Mengenal Fungsi Body Kit, Bukan Cuma Sekedar Tampilan
18
Nov
2020
0 Comment Share Likes 489 View

Pada dunia otomotif salah satu hasil dari pengembangan yang paling menarik dan terus berkembang setiap saat adalah aerodinamika. Dari pabrikan hingga para tuner berlomba-lomba mengadaptasi teknologi baru untuk menghasilkan hambatan angin yang minim ke bagian body mobil dengan menciptakan body kit dan diaplikasikan pada mobil. 

Untuk menciptakan sebuah body kit, butuh alur proses yang panjang dan tentunya waktu lama sebelum akhirnya ditentukan pilihan dalam sebuah desain. Namun saat proses pengujian hasil dari body kit yang telah di concept-kan bisa saja berkata lain. Jika tidak memenuhi harapan dalam test, body kit mobil bisa saja mengalami perubahan yang drastis dari design yang telah dibuat sebelumnya.

 

Fungsi dari Body Kit

Untuk menghasilkan suatu body kit yang ideal, harus memperhitungkan aerodinamika yang diciptakan dari lekukan-lekukan bodi mobil. Perhitungan dari aerodinamika tidak hanya berlaku pada mobil – mobil balap, tetapi juga digunakan pada mobil harian. Jadi penting untuk kalian mengetahui pola pergerakan dari udara agar dapat melaju tanpa ada hambatan di bagian body.

Pada aerodinamika mobil juga dikenal dengan Drag Coefficient (CD) - hambatan atau tahanan udara ketika mobil bergerak. Istilah CD dapat didefinisikan sebagai ukuran, sebagai contoh, jika semakin kecil CD maka semakin kecil pula tahanan udaranya. Perhitungan ini tentunya membuat aerodinamika sangat penting dalam mobil sport atau balap.

Coefficient of Drag hanya bisa diperoleh dari hasil pengujian melalui simulasi yang menggunakan aplikasi CFD (Computational Fluid Dynamics) dan setelah itu dilanjutkan pembuatan model bodi mobil yang selanjutnya diuji pada wind tunnel atau sebuah Lorong angin. Saat proses uji di wind tunnel, tugas designer hingga Research and Development (RnD) adalah mengetahui hambatan pada sebuah desain body kit.

Rancangan body kit mobil yang baik akan memberikan efek downforce, mobil akan lebih menekan ke bawah dan tidak akan goyang dalam kecepatan tinggi. Cara termudah demi mengatasi hambatan angin tersebut adalah dengan menggunakan body kit. Saat ini banyak beragam pilihan body kit aftermarket yang dapat digunakan untuk sebuah konsep modifikasi.

Mulai dari yang hanya tinggal memasang atau add-on, hingga yang harus melakukan kustom agar sesuai dengan kebutuhan. Tetapi ada yang harus diperhatikan dalam memilih body kit secara kustom, pastikan tidak berlebihan atau sesuai kebutuhan mobil agar hasil modifikasi tetap terasa aman dan nyaman.



Bagian – Bagian dari Bodykit

Body kit sendiri terdiri dari beberapa bagian, mulai dari bemper depan – belakang, side skirtdiffuser, dan juga spoiler. Bagian yang paling menonjol dari spoiler atau sayap, ukuran wing dimensinya lebih besar dibanding spoiler. Komponen ini dibuat untuk mengurangi turbulensi pada kecepatan tinggi. Khusus untuk spoiler, ini merupakan bagian dari body kit yang cukup populer digunakan oleh para modifikator. 

Jadi, kegunaan body kit bukan hanya sekedar mengejar tampilan atau mengubah style, akan tetapi juga dapat memberikan efek peningkatan performa pada mobil. Karena secara teknis, body kit yang digunakan memiliki tugas memberikan efek downforce. Tetapi penggunaannya sangat disesuaikan dengan letaknya. 

 

  • Bumper

Untuk body kit bagian bawah dipasang pada bagian bumper depan dan belakang ataupun side skirt. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan ground clearance mobil agar semakin rendah. Desain yang dibuat sedemikian rupa dengan maksud dapat mengurangi frekuensi udara yang masuk ke bagian bawah mobil.

 

 

Manfaatnya adalah saat mobil melaju dalam kecepatan yang tinggi, angin yang masuk ke bawah bodi dapat membuat mobil jadi melayang. Dengan menggunakan bumper yang telah mengalami perubahan desain akan meminimalkan atau bahkan mencegah terjadinya efek turbulensi.

 

 

  • Wing / Spoiler

Spoiler merupakan bagian dari body kit yang letaknya berada dibagian belakang mobil, menggunakan spoiler memang memberikan kesan sporty. Namun secara fungsi, spoiler dapat memberikan tambahan efek downforce saat mobil melaju kencang. 

Saat melaju dengan kecepatan tinggi, angin memang dapat menjadi musuh utama mobil. Gaya angkat yang terjadi pada saat mobil dalam kecepatan tinggi bisa membuat mobil terasa melayang dan kurang stabil, sehingga handling pun menjadi berkurang. Dengan menggunakan spoiler, traksi pada mobil saat angin berusaha membuat mobil terangkat dapat terjaga.

