Menjaga Kualitas Diecast Ala Kolektor
29
Aug
2020
0 Comment Share Likes 543 View

Mainan mobil-mobilan model skala atau yang lebih dikenal dengan diecast, kini semakin banyak digandrungi. Peminatnya tidak hanya dari kalangan anak kecil saja, namun justru didominasi oleh orang dewasa.

Umumnya mereka yang menyukai dan mengkoleksi diecast memang memiliki hobi terhadap dunia otomotif khususnya roda empat. Tak jarang, bagi mereka yang punya mobil kesayangan pun akan berburu versi diecast-nya. Mainan diecast sendiri pertama kali hadir pada awal abad ke-20. Kala itu, diecast sudah hadir dalam bentuk pesawat, mobil, kereta, dan konstruksi. Merek mainan asal Inggris, Meccano atau yang dahulu populer dengan nama Dinky Toys, menjadi yang pertama memproduksi massal mainan diecast. Hanya saja, mainan diecast waktu hanya tersedia dua model:  mobil kecil dan van tanpa detail interior.

Barulah di tahun 1947, perusahaan mainan Lesney menghadirkan diecast dalam 75 model berbeda, atau yang sering dikenal Matchbox 1-75. Memasuki tahun 1968, merek mainan asal Amerika Serikat, Hot Wheels, memperkenalkan mainan diecast mobil-mobilan mereka. Kini, seiring berjalannya waktu, popularitas mainan diecast berkembang. Berbagai perusahaan mainan di seluruh dunia berinovasi dalam menghadirkan diecast, termasuk soal urusan detail eksterior dan interior.

Tak hanya soal detail, mereka turut  menghadirkan diecast beragam ukuran skala dimensi. Saat ini, diecast tersedia dalam 5 ukuran skala, yakni 1:18, 1:24, 1:43, 1:50, hingga 1:64. Dengan banyaknya pilihan skala ukuran itu, tentu jadi tantangan sekaligus kesenangan tersendiri bagi para pecintanya. Sebab, itu artinya mereka jadi punya banyak pilihan dalam berburu mainan diecast.

Meskipun banyak pilihan, tentu saja mencari mainan diecast yang proper dan sesuai keinginan bukanlah perkara mudah. Apalagi bila mainan diecast tersebut merupakan edisi khusus dan tentunya langka. "Tantangannya, ya, itu. Saat kita lagi pengen suatu jenis tapi ternyata dia itu rare. Nah itu kita harus sabar nyarinya, saya pun kadang enggak hanya nyari di sini saja, bahkan sampai ke luar negeri, karena kalau apa yang kita buru itu bisa didapatkan rasanya ada kepuasan tersendiri saja," ujar Jaganathan Nadeson, salah satu kolektor mainan diecast.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam berburu mainan diecast

Dalam berburu mainan diecast, kata Jaganathan, seorang kolektor tidak bisa asal-asalan dalam memilih diecast yang diincar. Mereka harus paham hal-hal yang bisa mempengaruhi layak atau tidaknya suatu mainan diecast untuk dikoleksi. Secara garis besar, para kolektor umumnya akan melihat suatu mainan diecast berdasarkan beberapa aspek, mulai dari negara asal produksi, kelangkaan, tingkat kedetailan, hingga tren pasar.

“Biasanya kalau mencari diecast itu, kolektor akan lihat dulu nih dia itu produksi mana. Misal Tomica, dia made in Japan apa China, kalau China mereka enggak mau beli. Begitu pun misal Buraggo atau atau Matchbox, kalau made in China biasanya cenderung enggak mau mereka,” jelas pria yang akrab disapa Jag itu. Sementara menyoal kelangkaan, setiap kolektor umumnya akan melihat dahulu apakah diecast tersebut merupakan edisi khusus dan hanya diproduksi sedikit atau tidak. Apabila memang edisi khusus dan hanya diproduksi sedikit, mereka pasti akan membeli dan menyimpannya.

