Mengenal Datsun Fairlady 240Z, Mobil Legendaris Cantik tapi Galak Besutan Nissan
18
Apr
2019
0 Comment Share Likes 4530 View

Hampir semua produsen mobil di dunia, menganggap bahwa Amerika Serikat adalah pasar yang cukup menjanjikan. Kondisi tersebut akhirnya menahbiskan Negeri Paman Sam sebagai barometer para pabrikan otomotif. Termasuk produsen asal Jepang, Nissan.

Pada era 1960-an, mobil sport dan muscle car tengah booming di Amerika Serikat. Ini memancing setiap pabrikan untuk saling berlomba-lomba guna menciptakan produk yang dapat mengakomodir selera konsumen.

Nissan kemudian berkolaborasi dengan Yamaha untuk merancang prototipe mobil sport saat itu. Sebagai salah satu pemain lama dalam dunia mobil sport, jajaran eksekutif Nissan melihat potensi yang bagus. Benar saja, Amerika Serikat jadi target pasar utama mereka.

Tak berjalan mulus, pada 1964 Nissan tidak menyetujui ide mesin DOHC 2.0 liter buatan Yamaha. Alhasil, kolaborasi produksi pun tenggelam namun akhirnya pihak Yamaha pun tetap meneruskan prototipe tersebut. Yamaha kemudian mengajukan proposal kepada Toyota. Hasilnya adalah Toyota 2000GT yang diluncurkan pertama kali pada tahun 1967 sebagai super car pertama dari Jepang.

Nissan Ingin Buat Mobil Sport Berharga Terjangkau

Kandasnya kolaborasi bersama Yamaha pun tidak lantas menghentikan langkah Nissan untuk membangun mobil sport. Bukan hanya soalan performa, namun Yutaka Katayama selaku Presiden Nissan Amerika Serikat kala itu ingin harganya juga terjangkau.

Saat itu Nissan bukan tanpa produk unggulan. Nissan punya model yang sukses lewat Fairlady Roadster. Mobil ini dianggap sukses lantaran mampu bersaing dengan mobil roadster asal Inggris dan Italia.

Dari model roadster ini maka jajaran staf produksi menginginkan satu mobil GT (Grand Touring) yang inovatif, kencang, dan tentunya relatif murah. Dengan bermodal model roadster tersebut, maka pada tahun 1966 Nissan mulai mengerjakan prototipe-nya dengan tanah liat sebagai mock-up. Proyek baru ini dipimpin oleh Yoshihiko Matsuo selaku pimpinan Nissan Sports Car Styling Studi saat itu. Hingga tiba pada Oktober 1969, dua macam versi pun muncul yang masing-masing di-plot untuk menjelajah pasar Jepang dan Amerika Serikat.

Fairlady Z untuk Amerika Serikat memiliki desain dasar mesin empat silinder dari Datsun 510, maka untuk versi Jepang menggunakan mesin 6 silinder L20A 2,0 liter 130 hp dan transmisi 5-speed. Sedangkan, 240Z punya mesin 6 silinder L24 2,4 liter bertenaga 151 hp dan transmisi 4-speed. Selanjutnya, varian Z yang terakhir, Z432 (PS30) memiliki mesin 6 silinder S20 DOHC 2,0 liter berperforma tinggi dari Nissan Skyline GT-R.

Memang tersedia opsi transmisi otomatis 3-speed, tapi konsumen kurang menyukainya. Sektor kaki-kaki merupakan salah satu spesifikasi unggul yang dimiliki oleh mobil ini. Keempat rodanya mengusung suspensi independen dengan MacPherson strut di depan (yang diambil dari Datsun Laurel C30) dan Chapman strut untuk bagian belakangnya. Rem cakram depan dan belakang tromol, merupakan perangkat standar.

Datsun Fairlady 240Z Jadi Mobil Sport Terlaris

Pada awal 1970, 240Z memiliki emblem 240 di pilar B. Hingga pada pertengahan 1971, emblem tersebut diganti dengan huruf Z. Meskipun tampak sepele, namun inilah awal eksistensi seri Z dimulai.