Selain spoiler, pada bagian belakang mobil juga dapat dipasangkan wing atau sayap. Walau memiliki persamaan dengan spoiler, tetapi wing atau sayap lebih diperuntukan bagi mobil - mobil balap. Jadi penggunaan pada mobil harian lebih ke unsur 'style'. Kebutuhan tetap menjadi patokan dalam mendapatkan proper car modification.

 

 

 

  • Side Skirt

Side skirt terletak di kedua sisi mobil, bagian ini berfungsi dalam mengurangi tekanan udara yang tinggi dari sisi samping mobil. Posisi pemasangan side skirt harus rendah mungkin, tujuannya agar menjaga udara dengan tekanan tinggi bergerak pada bagian bawah mobil seperti halnya bumper.

 

 

  • Diffuser

Diffuser sendiri adalah salah satu bagian dari body kit yang biasanya dipasang pada area bawah bumper belakang maupun depan mobil. Diffuser digunakan pada mobil agar nilai aerodinamisnya bertambah. Diffuser juga kerap ditemukan pada mobil balap.

 

Bahan yang Biasa Digunakan Untuk Body Kit

Untuk memaksimalkan fungsi body kit pada mobil, biasanya material yang digunakan pun juga harus mumpuni. Bahan yang digunakan pada body kit mobil memiliki pengaruh yang cukup besar. Paling tidak ada tiga jenis material yang kerap digunakan pada body kit seperti:

 

 

  • Plastik 

Body kit dengan plastik lebih sering ditemui di Indonesia dan cenderung banyak digunakan sebagai bahan membuat replika body kit dari merek terkenal. Dengan harga yang cenderung murah, bahan plastik sangat mudah untuk dibentuk sesuai molding

Secara keunggulan, body kit dengan bahan plastik lebih mudah mengejar keakuratan atau presisi pada bentuk body kit yang diinginkan. Daya tahan terhadap benturan dan mudah diaplikasikan pada warna atau cat.

 

 

  • Fiberglass Reinforced Plastics (FRP)

Beda dari plastik, FRP ini jauh lebih mahal 2 - 3 kali lipat dari bahan plastik. Walau lebih mahal, tidak menjadi jaminan akan kualitas body kit dengan bahan ini. Permukaan bahan ini kurang durable dan appearance-nya bisa berubah. 

Tetapi serat pada Fiberglass Reinforced Plastics tentunya lebih kuat benturan dan juga tingkat kelenturannya lebih baik dibanding bahan body kit mobil lainnya.

 

 

  • Polyurethane (PU)

Bahan PU ini tergolong murah dan juga ongkos cetakannya cukup terjangkau, mirip seperti bahan fiberglass. Tetapi yang harus diperhitungkan adalah bobotnya yang lebih berat jika dibandingkan dengan fiberglass

Untuk menyesuaikan kebutuhan warna, proses pengecatannya juga memiliki kerumitan. Kelemahannya yaitu jika mengalami kerusakan jenis bahan ini akan sulit untuk direparasi.

 

 

  • Plastik PP (Polypropylene) Injection Molding

Bahan ini biasa digunakan pada aksesoris standar pabrikan atau original. Dengan karakteristik yang lentur dan stabil serta ditambah juga dengan teknik produksi menggunakan injeksi molding membuat bahan ini menjadi yang terbaik untuk bahan body kit. Namun biaya pembuatan cetakannya sangat mahal, sehingga kuantitas sangat mempengaruhi harga jual bodykit dengan bahan Plastik PP (Polypropylene) Injection Molding.

 

 

  • Plastik ABS

Body kit yang menggunakan bahan dasar plastik ABS memiliki kelenturan yang cukup baik. Bobot yang dihasilkan juga cukup stabil dengan investasi cetakan tidak semahal PP. Hal ini yang membuat body kit dengan bahan plastik ABS dapat bersaing dengan body kit berbahan dasar PP. Dengan kualitas yang dihasilkan keduanya hanya berbeda tipis.

 

 

  • Carbon Fiber

Carbon fiber atau plastik yang diperkuat dengan serat karbon adalah material komposit yang  diperkuat oleh bahan fiber. Bahan plastik yang biasa digunakan adalah epoxy, namun ada pula yang memilih menggunakan bahan polyester atau vinylester. Pada dasarnya serat karbon memiliki tingkat kekuatan dan lebih 'kaku' namun secara bobot akan lebih ringan dari berbagai jenis bahan body kit.

 

Proses pembuatannya juga termasuk mudah, hal tersebut yang membuat bahan ini dipercaya dalam pembuatan konstruksi dari pesawat. Dengan banyak kelebihan dari carbon fiber, nilai harganya tentu lebih tinggi dari bahan lainnya. Tingkat 'pride' sang pemilik mobil yang menggunakan bahan ini pada body kit akan membuatnya menjadi perhatian lebih dari para modifikator.

Itulah beberapa informasi yang bisa Pria Intersport pahami perihal body kit. Setelah membaca artikel ini, kalian pasti lebih bengerti body kit apa yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Lalu kira – kira body kit jenis apa yang ingin kalian gunakan? Tetap ikuti informasi otomotif lainnya di website Intersport.id dan dan akun media sosial @intersport_auto. Jangan lupa share serta berikan komentar jika informasi ini bermanfaat bagi kalian.

SAMPAIKAN KOMENTAR