Macam-Macam Metode Modifikasi Mobil Ceper, Jangan Asal!
13
Jan
2020
0 Comment Share Likes 740 View

Mobil yang punya ground clearance rendah alias mobil ceper atau stance pasti enak dilihat. Modifikasi mobil ceper dinilai punya aura sporty dan elegan sekaligus. Tapi selain faktor visual, mobil ceper juga punya maksud untuk memunculkan kelebihan, salah satunya adalah guna meningkatkan performa mobil. Oleh karena itu, kita sering melihat semua mobil sport memiliki suspension setup yang rendah. Jadi itu bukan sekadar gaya saja, tapi juga karena memiliki maksud dan tujuan untuk mendongkrak potensi performa mobil.

Tapi jangan salah juga, modifikasi mobil ceper juga punya kelemahan. Apalagi kalau memodifikasinya dengan cara yang sembarangan. Maksud hati ingin kelihatan keren, mobil ceper malah kelihatan ngawur. Ini justru dinilai akan menimbulkan dampak buruk bagi performa mobilnya. Malah kemungkinan terburuknya tentu finansial, Mas Bro akan terkuras.

Mengulas modifikasi semisal modifikasi mobil ceper memang akan kembali lagi kepada mindset si pemilik kendaraannya, Bro. Fashion VS Function, apakah kita lebih mengutamakan penampilan atau fungsi? Atau mungkin bisa dua-duanya? Tentu bisa, tapi akan membutuhkan waktu dan tentunya bujet yang lebih besar.

Keunggulan Mobil Ceper

Keunggulan dari mobil yang memiliki ground clearance yang rendah alias ceper mungkin bisa dijabarkan sebagai berikut:

  1. Semakin rapat mobil dengan tanah maka semakin rendah pula tekanan gravitasi saat mobil tersebut tengah berakselerasi. Sehingga, dengan besaran tekanan tersebut, mobil akan menjadi lebih stabil. Mobil dengan titik tekanan gravitasi yang tinggi akan kurang stabil pada kecepatan tinggi maupun di jalan tikungan.
  2. Aliran udara yang mengalir di bawah mobil juga akan berpengaruh terhadap aerodinamika mobil. Aliran udara tersebut akan menciptakan tekanan ke atas sehingga dapat mengurangi cengkraman ban mobil pada aspal. Teori ini juga yang digunakan dan dapat membantu pesawat lepas landas (take-off). Selain itu, beberapa produsen mobil juga mendesain pengurai aliran udara (diffuser) yang berfungsi mengatur aliran udara di bawah mobil.
  3. Postur mobil yang rendah atau tipis akan mengurangi hambatan udara (aerodynamic drag) ketika melaju kencang. Seperti layaknya pengendara motor balap ketika melaju cepat, maka pengendara akan memposisikan badannya serendah mungkin. Hambatan udara ini juga berpengaruh kepada fuel economy, loh Mas Bro.
  4. Misalkan terjadi tabrakan, risiko mobil ceper terguling pun akan lebih kecil dibandingkan mobil dengan clearance yang tinggi atau normal pemakaian sehari-hari.
  5. Seperti disinggung sebelumnya di atas, mobil ceper lebih memiliki tampilan visual yang lebih ganteng atau enak dipandang.

Kelemahan Mobil Ceper

Selain kelebihan, tentu ada kelemahan dari mobil yang dimodifikasi ceper atau ground clearance yang rendah. Kelemahan mobil ceper adalah sebagai berikut:

  1. Mobil ceper bisa mengurangi kenyamanan berkendara. Besar kecilnya ketidaknyamanan ini tergantung pada cara merendahkan mobilnya. Selain itu juga jenis atau kualitas komponen yang digunakan. Mobil ceper lebih sensitif terhadap tekstur permukaan jalan sehingga guncangan akan lebih terasa.
  2. Beban kerja pada shockbreaker akan meningkat. Dengan begitu tentu usia pemakaian komponen akan lebih cepat berkurang.
  3. Memodifikasi mobil ceper yang disertai perubahan kemiringan ban (chamber) dapat membuat ban mobil menjadi aus tidak merata. Selain itu cengkraman (grip) ban mobil ke tanah pun jadi berkurang.
  4. Mobil ceper atau terlalu ceper sangat tidak praktis. Apalagi jalan di Indonesia, seperti kita tahu dan alami, banyak yang tidak mulus dan banyak polisi tidurnya.
  5. Ketidakpraktisan lainnya adalah ketika kesulitan dalam mengdongkrak atau menggunakan towing pada mobil ceper.
  6. Memodifikasi mobil menjadi ceper terutama dengan cara yang kurang tepat bisa mengurangi usia pemakaian sparepart kaki-kaki lainnya. Selain itu, mobil bisa gasruk dengan aspal yang hasilnya knalpot atau body mobil bagian bawah cepat rusak.

