Mengenal Mesin Mobil Mitsubishi Lancer Evo - 4G63T, Galak dan “Irreplaceable”
14
Jan
2020
0 Comment Share Likes 568 View

Nama Mitsubishi di Indonesia kini tengah naik pamor lagi lantaran deretan produk mereka yang dianggap mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Meskipun demikian, nama Mitsubishi sudah lama eksis di Tanah Air. Kini, pabrikan asal Jepang ini disebut tengah concern membuat mobil-mobil SUV, pikap, dan MPV. Ya, tidak ada nama sedan di sana. Padahal, ada beberapa nama model sedan yang legendaris dan sangat diperhitungkan lansiran Mitsubishi.

Sebut saja misalnya Mitsubishi Lancer, Galant, atau Eterna. Pastinya, Lancer Evo sudah jadi jagoannya, terutama di kalangan fan boy JDM. Ini mobil idola banget! Performanya baik di trek aspal maupun reli bisa dibilang sangat mampu mengkonfrontasi para lawannya. Lancer Evolution yang sudah eksis sembilan generasi (I - IX) ini pun mampu memenangkan berbagai kejuaraan di dunia.

Lalu pertanyaan mendasarnya, mesin apa yang ada di balik kapnya itu?

Nah, kali ini, Pria Intersport akan disuguhkan penjelasan tentang profil mesin 4G63T yang sukses menghasilkan tenaga besar bagi Lancer Evo. Hingga akhirnya dicap sebagai salah satu mesin legendaris.

Profil Mesin 4G63T

Mesin 4G63T merupakan bagian dari famili mesin turunan dari "Mitsubishi Sirius" yang pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1980-an. Saat itu, mesin ini pertama kali digunakan pada mobil Mitsubishi Galant VR-4. Keluarga mesin "Mitsubishi Sirius sendiri terdiri dari 4G61, 4G62, 4G63, 4G63T, 4G64, dan seterusnya. Dari urutan tersebut sudah bisa dibayangkan bahwa mesin 4G63T adalah wujud pengembangan khusus dari 4G63. Apakah huruf "T" di sana itu adalah "turbo"? Kita lihat saja.

Lancer Evolution I merupakan Lancer Evo pertama yang dibekali oleh mesin 4G63T. Mesin ini memiliki kapasitas kubikasi sebesar 2.000 cc 4 silinder Turbo. Nah, jelas ya, Bro. Huruf "T" di sana adalah "turbo". Dengan bekalan mesin 4G63T ini, Mitsubishi Lancer Evo I ini mampu menyemburkan tenaga hingga 247 Hp. Namun menariknya, sebelum digunakan oleh Lancer Evo I, mesin 4G63T telah lebih dulu dibenamkan di Mitsubishi Eclipse dengan hasilan tenaga sebesar 195 Hp.

Jadi mengapa mesin 4G63T ini sangat digemari oleh para kaum JDM? Jadi, mesin ini menggunakan High Flowing Aluminium Head, Iron Block, dua Balance Shaft, foged steel crankshaft, dan cast aluminium piston yang mampu bertahan jika mesin menghasilkan tenaga hingga 1.000 Hp. Masih kurang jelas kenapa fan boy JDM sangat mengagumi mesin ini?

Kalau dibandingkan dengan mesin legendaris Toyota Supra, 2JZ yang juga mampu menghasilkan tenaga sebesar 1.000 HP, mesin 4G63T dianggap lebih gila karena hanya punya spesifikasi 2.000 cc 4 silidner. Selain itu, nilai plusnya adalah mesin ini juga mudah mendapatkan produk aftermarekt support untuk membuat mesinnya lebih bertenaga lagi.

Alasan Mesin 4G63T Tak Tergantikan

Lancer Evolution menggunakan konfigruasi All Wheel Drive, jadi tenaga yang dihasilkan dari mesin 4G63T pun mengalir ke empat rodanya. Lalu pertanyaan selanjutnya pun muncul.

"Mengapa mesin ini selalu dipakai terus menerus untuk dari tahun 1992 hingga 2007?"

Jawabannya cukup sederhana, karena mesin ini sudah sangat pas dan bagus untuk Lancer Evolution. Jadi, Mitsubishi tidak pernah berpikir untuk mencari penggantinya sama sekali. Keperluan untuk mendongkrak performanya hanya sebuah tambahan, "adjusment" dan modifikasi dari tahun ke tahun agar mesinnya tetap mumpuni dan tidak ketinggalan zaman.

Mesin 4G63T terbukti tangguh dan punya durability sangat baik. Ketangguhannya tersebut terbukti dengan berbagai kesuksesan Lancer Evo di ajang balapan reli. Ya, Mitsubihsi Lancer Evo bersama driver Tommi Makinen sempat menjuarai World Rally Championship (WRC) sebanyak 4 kali.

Pengganti Mesin 4G63T di Mitsubishi Lancer Evolution X

Walapun mesin 4G63T ini memiliki banyak faktor positif berkat segala keunggulannya, mesini juga punya kelemahan. Faktor negatif yang paling kentara adalah bobotnya yang sangt berat. Mesin ini bahkan lebih berat dari pada mesin 4 silinder aluminium yang biasa, dan juga Valvetrain Hidrolik yang bisa rusak saat menggunakan Ground Camshaft yang tidak tepat.

Hingga akhirnya, eksistensi mesin 4G63T harus berakhir di mobil Mitsubishi Lancer Evolution IX. Ya, ini adalah generasi Lancer terakhir yang menggunakan mesin 4G63T sebelum digantikan oleh mesin 4B11T untuk dapur pacu Mitsubishi Lancer Evo X. Mesin ini berkonfigurasi 2.000 cc 4 silinder turbo. Penggunaan turbo di mesin ini pun akhirnya mampu mengganti peran berat mesin 4G63T.

Nah, itu tadi beberapa ulasan mengenai mesin 4G63T sebagai mesin andalan Mitsubishi nan legendaris di dunia otomotif dan motorsport. Mesin 4G63T kerap disejajarkan dengan mesin lainnya yang juga punya kemampuan "di luar batas". Sebut saja misalnya mesin 2JZ yang ada di Toyota Supra MKIV, mesin B-Series di mobil-mobil Honda, EJ20 dari Subaru, SR20DET dari Nissan Silvia dan Nissan 180SX/200SX, RB26DETT pada Nissan Skyline GT-R (R32), dan 13B-REW besutan Mazda untuk RX-7.

Bagaimana nih menurut Mas Bro? Mesin 4G63T masih galak enggak kalau dibandingkan mesin-mesin JDM tadi?

SAMPAIKAN KOMENTAR