Mengenal Sejarah GReddy, Tuner Jepang yang Besar di Amerika Serikat
16
Apr
2021
0 Comment Share Likes 271 View

Dunia otomotif tak lengkap jika tak membahas modifikasinya, termasuk tuner yang menghasilkan mobil-mobil dengan peningkatan tidak hanya tampilan, tapi juga performanya. Kali ini Intersport akan membahas salah satu tuner yang cukup terkenal tidak hanya di negara asalnya, tapi juga di seluruh dunia. Bagi sebagian orang, nama GReddy, tuner aftermarket, cukup lumrah di telinga. Hal yang cukup menarik, GReddy sendiri sebenarnya merupakan merek yang berasal dari Jepang, namun besar di Amerika Serikat. Bagaimana kisah awalnya?

 

Awal Mula GReddy

Kisah tersebut bermula ketika Masamitsu Hayakawa mendirikan perusahaan bernama The Trust Company Ltd. Perusahaan tersebut memang ingin fokus kepada komponen produk balap dan penyetelan mobil modifikasi yang lebih mengutamakan performa. Masamitsu mendirikan perusahaan ini pada April 1977. Ia kala itu ditemani oleh Masaru Ikeda untuk mendirikan perusahaan tersebut. Setelah mematangkan konsep, mereka memutuskan untuk mendirikan markas pusat di kawasan Chiba, Jepang. 

Ada 3 merek yang mereka rilis. Yang pertama adalah GReddy, GREX dan GRacer. Ketiganya merupakan merek yang dipersiapkan untuk merilis komponen modifikasi performa. 

 

Komponen Plug and Play

 

sumber

 

Jika biasanya komponen performa ini kurang presisi ketika dipasang di sebuah mobil, berbeda dengan GReddy. Mereka fokus untuk mempermudah pecinta otomotif untuk mengutak-atik mesin agar menjadi lebih buas. Produk yang ditawarkan rata-rata plug and play, alias gampang banget masangnya, Bro! Awalnya mereka lebih fokus menjual beberapa komponen seperti knalpot, turbo kit dan air intake. Namun sekarang ekspansinya meluas hingga menawarkan mesin penuh untuk konsumennya. 

 

Untuk mendapatkan popularitas, Trust Company mengikuti berbagai ajang balap. Hasilnya pun perlahan nama GReddy menjadi sering terkenal. Apalagi mereka juga menggunakan livery pada setiap mobil balap yang mengikuti ajang balap.

 

sumber

 

Singkat kata di tahun 1994, Trust Company mencoba membesarkan sayap dengan mendirikan markas kedua di Amerika Serikat. Markas ini berdiri di kawasan Irvine, California. Karena Trust Company sudah terkenal di Jepang, maka mereka tidak bisa membuat nama sendiri di negara tersebut.

Akhirnya mereka mendirikan nama GReddy untuk pasar Amerika. Sejak saat itulah, banyak orang yang mulai salah kaprah mengenai asal muasal GReddy ini. Di tahun 2008, Trust Company di Jepang mencoba mengkonsolidasikan pasokan GReddy. Mereka kembali berekspansi ke wilayah lain selain Jepang dan Amerika Serikat. Beberapa negara yang dituju adalah Australia dan Selandia Baru. Bahkan markas ketiganya berdiri di Sydney, Australia yang hingga saat ini menjadi basis GReddy untuk kawasan Oceania. 

 

Semakin Banyak Produk

Hingga saat ini, tim riset dan develop dari GReddy terus berkembang sangat pesat. Bahkan produk yang ditawarkan saat banyak. Mulai dari knalpot, intake, turbocharge, turbo kit, cooling system, transmisi, mesin, perangkat elektronik, suspensi, bodykit, aksesoris dan gauges

Pernah mendengar bodykit Rocket Bunny? Bodykit tersebut kini secara eksklusif diimpor oleh GReddy. Ken Miura bekerjasama dengan Trust Company untuk mendistribusikan produknya ke berbagai dunia. Hingga saat ini GReddy menjadi salah satu perusahaan modifikasi dengan revenue terbesar. Bahkan beberapa sumber menyebut revenue GReddy mencapai lebih dari Rp100 miliar dengan total karyawan mencapai 60 orang dari 3 markasnya yang ada saat ini. 

Bagi sebagian orang, nama GReddy tetaplah menjadi suatu merek yang diidolakan. Sebab harga komponen yang dijual cukup mahal dan kerap jadi buruan kolektor di berbagai dunia. Tak heran jika hingga saat ini GReddy terus dipercaya pecinta modifikasi performa yang ada di seluruh dunia. Lo termasuk salah satu pengguna spare parts GReedy di mobil lo gak nih, Bro?

SAMPAIKAN KOMENTAR