Metode Modifikasi Mobil Ceper

Seperti dihimpun dari berbagai sumber, baik bahan di internet, video di Youtube, hingga bertanya langsung ke modifikator, modifikasi mobil jadi ceper bisa dilakukan dengan menggunakan lowering springs, coilover, atau air suspension.

Lowering Springs

Lowering springs atau biasa dikenal juga dengan per sport merupakan per khusus yang didesain untuk bikin mobil jadi ceper. Cara penggunaan per sport ini merupakan cara aman yang paling ekonomis dan simpel untuk bikin mobil jadi ceper.

Umumnya lowering springs didesain dengan menyesuaikan shock bawaan. Besar rendahnya atau turunnya mobil dengan menggunakan lowering springs kerap berbeda tergantung mereknya.

Meski demikian, banyak orang seringkali menggunakan shock dan lowering springs berbeda yang merek. Hal ini membuat per bisa terlalu kaku dibanding shock, atau sebaliknya, shock terlalu kaku dibanding per. Hal ini yang membuat penggunaan lowering spring terkadang mengakibatkan handling mobil tidak senyaman menggunakan coilover di mana per dan shock sudah jadi satu paket. Kelemahan lain dari lowering springs ini tidak dapat dikustomisasi. Jadi kalau Mas Bro ingin mengubah turun naiknya clearance mobil ya harus membeli per baru. Harga untuk satu set lowering springs biasanya berkisar Rp2-3 jutaan.

Coilover

Istilah coilover berasal dari “coil spring over shock” yang berarti per yang menyatu dengan shockbreaker. Mirip-mirip dengan shockbreaker motor, lah. Nah, coilover mempunyai pengaturan untuk besaran rendah atau turun naiknya mobil. Selain itu coilover juga memiliki jenis yang mampu mengatur empuk atau kerasnya shock. Misalnya, kalau untuk digunakan harian bisa diatur jadi soft, sedangkan kalau untuk keperluan di trek bisa diubah ke keras (kaku). Tipe lainnya juga dilengkapi chamber kit untuk mengatur chamber. Semakin lengkap fungsinya, harga coilover juga akan semakin mahal.

Selain dari tipe berdasarkan fungsinya, produsen coilover juga mendesain coilover berdasarkan keperluan pemakaian mobil. Misalnya ada jenis street performace, street comfort, track (competition), gravel (dirt), ultra low, dan lain-lainnya.

Seperti disinggung sebelumnya di atas harga coilover juga sangat bergantung kepada merek dan tipenya. Untuk satu set entry level coilover biasanya dijual dengan harga Rp10-15 jutaan.

Air Suspension

Modifikasi mobil jadi ceper menggunakan air suspension bisa dibilang sangat berbeda dengan metode sebelumnya yang melibatkan per. Seperti namanya, air suspension menggunakan kantong udara. Dari sinilah muncul istilah “On Bags” atau “Bagged“.

Udara mampu menyerap energi lebih baik dibandingkan dengan per, inilah yang menyebabkan kenyamanan air suspension jadi lebih baik dibandingkan dengan lowering springs atau coilover. Udara pada kantong yang berbentuk seperti ban mini diatur melalui kompressor yang biasanya ditempatkan pada bagasi belakang. Jadi bisa dipastikan kalau air suspension jauh lebih praktis untuk mengatur ketinggian clearance, yaitu hanya dengan menekan tombol saja. Pada beberapa merek juga tersedia pengaturan melalui remote control atau bahkan melalui aplikasi ponsel pintar. Kelebihan lain dari air suspension adalah bisa merendahkan mobil seceper mungkin. Air suspension memang identik dengan luxury atau kemewahan. Selain kenyamanan dan fitur yang canggih, metode ini memerlukan bujet yang cukup besar.

Kelemahan dari air suspension sendiri adalah ketahanannya yang tidak setangguh metode suspensi per. Apalagi mengingat kondisi jalan di Indonesia yang kurang mulus dan sering berlubang mengakibatkan risiko air suspension tidak panjang umurnya alias rawan bocor.

Harga kits-nya sendiri bisa mulai dari Rp20 jutaan. Sedangkan untuk merek premium seperti Air Lift, harganya berkisar di atas Rp40 jutaan.

SAMPAIKAN KOMENTAR