Kisah Anak Muda yang Rela Tinggalkan Sedan Eropa Demi ‘Terpapar Virus’ Bippu Style
25
Jul
2021
0 Comment Share Likes 1049 View

Bagi car enthusiast sejati, rasanya tak ada pakem khusus untuk mencintai mobil dengan brand tertentu. Semuanya mengalir murni dari kecintaan seseorang yang melihat sebuah mobil tanpa harus mencintai satu brand tertentu. 

Hal tersebut dialami oleh Dandy Rizky, salah seorang car enthusiast di Jakarta yang rela meninggalkan sedan Eropa miliknya demi "terpapar virus" Bippu Style. Sedikit membahas, Bippu Style merupakan gaya modifikasi yang serupa dengan VIP, hanya saja diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang.

 

Aturan wajib Bippu Style

Umumnya Bippu Style ini menggunakan mobil dengan basis saloon yang punya dimensi bongsor. Ciri khasnya adalah penggunaan pelek yang ukurannya ‘celong’ dengan offset yang sedikit keluar, atau bisa juga dibuat amblas sesuai selera pemilik mobil.

Awalnya Dandy kerap memamerkan BMW seri 3 dengan kode e46 bergaya Stance miliknya di laman Instagram pribadi. Namun belakangan, mobil yang ditampilkan bukanlah BMW e46 yang kerap menghiasi laman miliknya, melainkan berubah menjadi Toyota Crown Royal Saloon berkelir hitam bergaya Bippu Style.

Lantas, apa alasan Dandy meninggalkan BMW demi berkenalan dengan sesuatu yang baru bagi dirinya?

 

 

“Ini mobilnya Toyota Crown Royal Saloon tahun 2003. Pertama kali gue dapet itu Desember 2020 lalu, alias masih baru pegang mobilnya. Dulu sempat main BMW seri 3 e46 pakai 318i yang mesin N42. Memang dari dulu udah main gaya stance, eh sekarang keracunan Bippu Style,” buka Dandy kepada kami ketika ditemui di rumahnya.

 

Meninggalkan BMW dan Memboyong Toyota

Singkat cerita, Dandy mengaku ‘terpapar virus’ Bippu Style setelah melihat postingan di Instagram. “Awalnya lagi main Instagram kok lihat mobil modifikasi yang temanya Bippu ini asik juga. Bodinya gede, ceper, kalo jalan keluar api-api gitu. Soalnya bosan juga main Eropa, dari situlah mulai benar-benar kena racun hehehe,” sambung pria yang bermukim di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan ini.

Ia pun melego BMW kesayangannya dan memutar haluan untuk segera mencari mobil yang bisa dijadikan kelinci percobaan. “Nah BMW dijual, mulai coba mobil lain deh. Sempat mau cari Nissan Gloria, cuma ketuaan dan gak dibolehkan sama orang tua. Cari Lexus LS400 juga, cuma harganya tinggi dan barangnya jarang yang kondisi bagus,” ujar pria yang masih menimba ilmu di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ).

Perjuangan mencari mobil tersebut akhirnya menemui titik terang. Ia menemukan Toyota Crown Royal Saloon lansiran 2003 di kawasan Jogjakarta, Jawa Tengah. “Suatu hari ketemu salah satu mobil di Jogja punya anak Made In Jogja, mas Ida. Gue dan keluarga cocok akhirnya transaksi deh,” bebernya. 

Diakui jika Toyota Crown Royal Saloon yang dibelinya punya kondisi yang cukup baik, terutama di interior dan mesin yang masih dalam kondisi istimewa. “Pas dapat itu dikasih pelek standardnya, cuma sudah dapat air suspension Viair. Hanya saja kondisi eksteriornya rada-rada kurang, catnya mulai tipis kayaknya sering kejemur,” lanjut pria yang saat ini tergabung dengan Cambergang.

 

Mengganti Pelek

 

 

Ketika mobil tiba di Jakarta, hal pertama yang dilakukan adalah mengganti pelek. “Begitu sampai, langsung pasang BBS LM step up dari 17 ke 18 inci bekas dari BMW e46 yang sebelumnya. Speknya itu 10 inci di depan dan 11 inci di belakang,” ucapnya. Tak bisa dipungkiri, untuk menuju Bippu Style yang sempurna memang harus memakai pelek yang ukurannya besar.


