Mengenal Time Attack, Sebuah Perburuan Lap Tercepat
18
Jul
2021
0 Comment Share Likes 674 View

Pria Intersport, pernah dengar istilah balapan Time Attack? Selain balap turing, drifting, rally, atau speed offroad, ternyata masih ada balap Time Attack yang seru banget buat diikutin. Jenis balap satu ini cukup tenar di Jepang, Amerika, dan beberapa negara Eropa. Jangan kaget kalo tiap negara punya sebutan yang berbeda-beda. Selain istilah Time Attack, orang Jepang dan Amerika juga menyebutnya tuner beatles atau super lap. Sementara di Australia dikenal dengan sebutan super lap dan trak attack. Dan di New Zealand lebih sering disebut dengan super lap

Sebenarnya apa sih arti dari balap Time Attack? Dan bagaimana aturan balap ini? Begini penjelasannya, Bro!

 

Arti di Balik Balap Time Attack

Pertama kali muncul pada dekade 1960-an, istilah Time Attack sebenarnya mengacu pada salah satu jenis balapan yang cukup digemari para petrolhead di Jepang dan Amerika. Time Attack sendiri merupakan balapan buat mendapatkan waktu terbaik dalam satu lap/putaran pada sirkuit balap. 

Balapan Time Attack adalah sebuah balapan mobil di mana penilaiannya murni hanya melihat dari catatan waktu terbaik dan tercepat buat satu putaran sirkuit balap. Buat memenangkan sebuah balapan Time Attack, pembalap diberikan kesempatan memodifikasi mobilnya terutama dari segi performance mobil sesuai kelas balapan. Tidak ada poin tambahan dari penampilan mobil balapnya, faktor penentu balapan Time Attack hanyalah murni kemampuan pembalap di belakang kemudi mobil buat mendapatkan waktu terbaik mereka. 

Pria Intersport wajib tau slogan yang terkenal di AS buat balap Time Attack yaitu “Time Attack is: good driver, no slicks, break record, car setup and super lap battle”. Bisa dibilang kalau sebenarnya yang utama dari balapan ini cuma skill pengemudi. Sementara faktor tenaga mobil, tampilan, atau merek tertentu sebenarnya gak penting-penting banget. Lo masih inget gak sama apa yang dilontarkan sama Dominic Toretto di awal film Fast and Furious (2017)? “It doesn’t matter what’s under a hood. The only thing that matters is who’s behind the wheel”. Yap, kira-kira seperti itulah gambaran balap Time Attack. 

Dalam sebuah balapan Time Attack, pembalap diberikan kesempatan buat memutari sirkuit balap sebanyak tiga kali. Putaran pertama adalah kesempatan buat mempelajari trek balap yang akan ditempuh, lalu catatan waktu akan dimulai saat putaran kedua dan ketiga. Dari kedua putaran terakhir tersebut akan diambil satu putaran dengan waktu tercepat bagi si pembalap. 

Sejarah Time Attack

Balap Time Attack berasal dari negeri Sakura sejak tahun 1960-an. Di Jepang, balapan ini menjadi sebuah acara di mana perusahaan tuner dan media yang antusias terhadap otomotif mengadakan kompetisi di tempat yang terkenal seperti Sirkuit Tsukuba.

Time Attack memunculkan mobil-mobil ikonik seperti HKS CT230R Mitsubishi Evo dan Scorch Racing Nissan S15 Silvia. Dari balapan inilah, pembalap seperti Tarzan Yamada dan Under Suzuki JDM memulai debutnya menjadi superstar.

 

sumber

 

Gak cuma di Jepang, tahun 2004-an balap Time Attack muncul pertama kali di Amerika Serikat. Global Time Attack (GTA) diklaim sebagai  penyelenggara acara Time Attack tunggal terbesar di AS yang dikenal dengan nama Super Lap battle di Buttonwillow Raceway Park di California setiap bulan November. Hingga akhirnya acara ini menjadi acara balapan Time Attack yang pertama di tahun 2004. Di AS, Time Attack dikenal lewat ajang National Auto Sport Association Time Trial (NASA TT). Program kompetisi otomotif nasional ini  memanfaatkan seri regional berdasarkan format time trial. Sekarang, balap Time Attack meluas pesat di Australia, New Zealand, Eropa, dan tempat lain di seluruh dunia. Sementara, di Indonesia sendiri, Time Attack pernah digelar oleh RFT Motorsport dan AMM dalam tajuk Fastron Gold Time Attack tahun 2011 di sirkuit Sentul dan menjadi trend yang diikuti oleh Adhi KZ pada Toyota Starlet miliknya saat itu.

 

 

Aturan Time Attack

Secara teknis saat balapan bakal dipakai 2 macam sirkuit. Sirkuit pertama dipakai buat sesi kualifikasi, dilanjut ke sirkuit besar, tapi hanya driver yang lolos kualifikasi bisa masuk sirkuit besar. Dari tiap  kelas cuma dikasih jatah 15 mobil yang lolos kualifikasi. Balap ini punya aturan yang terbilang sederhana, yaitu cuma mengitari sirkuit besar sebanyak tiga kali. 

Lap 1 buat pemanasan atau biasa disebut warm up lap. Jadi, peserta keluar dari waiting zone menuju lintasan buat melakukan putaran pemanasan sebelum benar-benar melakukan pengambilan waktu di putaran berikutnya. Nah. di Lap 2 sudah mulai dihitung waktunya. Biasanya peserta cuma ambil satu putaran, tapi kalau dilakukan lebih dari satu putaran maka diambil waktu terbaik sesuai keputusan race director. Masuk di cooling down lap di putaran terakhir atau lap 3 setelah pengambilan waktu selesai. Di sini peserta harus keluar dari lintasan dan balik ke paddock sesuai sama arahan flag marshal dengan isyarat bendera finish.

Sementara, buat perhitungan waktu di Time Attack dilakukan secara rolling start. Semua peserta dilepas satu per satu dengan interval waktu antar peserta sekitar 15 detik. Perhitungan waktu dimulai pas mobil peserta sudah ngelewatin titik yang ditentukan sebagai batas awal buat perhitungan waktu. Peserta dianggap sudah melakukan satu putaran kalau sudah ngelewatin titik itu sebanyak dua kali.

Aturan lainnya, ban mobil yang dipakai gak boleh slick, bahkan cenderung ban harian. Terdapat 3 pembagian kelas pada balap Time Attack, yaitu FFA (free for all), gerak roda depan (FWD) dan gerak roda belakang (RWD). Buat mengikuti balap ini, para peserta harus punya Kartu Izin Start (KIS). Patokannya, KIS tersebut harus motorsport roda empat.

 

Balap Time Attack memang seru banget buat diikutin. Kira-kira lo setuju gak kalo diadain lagi di Indonesia? Tulis komentar lo di bawah ya!

SAMPAIKAN KOMENTAR