berhenti di Hari Kasih Sayang Ini
14
Feb
2020
0 Comment Share Likes 399 View

Akibat virus corona sejumlah aktivitas ekspor-impor sedikit terganggu, bahkan banyak penerbangan dari dan ke China ditunda. Tak hanya itu saja, industri otomotif juga terkena dampak negatif dari virus bernama resmi Covid-19 itu, sebut saja Nissan. Baru-baru ini Nissan mengumumkan bahwa perusahaan akan menghentikan sementara proses produksi mobil di pabriknya di Kyushu, Jepang. Hal ini dikarenakan terganggunya pasokan suku cadang Nissan yang dibuat di China.

Nissan menjadi pabrikan mobil pertama di Jepang yang menghentikan aktivitas pabrik dan yang kedua di luar China setelah Hyundai di Korea Selatan. Dalam sebuah pernyataan resmi, Nissan mengatakan bahwa akan ada penyesuaian produksi mobil sementara pada 14 sampai 17 Februari karena kekurangan pasokan suku cadang dari China. Langkah ini dapat berdampak pada produksi sekira 3.000 kendaraan. Demikian seperti dilaporkan Nikkei yang dikutip ulang oleh Paultan.

Dua jalur produksi mobil Nissan akan dihentikan pada Hari Valentine. Sementara jalur lain, yang utamanya membuat mobil untuk ekspor, akan dihentikan pada 17 Februari 2020. Pabrik Nissan yang berlokasi di barat daya Jepang itu memproduksi Multi Purpose Vehicle (MPV) Serena untuk pasar domestik dan Sport Utility Vehicle (SUV) Rogue atau dikenal juga dengan Nissan X-Trail, salah satu mobil terlaris di pasar Amerika Serikat. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 530 ribu unit dalam satu tahun.

Nissan mengatakan bahwa mereka sedang bersiap untuk memulai kembali produksi di China. Pabrik Nissan di Huadu (Provinsi Guangdong) dan Dalian (Provinsi Liaoning) disebut siap beroperasi paling cepat pada 17 Februari 2020. Wabah virus corona tidak berdampak langsung pada proses produksi mobil di Tanah Air. PT Sokonindo Automobile selaku Agen Pemegang Merek (APM) mobil Dongfeng Sokon (DFSK) di Indonesia sampai saat ini masih terus memproduksi mobil, meski sebagian suku cadang diimpor dari China.

“Kami berusaha untuk selalu memberikan kendaraan dan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia. Produksi di pabrik DFSK yang berlokasi di Cikande, Serang, Banten tetap beroperasi seperti normal menghasilkan kendaraan-kendaraan berkualitas seperti DFSK Super Cab, DFSK Glory 580, dan DFSK Glory 560,” ungkap Major Qin, Head of Marketing PT Sokonindo Automobile (DFSK) dalam keterangan resminya awal bulan ini.

Demikian pula Daihatsu, proses produksi pembuatan mobil di bawah payung PT Astra Daihatsu Motor (ADM) selaku APM mobil Daihatsu di Indonesia sampai saat ini berjalan normal. “Daihatsu enggak ada ekspor ke China. Di Jepang sendiri juga belum,” kata Amelia Chandra selaku Marketing Director PT ADM di Jakarta. Meski demikian, lanjut Amel pihaknya akan mengecek terlebih dulu apakah ada suku cadang mobil yang didatangkan langsung dari China. “Kalau memang itu ada bisa saja ada pengaruhnya ke produksi mobil. Tapi kalau itu enggak ada, bisa saya pastikan tidak ada pengaruhnya dengan produksi mobil,” tutur Amel.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR