Merawat Mesin Mobil Agar Lolos Uji Emisi Ternyata Gampang
29
Apr
2021
0 Comment Share Likes 226 View

Berita mengenai aturan mobil di Jakarta wajib menjalani dan lolos uji emisi kembali santer terdengar. Salah satu pemicunya kembali terjadi di awal tahun 2021, tepatnya di bulan Februari lalu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewacanakan aturan mengenai setiap kendaraan di Jakarta wajib mengikuti dan lolos uji emisi. Baik itu untuk mobil baru, maupun mobil dengan usia 5 tahun atau lebih.

Aturan ini jelas menuai pro dan kontra. Ada yang mendukung, namun tidak sedikit juga yang menyatakan protes terhadap wacana ini. Namun kita tidak akan membahas mengenai wacana tersebut. Kita akan mencoba membuat lo supaya nggak takut melihat aturan tersebut. Sebab, ada cara yang bisa dilakukan untuk merawat mesin mobil agar lolos uji emisi. Sayangnya banyak orang terpancing dan menjadi kesal ketika mengetahui aturan tersebut diwacanakan. Padahal sebenarnya ini merupakan ajakan kepada pemilik mobil agar lebih merawat lagi mesin mobilnya. Terus gimana caranya ya?

 

Rutin Melakukan Servis

 

sumber

 

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah rutin melakukan servis. Walaupun mobil yang usianya sudah lebih dari 5 tahun tetapi jika dilakukan servis rutin berkala performanya akan tetap terjaga. Misalnya rutin mengganti oli, mengganti busi, filter bensin, air mass dan sebagainya dengan tepat waktu.

Selain itu rutin juga mengganti filter udara, mengecek MAF sensor, injektor dan komponen lain yang penting di mesin. Mesin yang sehat sangat bergantung dari perawatan sang empunya mobil. Cara ini bisa membuat performa mesin menjadi terjaga. Mesin yang bersih, secara otomatis akan membuat emisi yang dihasilkan juga rendah. Sayangnya, banyak orang yang masih malas merawat mesin mobilnya sendiri.

 

Menggunakan Bahan Bakar Sesuai Oktan

 

sumber

 

Hal kedua yang jarang dilakukan adalah menggunakan bahan bakar sesuai oktan yang dibutuhkan. Beberapa mobil walaupun usianya tua ternyata sudah diwajibkan memakai oktan yang tinggi. Hal ini disesuaikan dengan kompresi mobil tersebut saat baru.

Namun di Indonesia banyak yang tidak mengindahkan hal tersebut. Alasannya demi mengejar pengeluaran agar tidak mahal. Padahal mobil yang selalu memakai oktan sesuai rekomendasi pabrik bisa terjaga performa mesinnya.

 

Rutin Melakukan Penyetelan

Baik mobil yang masih memakai karburator atau sudah injeksi, sebaiknya tetap rutin dilakukan penyetelan. Misalnya untuk mobil karburator selalu rutin dicek mengenai setelan karburatornya. Jangan sampai pembakarannya lebih banyak bensin dibanding oksigen yang masuk. 

Sedangkan mobil dengan injeksi, penyetelannya biasanya lebih mudah dengan melakukan scan komputer. Terkadang setelan ini bisa berubah seiring pemakaian yang dilakukan oleh pemilik mobil.

Cobalah untuk lebih rutin lagi melakukan penyetelan agar setelan mesin tetap sama seperti bawaan pabrik. Usahakan lakukan penyetelan ini setiap 6 bulan sekali atau minimal dilakukan 1 tahun sekali. 

 

Rajin Melakukan Uji Emisi Mandiri

Setelah dilakukan penyetelan, usahakan selanjutnya melakukan uji emisi mandiri. Di Jakarta cukup banyak kok bengkel yang menyediakan layanan uji emisi. Biaya yang harus dibayarkan juga relatif tidak mahal.

 

Tujuannya untuk mengetahui apakah penyetelan yang dilakukan sudah sesuai dengan ambang batas emisi mobil tersebut. Misalnya mobil lo produksi tahun 2005, secara otomatis uji emisi yang berlaku untuk mobil tersebut adalah yang ditujukan di tahun produksi mobil tersebut. 

Jadi menyesuaikan ambang batas emisi sesuai dengan tahun produksi mobil tersebut, bukan yang berlaku di tahun ini. Sebab teknologi mobil selalu berkembang setiap tahunnya.

Nah, merawat mesin mobil agar lolos uji emisi sebenarnya gampang untuk dilakukan. Hanya saja kebanyakan pemilik mobil malas merawat mobilnya. Padahal jika dirawat dengan baik, emisi dari mobil tua sekalipun tetap bisa terjaga, Bro!

SAMPAIKAN KOMENTAR