Mau Swap Engine Mobil Kesayangan Lo? Pahami Dulu Hal Berikut
14
Nov
2020
0 Comment Share Likes 401 View

“Untuk melakukan sebuah pembeda dan menjadikannya lebih baik”, itulah yang sering dilakukan dan diucapkan oleh para penggemar modifikasi. Mobil biasanya diperlakukan lebih dari sekadar alat untuk berpindah dari lokasi A ke B, seperti sebuah kanvas yang dapat disesuaikan dengan selera masing-masing pemiliknya.

Selain mementingkan estetika, modifikator juga harus memperhatikan hal-hal lain agar modifikasi yang dilakukan pada kendaraannya menjadi lebih istimewa dan berbeda dari yang lain. Seperti halnya melakukan swap engine, terkadang topik itu menjadi pembahasan serius di setiap tongkrongan bahkan komunitas para pecinta otomotif.

Beberapa orang mengatakan swap engine adalah hal paling berisiko dan paling konyol yang dilakukan para modifikator, sementara yang lain melihatnya sebagai cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang sempurna dari modifikasi dan dapat meningkatkan performa lebih besar dari tenaga mobil sebelumnya.

 

 

Sebelum melakukan modifikasi swap engine, ada baiknya memahami konsep dasar dari swap engine terlebih dahulu. Hal tersebut harus dipahami agar informasi yang kalian terima lebih jelas. Mulai dari apa itu swap engine, dan mengapa ini bisa menjadi modifikasi yang luar biasa bagi mereka yang senang memodifikasi mobil.

 

Pengertian Swap Engine

Swap engine sesungguhnya adalah salah satu komponen inti dari budaya mobil balap yang sudah ada dari dahulu, sejak mobil diperkenalkan secara global. Pada dasarnya prinsip dari swap engine adalah menukar mesin. Istilah ini digunakan apabila kita akan mengganti keseluruhan mesin mobil kita dengan mesin mobil lainnya.

Keseluruhan mesin tersebut seringkali satu paket dengan penggantian (transmisi) gearbox, ECU, dan tentunya wiring. Dalam beberapa kasus, swap engine dilakukan dengan mengganti mesin dari merek mobil yang sama dan juga bisa dilakukan dengan menggunakan mesin dari merek mobil yang berbeda untuk kebutuhan performa maupun kebutuhan restorasi untuk mobil classic.

Untuk kebutuhan performa, terkadang modifikator juga memodifikasi mesin standar sebagai opsi yang dapat dilakukan untuk sekedar meningkatkan performa. Jika kalian ingin meningkatkan performa 10-30% dari kapasitas mesin standard hal itu lumrah dilakukan dengan menggunakan mesin bawaan mobil.

Namun jika kalian ingin meningkatkan performa yang lebih besar dengan adaptasi teknologi mesin terbaru, melakukan swap engine bisa menjadi opsi yang dapat dilakukan agar ruang mesin mendapat penyegaran serta mendapatkan teknologi yang diberikan dari mesin yang ingin digunakan.

 

 

Ambil contoh jika kalian ingin mengoptimalkan mesin bawaan Mitsubishi Lancer Evo dengan tenaga puncak mencapai 1100whp. Dengan menggunakan mesin 4G63 yang memang terbukti tangguh dan mempunyai durability yang sangat baik. Ketangguhannya tersebut terbukti dengan berbagai kesuksesan Lancer Evo di ajang balapan reli. Di lintasan balap drag, tenaga 1100whp ini adalah tenaga yang luar biasa besar dan mampu melakukan catatan waktu hingga 8,2 detik dengan kecepatan mencapai hingga 280 kmh. 

Tetapi ketika digunakan di jalan raya, kemungkinan besar kalian akan lebih nyaman mengendarai mobil bermesin standar yang tenaganya jauh lebih rendah seperti tenaga yang hanya mampu mencapai 150whp. Tentunya dengan mempertimbangkan aspek ketahanan parts dan kenyamanan berkendara.  Itulah perspektif jika modifikator memaksimalkan secara penuh dari batasan mesin 4G63 Mitsubishi Lancer Evo.

Lain halnya jika kalian menggunakan mobil Mitsubishi Lancer GLX dan ingin melakukan modifikasi face lift menjadi Mitsubishi Evo 4 GSR secara keseluruhan tidak hanya body part yang akan kalian ubah. Bagian mesin pun bisa dilakukan dengan swap engine menggunakan mesin 4G63 Mitsubishi Lancer Evo. Hal tersebut dilakukan agar modifikasi yang dilakukan menyeluruh dan mobil kalian secara utuh menjadi sebuah Mitsubishi Lancer Evo.

Tidak hanya itu swap engine bisa dilakukan dengan merk mesin yang berbeda dari mobil bawaan, contohnya adalah mobil BMW E36 bermesin 2JZ Toyota. Hal ini lumrah terjadi dengan mengganti mesin yang berbeda dari platform asli mobil bawaan. Biasanya hal tersebut sering dilakukan modifikator untuk kebutuhan balap.