“Misalnya seperti McLaren edisi Ayrton Senna, itu rare nah pasti biasanya kalau kolektor akan incar dan nyimpan. Lalu juga Mercy G-Klasse, itu juga cenderung langka. Kadang di diecast itu juga bisa mengikuti apa yang langka di mobil aslinya. Jadi misal mobil aslinya itu langka, diecast-nya juga bisa langka,” beber Jag.

Sama seperti mobil dalam dunia nyata, pada mainan diecast rupanya memiliki siklus tren yang bisa berubah. Untuk saat ini, lanjut Jag, mainan diecast berjenis mobil JDM (Japanese Domestic Market) klasik, sedang banyak digandrungi. “Sekarang ini mobil-mobil diecast JDM tuh lagi naik daun dan banyak yang incar. Jadi seperti Honda Estilo atau Civic Nouva sedang naik-naiknya harganya,” ungkap Jag.

                                                                                       Sumber foto: Aldo Picasso from Pexels

 

Cara penyimpanan bisa pengaruhi harga diecast

Selain harus pandai dalam memilih mainan diecast untuk dikoleksi, seorang kolektor rupanya harus tahu bagaimana menyimpan diecast yang baik dan benar. Bila dahulu seorang kolektor cenderung mengeluarkan mainan diecast-nya dari kardus untuk dipajang pada sebuah lemari kaca, kini cara tersebut sudah berubah.

“Sekarang ini rupanya alirannya sudah berubah, justru yang masih dalam kotak atau blister dan mint condition itu yang punya nilai investasi lebih tinggi dibanding yang loose atau tanpa blister,” beber Jag.

Saat melakukan penyimpanannya pun sebaiknya tak asal-asalan. Bagi seorang Jimmy Hendrik Pardede, kolektor mainan diecast yang kini punya lebih dari 2 ribu diecast, penyimpanan mainan diecast yang ditata rapi dengan sangat baik rupanya juga bisa menimbulkan kesan ekslusifitas.

“Sebaiknya sih jangan hanya sekadar ditaruh kardus atau ditumpuk di boks saja. Karena kalau kita pandai menatanya misal di lemari kaca atau di tembok, meskipun dia di dalam blister itu bisa jadi keren banget dilihatnya,” ucap Jimmy kepada Intersport.

                                                                                                       Sumber foto: pxfuel

 

Sama seperti barang koleksi lainnya, setiap kolektor mainan diecast juga wajib merawat dan membersihkan barang koleksinya. Tujuannya tentu saja agar mainan diecast itu tetap dalam kondisi terawat dan memiliki nilai harga tinggi.

Bagi mainan diecast yang sudah dibuka dari blister atau kardus dan disimpan di dalam lemari, sebaiknya sering-sering lah dikeluarkan dan dibersihkan dari debu. Sementara bagi yang masih di dalam kardus dan ditumpuk semuanya dalam 1 kardus besar atau boks, juga harus sering dikeluarkan dan dijemur.

“Sebaiknya sering dikeluarkan dijemur dan dilap, biar enggak lapuk atau dimakan rayap. Lalu juga bisa dikasih kapur barus, sama kalau yang sudah dibuka blister-nya lalu pingin dibersihkan itu harus hati-hati, kalau bisa kuku tangannya jangan panjang supaya enggak bikin baret cat diecast-nya” beber.

Selain harus rutin dikeluarkan dan dibersihkan, faktor cara menyimpan rupanya juga tidak bisa sembarangan. Ada teknik khusus yang harus dipahami, bagi Anda yang ingin menyimpan mainan diecast dengan ditumpuk dalam kardus atau boks.

“Caranya biar aman enggak rusak dan rapih itu ditumpuk 3-3 dengan model penumpukan upside down. Ini fungsinya juga biar si blisternya enggak rusak ketindih-tindih,” tutup Jag.

Nah, jadi cukup menarik ya pembahasan soal diecast kali ini. Ternyata, dalam mengoleksi mainan diecast itu tidak boleh sembarangan asal simpan ya, ada teknik-teknik penyimpanan dan cara merawatnya yang harus kita pahami.

Gimana Pria Intersport, tertarik mengoleksi mainan diecast?

SAMPAIKAN KOMENTAR