Seri Z merupakan salah satu mobil sport dengan penjualan terbaik sepanjang masa. Sejarah Nissan dan Datsun mencatat bahwa 240Z alias Fairlady berhasil dikirimkan sebanyak 1.685.000 unit dalam lima generasi. Capaian ini otomatis menjadi penyelemat Nissan dalam persaingan segmen mobil sport di pasar Amerika Serikat. Lebih dari itu, 240 Z juga berhasil mengangkat citra produsen mobil Jepang yang ternyata tidak hanya mampu membuat mobil berukuran kecil, melainkan juga mobil kencang dan menginspirasi para tuner di banyak negara.

Lawan Alot Mobil Sport Besutan Eropa

Generasi pertama Seri Z dikenal sebagai mobil yang punya daya akselerasi kencang dan handling yang tergolong mantap. Bahkan, mobil ini disebut bisa menandingi mobil sport pada era tersebut. Mobil-mobil tersebut adalah Jaguar, BMW, atau Porsche 911.

Dengan harga yang lebih murah dan biaya perawatan yang ringan membuat 240Z sangat digemari karena tidak dibebani regulasi emisi bahan bakar dan dilengkapi mesin kompresi tinggi. Bahkan pada tahun 1998, Nissan sempat menjual kembali 240Z yang telah direstorasi kepada diler resminya.

Menariknya lagi, meski usianya sudah nyaris setengah abad tapi desain 240Z masih sangat segar. Desain ini bisa dibilang timeless alias tidak lekang zaman. Lekuk body yang seksi menyiratkan bahwa mobil ini mampu berlari kencang dan punya nilai eksotis, hmmm... mirip-mirip Alfa Romeo, lah.

Berlanjut ke bagian dalam kabin, posisi duduk yang rendah dan dashboard yang dilengkapi indikator otomatis membawa kesan sporty yang kental. Memang jauh dari kesan mewah, namun Nissan menegaskan bahwa gaya interior 240Z lebih mengedepankan fungsional namun tetap tidak murahan.

Kelebihan dan Kekurangan Datsun Fairlady 240Z

Datsun Fairlady 240Z memang memiliki suara khas mesin enam silinder yang halus dan rata, tapi suara knalpotnya mirip mobil mesin V8. Mungkin poin ini yang jadi alasan orang Amerika meminatinya. Torsi mesin 240Z juga impresif di putaran bawah sehingga cukup untuk bergelut dengan lalu lintas kota maupun berakselerasi di jalan raya.

Meskipun desain mesinnya diambil dari Datsun 510 Bluebird, cylinder head alumunium Datsun Fairlady 240Z dilengkapi klep dengan ukuran lebih besar, kompresi yang lebih tinggi dan profil camshaft dengan derajat lebih tinggi. Maksudnya, agar ketika pedal gas diinjak penuh, maka semua komponen tersebut akan membantu performa sepasang karburator SU-Hitachi guna mengalirkan bahan bakar menjadi akselerasi yang impresif.

Suspensi Datsun Fairlady 240Z cukup memuaskan untuk pemakaian jalan raya biasa. Tapi kekurangan terasa di bagian roda belakangnya yang masih terasa sedikit gugup jika dipaksa untuk menikung tajam. Datsun Fairlady 240Z juga punya keunggulan pada sistem kemudinya yang sudah mengaplikasikan sistem kemudi rack-pinion. Berkat sistem tersebut pengendalian maupun koreksi arah setir dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Bisa dibilang, saat Datsun Fairlady 240Z semakin cepat melaju, maka bagian depannya akan terasa semakin ringan pula.

Nissan sebagai induk perusahaan Datsun sempat berupaya mendongkrak popularitas Datsun Fairlady 240Z ini via dunia motorsport, baik di balapan sirkuit maupun reli. Hasilnya pun memuaskan dengan menjadi yang terdepan di beberapa ajang bergengsi seperti reli Monte Carlo dan reli Safari.

Ini menegaskan bahwa Datsun Fairlady 240Z merupakan mobil dengan paket lengkap yang diharapkan oleh setiap pecinta mobil; body timless nan sexy, handling mantap, performa mesin impresif, interior cukup lega, serta menggendong teknologi Jepang yang sederhana.

SAMPAIKAN KOMENTAR