 

sumber: amsperformance.com

 

Tantangan Saat Proses Swap Engine

Masalah yang muncul ketika kalian mencoba menukar mesin yang berbeda adalah kendala pada ECU (Electronic Control Unit). ECU yang berfungsi untuk menjalankan mesin baru tersebut tidak akan lagi mengirimkan pesan CAN (Controller Area Network) dengan benar. Kalian perlu mengurut kabel satu persatu dan memastikan semua instrument cluster dapat berfungsi secara normal.

Bisa dibilang, ECU adalah otak pada mobil yang berfungsi mengatur berbagai sistem, mulai buka tutup katup mesin, injektor, busi, aki, radiator, sampai dengan identifikasi kunci mobil dan alarm. Swap engine tentu akan mengubah kerja ECU sebagai engine management. Bahkan, bila mengganti mesin dengan menggunakan jenis yang sama, ECU pun harus disetel ulang.

Artinya, meskipun mesin kalian bekerja dengan normal, tapi selebihnya mesin mobil mungkin saja pincang karena masing-masing silinder head bekerja tidak selaras. Selain kendala itu, ABS dan RPM tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya. Begitu pula meteran kecepatan pada klaster instrumen akan bekerja berantakan, dan kemungkinan power steering juga tidak dapat berfungsi dengan normal. Pastinya proses penyesuaian membutuhkan banyak percobaan hingga seluruh fitur kendaraan dapat bekerja secara optimal.

 

sumber: wheelwell.com

 

Jika swap engine bertujuan untuk membuat mobil balap, beberapa hal tersebut bukanlah masalah besar, karena kalian akan mengganti seluruh paket elektroniknya menggunakan stand-alone sebagai engine management. Namun, bagi pengguna yang melakukan swap engine untuk mobil yang dipakai harian, hal tersebut juga bisa kalian pertimbangkan dengan menggunakan sistem elektronik stand-alone karena akan memudahkan saat melakukan proses wiring pada saat pemasangan swap engine mobil kalian, hanya saja biaya yang harus dikeluarkan menjadi lebih besar. 

Swap Engine Untuk Restorasi Mobil

 

 

Selain alasan performa, swap engine biasanya dilakukan oleh mereka yang hobi merestorasi mobil tua. Tujuan utama modifikator melakukan swap engine pada mobil tua, agar mobil bisa dipakai sehari-hari dan tidak hanya jadi pajangan di garasi rumah. Bayangkan kalian memiliki mobil klasik dan ingin menghidupkannya kembali, kalian pastinya akan melakukan restorasi yang optimal agar mobil classic tersebut dapat berjalan dengan normal kembali.

Di situlah peran swap engine. Dengan mengganti mesin yang lebih baru, dan mesin yang lebih modern, kalian bisa menikmati sensasi mengendarai mobil klasik tanpa takut membuat kalian kerepotan dengan kendala overheat atau mogok saat dijalankan. 

Tentu saja ada pertimbangan lain dan juga alasan kenapa mobil klasik tidak perlu melakukan swap engine, mungkin kalian bisa bertahan dengan menyetok beberapa suku cadang mobil tersebut. Akan tetapi, jika ada kendala pada penggunaan suku cadang atau parts tersebut sulit didapatkan, swap engine  tentu bisa menjadi pilihan untuk para pemilik mobil klasik.

 

Pertimbangan yang Harus Diketahui Sebelum Melakukan Swap Engine

Sebelum lebih jauh memutuskan untuk melakukan swap engine, kalian harus mempertimbangkan lebih jauh apa kebutuhan kalian dalam melakukan swap engine. Ada beberapa alasan mengapa orang melakukan swap engine. Pertama, untuk mendongkrak performa mobil, karena tenaga mesin standar bawaan pabrik dirasa belum sesuai selera. Lalu, alasan kedua adalah sulit untuk mendapatkan suku cadang mesin asli.

Alasan kedua biasanya dilakukan oleh mereka yang hobi merestorasi mobil classic, agar mobilnya bisa digunakan sebagai kendaraan sehari-hari tanpa harus khawatir ada masalah pada mesin. Pertimbangan lain yang harus dipahami adalah biaya, sebelum memutuskan menggunakan jenis mesin apa, ada baiknya kalian memperhitungkan budget. 

Jika kebutuhanya hanya ingin menggunakan mesin dengan teknologi baru dan budget tidak terlalu besar. Alangkah baiknya kalian memilih mesin yang sesuai dengan merk mobil yang digunakan. Hal tersebut dilakukan agar mempermudah proses pemasangan, hingga wiring tanpa harus mengubah banyak sistem elektronik pada mobil. 

