Konsep Modifikasi Single Tuner
19
Jul
2021
0 Comment Share Likes 422 View

Kalau ngomongin modifikasi mobil, sudah pasti banyak banget alirannya, Bro. Salah satunya adalah aliran modifikasi single tuner. Di dunia otomotif, tren semacam ini bukanlah hal baru. Konsep modifikasi single tuner pada dasarnya adalah berpegang teguh pada satu brand tuner yang khusus mengeluarkan aksesoris atau suku cadang untuk satu brand mobil. Tren ini tidak lepas dari ambisi para pemilik mobil di tengah banyaknya brand suku cadang yang menyediakan komponen modifikasi.

Pria Intersport, pernah dengar nama Singer atau AC Schnitzer? Oh, tentu saja ini gak ada kaitannya dengan alat pendingin ruangan maupun mesin jahit. Keduanya adalah nama perusahaan tuner yang menjadikan tampilan dan performa mobil semakin ciamik, di mana Singer adalah perusahaan tuner dengan spesialisasi untuk mobil Porsche 911 dan AC Schnitzer yang fokus untuk BMW dan MINI.

Ketidakpuasan pemilik mobil terhadap tampilan standar seringkali menjadi alasan lahirnya para tuner ini. Katakanlah sebuah mobil Mercedes Benz, buat sebagian orang, mobil ini adalah mobil impian yang sudah cukup memuaskan. Namun, bagi beberapa orang mobil ini masih banyak kurangnya sehingga terbesit keinginan buat dimodifikasi. Dan dari situ mereka akan cari sesuatu untuk meningkatkan rasa puas terhadap mobil itu. Mulai dari penambahan body kit, ganti velg, hingga aksesoris lainnya. Eits, untuk bisa dikatakan single tuner, tentu gak sembarangan body kit dan aksesoris lain yang bisa dipasang. Seperti apa sih konsep single tuner? Yuk, ketahui lebih lanjut, Bro!

 

Mengenal Konsep Single Tuner

Modifikasi single tuner ini menarik banget buat disimak, terutama buat lo punya selera dan ambisi yang tinggi. Kenapa single tuner selalu dikaitkan dengan idealisme Pria Punya Selera? Soalnya konsep single tuner lahir karena beberapa pengguna kendaraan roda empat ingin memodifikasi mobil mereka, namun tidak mau menggunakan part-part yang memang bukan peruntukan pabrikan mobilnya.

 

sumber

 

Tuner, atau modifikator mobil lantas menjamur dimana-mana menangkap celah pasar yang  sempit ini. Beberapa pabrikan sendiri juga membuat divisi khusus untuk memodifikasi mobilnya agar bisa memuaskan lebih banyak konsumen mereka. Sebut saja Honda punya Mugen dan Spoon Sport buat brand tuner-nya. Sementara Toyota punya TRD, Mitsubishi terkenal dengan Ralliart, Nissan punya Nismo. Gak cuma merek Jepang saja, justru tuner yang lebih terkenal adalah besutan Jerman. Ada BMW dengan Hamann Motorsport, Alpina, AC Schnitzer dan Breyton. Sementara untuk Mercedes Benz punya AMG, Brabus, Carlsson dan Lorinser yang sering dipuja para pemilik mobil asal Jerman. 

Tapi buat dikatakan modifikasi single tuner, pemilik mobil gak bisa sembarangan pakai part atau aksesoris. Yap, body kit, velg, dan aksesoris lain harus full pakai dari satu brand tuner. Makanya, cuma Pria Punya Selera yang bisa merealisasikan konsep ini. Contohnya, buat mewujudkan modifikasi Mercedes-Benz single tuner, kerap dipilih body kit, velg, ducktail dan aksesoris modifikasi cuma dari keluaran AMG atau Brabus saja yang harus ada part numbernya.

 

Aksesoris Mobil yang Sering Dipakai Buat Modifikasi Single Tuner

Pria Intersport, kalau bahas modifikasi tanpa ngomongin aksesoris rasanya “anyep” banget. Dalam pakem modifikasi, bisa dibilang kalau aksesoris ini punya magis tersendiri yang bisa membangkitkan hasrat penggila modifikasi. Lalu, apa saja aksesoris yang sering dicari?

