Membangun RC Drifting Butuh Biaya yang Banyak?
13
Mar
2020
0 Comment Share Likes 5174 View

Kalian pasti tahu kan RC Drift? Akhir-akhir ini hobi ini semakin digemari oleh masyarakat pada umumnya. Tidak hanya dari kalangan pecinta otomotif saja tetapi yang bermain RC Drift ini, tapi yang bukan pecinta otomotif pun ikut memainkannya. Bahkan pembalap drift berskala internasional Emmanuel Amandio termasuk salah satu penggemar RC Drift di Indonesia.

Dan untuk memainkan RC Drift ini mempunyai sirkuitnya sendiri, layaknya mobil drift beneran. Tapi ada Bedanya dengan sirkuit drift beneran, dimana pada sirkuit RC Drift ini memili beberapa macam tipe, yaitu track karpet, semen dan aspal. Dan di setiap tracknya harus menggunakan ban yang khusus untuk track tersebut. Track yang paling sering digunakan adalah karpet dan semen.

Untuk settingannya sendiri semua harus dipikirkan, sama layaknya mobil drift beneran. Terutama dibagian suspensi, sampai harus memikirkan center of gravity. Setting RC Drift susah-susah gampang. Susah di awal, gampang di akhir (setelah paham apa yang harus dirubah).

Sebenarnya banyak sekali konsep setting yang beredar, karena RC Drift tidak memiliki acuan dalam menciptakan mobil RC Drift yang ideal. Setiap drifter pasti memiliki style yang unik dalam drifting . Untuk mempersingkat dan mempermudah, ini saya berikan pembahasan cara men-setting RC Drift khususnya pada bagian grip.

 

Bagaimana menambah grip

  1. Ride height semakin pendek/ceper
  2. Sudut shock semakin tidur/rebah
  3. Spring semakin empuk
  4. Oli shock semakin kental
  5. Berat chassis
  6. Camber mendekati nol

 

Bagaimana mengurangi grip?

  1. Ride height semakin tinggi
  2. Sudut shock semakin tegak
  3. Spring semakin keras
  4. Oli shock semakin encer
  5. Chassis semakin ringan
  6. Camber semakin ekstreme

 

Efek Grip lebih banyak didepan?

  1. Respon steering lebih baik, namun pantat lebih ringan.
  2. Manuver switchback bisa dilakukan tanpa mengurangi throttle
  3. Cocok untuk sirkuit teknikal dengan lebar sirkuit kecil.
  4. Butuh sedikit usaha mempertahankan steering.
  5. Resiko spin-out sangat besar jika tidak mampu mengimbangi bukaan steering dan throttle
  6. Cocok untuk tipikal throttle halus dan di urut.

 

Efek Grip lebih banyak dibelakang?

  1. Respon throttle lebih baik, namun bagian depan lebih under.
  2. Manuver switchback harus menggunakan brake atau throttle kecil.
  3. Cocok untuk sirkuit lebar dan besar berkarakter high speed.
  4. Mudah untuk mempertahankan steering.
  5. Mudah untuk melakukan attack jika leader lebih pelan.
  6. Cocok untuk tipikal throttle kasar atau di pompa.

Mainan berskala 1:10 ini sebenarnya sangat menarik sekali untuk dimainkan, karena saya sendiri juga pernah memainkannya. Tetapi untuk memiliki RC Drift anda harus mengocek kantong yang cukup dalam alias mahal. Harga termurah untuk mainan ini sekitar 2 jutaan, tapi untuk spek kompetisi anda harus mengocek kantong lebih dalam lagi.

Karena untuk spek kompetisi part-part yang digunakan harganya biasanya lebih mahal. Bahkan untuk 1 kit (istilah dalam RC drift untuk satu set mobil dengan remote) bisa mencapai harga 20 juta, kalau dananya pas-pasan dengan mengeluarkan dana 3 – 5 jutaan sebenarnya sudah cukup untuk digunakan di perlombaan. Untuk teknik drift-nya sendiri sebenarnya tidak jauh sama dengan mobil drift aslinya, dimana saat nge-drift tetap menggunakan handbreak saat diperlukan.

Bagaimana pria intersport, tertarik untuk membangun RC Drift kalian sendiri? Siap-siap tabungan kalian terkuras habis ya.

SAMPAIKAN KOMENTAR