Selain pelek, ia menambahkan modifikasi lampu di bagian plafon yang dibeli di marketplace. “Setelah itu pasang manajemen buat airsus pakai Airlux, ganti head unit copotan punya Crown Majesta dapat dari eBay karena part number-nya sama. Terakhir pasang lampu di plafon biar bisa ala-ala Rolls Royce gitu. Kalau lampu plafon ini buat lucu-lucuan aja sih, iseng aja liat di marketplace ada, kirain enggak bakalan awet ternyata masih nyala sampai sekarang hahaha,” katanya.

 

 

Terkesima dengan Kenyamanan

Siapa sangka mobil ‘tua’ yang dibelinya ini ternyata punya kenyamanan berkendara yang sangat baik. Sebagai orang yang pernah mencicipi gaya modifikasi Stance, ia tahu betul bagaimana rasa berkendara mobil yang kakinya sudah dibuat ‘pengkor’ yang kurang nyaman dikendarai.

“Jujur ketika pakai mobil ini kaget sih, ternyata diluar ekspektasi kalau nyaman banget. Padahal ini mobil udah di chamber, tapi tetap nyaman banget. Biasanya mobil yang di chamber itu kan tahu sendiri lah ya gimana rasanya, nah ini tuh nyaman banget ternyata,” terang pria yang juga bergabung dalam komunitas Bucks sejak 2018 ini.

 

 

 

Pengalaman Tak Terlupakan

Walaupun baru sebentar menunggangi Toyota Crown Royal Saloon berkelir hitam dan abu-abu ini, tetapi Dandy mengaku sudah memiliki pengalaman berkesan. Ia pernah merasakan pecah ban di kawasan Tangkuban Perahu, Jawa Barat akibat dibuat tersasar oleh aplikasi penunjuk jalan ketika ingin menuju ke Bandung.

“Nah itu niatnya ngetes mobil jadi kita rame-rame ke Bandung. Ternyata dibuat kesasar sama aplikasi, jadi kita ngelewatin jalan yang agak off-road gitu. Pulangnya itu ban pecah, barrel pelek retak karena sempat kena lubang dan batu,” kata pria berusia 21 tahun ini sembari tertawa. 

Usai mengalami kejadian tersebut, ia menanggalkan pelek lamanya dengan pelek SSR Mesh ukuran 18 inci lebar 9,5 inci di depan dan 11,5 inci di belakang. Secara spesifikasi diakui jika pelek yang saat ini menempel lebih pas dengan gaya Bippu yang dianutnya. 

Saat ini Dandy mengaku belum puas, karena ke depannya ia masih akan melakukan radius bagian fender dan menambah body kit. “Ke depannya masih mau di radius sama pasang body kit Aim Gain tadinya. Cuma harga body kit Aim Gain kan mahal, jadi rasanya sih paling custom aja ala-ala Aim Gain begitu,” lanjutnya.

Selain fokus ke visual, dapur pacu mobil juga masih ingin lebih digali lagi performanya dengan memasangkan turbo. Maklum, mobil yang ia gunakan ini menggunakan mesin berkode 2JZ-FSE dengan kapasitas 3.000 cc, 6 silinder. Mesin bertenaga 217 hp dengan torsi maksimal 294 Nm ini masih dirasa kurang olehnya.

Maka dari itu, komponen turbocharger dirasa cocok untuk ditanamkan di jantung Toyota Crown Royal Saloon ini. “Oh iya paling sama mau nambahin turbo aja sih, soalnya kepo aja sama rasa 2JZ yang pakai turbo itu kayak gimana. Soalnya ini tipe mesinnya 2JZ-FSE, bukan GE atau GTE seperti yang banyak beredar,” ucapnya.

 

 

Padahal diakuinya jika mesin tersebut masih bisa dipacu hingga 160 km/jam dengan konsumsi BBM dalam kota sekitar 1:5-6 km/liter. Walaupun ia ‘terpapar virus’ Bippu Style, ia mengaku bangga karena setidaknya saat ini ada beberapa teman pengguna BMW yang mengaku sudah mulai keracunan Bippu seperti Dandy. 

Harus diakui jika Toyota Crown Royal Saloon seperti miliknya ini punya harga spare part yang mahal dan sulit ditemui. “Contohnya seal karter oli itu copotan harga Rp4,5 jutaan. Kalau part interior jangan ditanya ya, soalnya lumayan mahal banget ini,” tutup pria yang berani mengambil resiko demi menjalankan hobinya ini.

 

Kira-kira, Lo tertarik mengikuti langkahnya doi enggak nih, Pria Intersport?

SAMPAIKAN KOMENTAR