Namun jika alasan kalian untuk melakukan swap engine untuk sebuah performa tanpa mempertimbangkan budget yang akan dikeluarkan swap engine dengan menggunakan mesin yang berbeda dari merk mobil kalian bisa menjadi alasan yang tepat. 

 

Swap Engine Dengan Mesin yang Berbeda

Jika kalian telah memutuskan untuk melakukan swap engine dengan merek yang berbeda dari merek mobil yang kalian miliki, di sinilah kerumitan akan mulai dirasakan. Sebelum memutuskan penggunaan jenis mesin, diperlukan pengukuran dan riset untuk melihat kecocokan mesin yang ingin digunakan pada mobil yang akan kita modifikasi. Seperti contoh, mesin LS2 sering jadi pilihan para modifikator untuk memasukkannya ke mobil mereka. Pasalnya, sudah banyak bengkel atau modifikator yang berhasil melakukan riset untuk melakukan swap engine menggunakan mesin tersebut.

Sama halnya jika kalian punya BMW E30 dan ingin swap engine ke mesin K series kepunyaan Honda. Meski terdengar mustahil BMW E30 pakai mesin K20, tapi hal tersebut bisa saja dilakukan, namun kalian selaku modifikator harus melakukan riset lebih banyak terlebih dahulu untuk mengimplementasi mesin K20 yang ingin digunakan pada BMW E30.

 

 

Perhitungkan Bobot Mesin, Suspensi Hingga Girboks

Selain itu yang perlu diperhatikan dan diperhitungkan lagi saat melakukan swap engine adalah posisi serta bobot dari mesin dan girboks yang akan digunakan. Pentingnya, ini berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan saat berkendara. Posisi mesin itu tentu harus center. Jadi konsep mesin duduk adalah bagaimana posisi mesin itu bisa sejajar di tengah antara mounting dan as roda.

Sementara untuk bobot mesin, akan sangat mempengaruhi kemampuan suspensi dari mobil itu sendiri. Saat melakukan swap engine modifikator harus menyesuaikan bobot mesin yang digunakan dengan penggunaan suspensi yang sesuai. Kalian bisa menggunakan sistem suspensi aftermarket contohnya seperti suspensi jenis coilover.

Mesin yang berkapasitas besar dan berbahan dasar besi tentu akan lebih berat dibandingkan mesin berkapasitas kecil dan berbahan alumunium. Perlu ada perhitungan matematika yang harus dilakukan sang modifikator saat melakukan swap engine ke kapasitas yang besar dan lebih berat, maka otomatis suspensi juga harus disesuaikan.

 

sumber: motortrend.com

 

Mengubah Sistem Pengereman

Sektor electronic, dan bobot mesin selesai dibahas, masih ada aspek lain yang harus diperhatikan jika kalian ingin melakukan swap engine. Mengubah sistem suspensi pada mobil, sektor pengereman menjadi hal penting lainya yang harus diperhatikan. Sama halnya seperti sektor suspensi, setiap jenis mobil tentu akan dibekali sistem pengereman yang sesuai dengan kemampuan mesin itu sendiri.

Ketika mengganti mesin yang berkapasitas besar, tentu sangat dianjurkan untuk meningkatkan sektor pengereman. Apabila sektor pengereman tersebut tidak ikut mengalami peningkatan, dikhawatirkan mobil akan menjadi sulit untuk berhenti saat di kecepatan tinggi.

 

 

Yang awalnya mesin 1.000 cc lalu diganti ke 2.000 cc, secara tenaga pasti akan jauh meningkat. Kalau masih mengandalkan rem yang lama, pastinya mobil tersebut tidak akan berhenti dengan sempurna saat direm.

 

Kesimpulan dari Modifikasi Swap Engine

Memilih opsi untuk melakukan swap engine bukan hal mudah untuk dilakukan. Ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan matang-matang oleh pemilik mobil. Hal-hal yang perlu hitungan matematika serta masalah legalitas pun menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Dengan melakukan swap engine, tentu nomor mesin kendaraan akan ikut berganti identitasnya.

Hal tersebut juga akan menimbulkan pro dan kontra, ada yang setuju karena mesin lama masih disimpan, ada juga yang tidak setuju karena bila mobil digunakan sehari-hari di jalan raya, namun mesin di dalamnya tidak sesuai dengan yang tertera pada dokumen mobil tersebut.

Jika tetap ingin melakukan swap engine untuk meningkatkan mobil, maka sebaiknya konsultasikan dahulu pada bengkel-bengkel modifikasi yang sudah berpengalaman dan memahami mobil tersebut.

Itu adalah beberapa tips jika ingin melakukan swap engine sebagai acuan modifikasi pada mobil kalian. Tetap ikuti informasi otomotif lainnya di situs Intersport.id dan jangan lupa share serta berikan komentar jika informasi ini bermanfaat bagi kalian.

SAMPAIKAN KOMENTAR