Yang paling sering dijumpai adalah mengganti velg dengan velg keluaran perusahaan tuner.  Beberapa lainnya juga memasang rear wings ataupun menghias mobilnya dengan stiker. Pada tingkatan yang lebih kecanduan lagi, modifikasi mobil bisa semakin mendalam. Contohnya adalah penggunaan body kit, pengaturan camber sekaligus fitting proper wheels yang lebar, penggunaan part aero seperti canard, diffuser atau wings, dan lainnya. Modifikasi seperti ini bukan hanya sekedar untuk terlihat stand out. Efek aero akan berpengaruh pada kestabilan mobil terutama pada handling di kecepatan tinggi.

 

sumber

 

 

BMW atau Mercedes-Benz memiliki single tuner yang selalu dipuja-puja karena aksesorisnya berharga ‘ajaib’. Bukan tanpa alasan, karena pada dasarnya beberapa aksesoris single tuner dari kedua brand ini memang langka. Sebagai anak kesayangan Mercedes-Benz, body kit AMG, grill AMG, velg AMG, dan aksesoris AMG lainnya lainnya menjadi barang yang tak pernah luput dari incaran. Buat orang berduit, harga bukanlah masalah makanya modifikasi single tuner gak boleh setengah-setengah.

 

Lalu, bagaimana dengan BMW? Kurang lebih sama, hanya saja nama single tunernya berbeda. BMW memiliki beberapa nama yang akrab di telinga. Sebut saja M (M-Sport), Hartge, Hamann, Alpina, AC Schnitzer, Breyton, Racing Dynamics dan lainnya. Para single tuner ini menjadi kiblat utama dari aliran modifikasi yang dianutnya. Mengapa? Karena modifikasi aliran single tuner ini dianggap sesuai dengan pakem mobil Jerman.

 

Beberapa Perusahaan Tuner Pemuas Ambisi

Nama Spoon, Mugen, Ac Schnitzer, dan AMG tentu sudah gak asing lagi terdengar. Nama beberapa perusahaan tuner ini seringkali menjadi penghias berbentuk stiker atau emblem berbentuk logo yang menempel pada mobil-mobil di jalanan. Brand tuner ini sering dijadikan pilihan modifikasi single tuner karena mampu memenuhi ambisi dan idealisme penikmatnya.

 

Spoon untuk Honda

 

sumber

 

 

 

 

Pendiri Spoon Co. Ltd, Tatsuru Ichishima menganggap bahwa Spoon gak cuma sparepart performa asal pasang aja, tapi udah ngelewatin banyak pertimbangan sehingga bisa meningkatkan performa standar mobil. Produk-produknya juga macem-macem mulai dari velg, muffler, big brake kit, VTEC Controller, shift knob, steering wheel, bahkan wiper dan masih banyak lagi. Mobil yang digandeng juga tertentu, seperti Honda Civic Type R, Civic Turbo, CRZ, Fit/Jazz, NSX, Integra, S2000, dan S660.

 

Mugen untuk Honda

 

sumber

 

Meskipun selalu digandengkan dengan Honda, kenyataannya Mugen bukanlah tuner resmi Honda. Mugen sendiri memang mengkhususkan diri untuk memodifikasi mobil keluaran Honda. Awalnya hanyalah untuk kepentingan balap, namun lama kelamaan Mugen juga memodifikasi mobil jalan raya.

 

AMG untuk Mercedes-Benz

 

sumber

 

 

 

Salah satu in-house tuner paling bergengsi di dunia, Mercedes AMG terbentuk pada 1967 dengan nama AMG Motorenbau und Entwicklungsgesellschaft mbH. Kini, produk-produk AMG selalu muncul jadi mobil tercepat dan paling dinanti oleh penggemar otomotif di seluruh dunia.

 

AC Schnitzer untuk BMW

 


sumber

 

Tuner asal Jerman, AC Schnitzer seperti gak pernah bosan buat mendandani mobil-mobil BMW. Menariknya, produk yang ditawarkan tidak hanya meningkatkan estetika eksterior dan interior kendaraan, namun juga fokus untuk meningkatkan fungsional dan performa kendaraan. AC Schnitzer menawarkan teknologi unggul dan produk berkualitas yang dirakit dan diuji di Jerman serta sudah mengantongi lisensi dari Technischer Überwachungsverein (TÜV) atau Asosiasi Inspeksi Teknis dari Jerman. AC Schnitzer juga memastikan sudah memiliki izin layak jalan di jalan raya. 

 

Kira-kira, lo suka gak dengan modifikasi single tuner? Modifikasi single tuner mana yang paling lo suka? Tulis di kolom komentar ya!

SAMPAIKAN KOMENTAR