Kenalin, Klub BMW 2002 dari Jepang yang Rendah Hati
05
Dec
2019
0 Comment Share Likes 705 View

Kembali menuju Jepang, kultur otomotif yang kuat seakan-akan tidak ada habisnya untuk dibahas. Apalagi soal komunitasnya yang punya karakter dan keunikan tersendiri. Contohnya yang akan kita bahas kali ini, nih Mas Bro, Klub BMW 2002.

Meskipun tidak ada lampu neon di kolong mobil atau gaya lain yang sangat terinspirasi oleh Bosozoku di sini, tapi Klub BMW 2002 Jepang ini sudah sangat karismatik. Deretan mobil BMW 2002 yang memang sudah retro, tradisional, atau "dewasa", atau sebutan apapun lah yang Mas Bro sukai sudah sangat mewakili karakter yang kuat dari klub ini. Dari pengalaman beberapa media yang pernah menyatroni klub ini, ada rasa yang Jepang banget. Awak media mungkin tidak akan kesulitan kalau mau bertemu dengan semua anggota Klub BMW 2002 ini, meskipun sebelumnya tidak direncanakan. Bagaimana tidak? Misalnya nih, kalau media membuat janji temu dan hanya mau meliput komunitas melalui sang Presiden Klub, Toshio Shizu, pasti anggota klub lain akan diberitahu dan hadir semua.

Sejarah Lahirnya BMW 2002

Sedikit membahas BMW 2002. Mobil ini bisa dibilang akan selalu dikesampingkan oleh mobil lainnya di seluruh dunia. Padahal, mobil ini merupakan cikal bakal lahirnya Seri 3 yang menjadi mobil terlaris pabrikan asal Jerman tersebut sekarang ini. Lebih menariknya lagi, rupanya mobil inilah yang jadi penyelamat bisnis BMW pasca Perang Dunia II.

Awal eksisnya mobil ini berawal dari BMW 1500 dengan bekalan mesin 4 silinder 1,5 liter pada 1961. Model ini menuai sukses dengan penjualan mencapai 24.000 unit selama tiga tahun kiprahnya. Mobil New Class ini pun berkembang menjadi BMW 1800 dengan mesin 4 silinder 1,8 liter. Model ini tersedia dalam dua varian, 1800 Ti dan 1800 Ti/SA. Pada 1964, hadir BMW 1500 yaitu BMW 1600. Sedan 4 pintu ini dianggap responsif, setidaknya berhasil mengumpulkan banyak pujian dari pada tester media otomotif saat itu. BMW kemudian merasakan ini manjadi momen tepat untuk membuat mobil yang lebih sporty.

BMW pun kemudian mulai fokus mengembangkan ide mobil 2 pintu dengan sumbu roda lebih pendek demi menciptakan pengendalian lebih baik. Tak butuh lama untuk merancang konsep tersebut, dengan mengambil dasar platform New Class dan jarak sumbu roda dipotong 2 inci menjadi 98,4 inci. Interiornya didesain ulang oleh Wilhelm Hofmeister, sementara bagian muka mobil terkena sedikit sentuhan facelift.

Kebanyakan komponen mekanisnya berasal dari BMW 1600 versi 4 pintu. Meski ada pemakaian gardan belakang yang lebih pendek. Akhirnya keputusan diambil, mobil baru dengan bodi 2 pintu tersebut dinamakan BMW 1600-2 (angka 2 dibelakang berarti 2 pintu) dengan mesin 4 silinder 1,6 liter dan resmi diluncurkan Maret 1966. Setelah itu, BMW 1600-2 pun jadi primadona dan menambah varian baru pada 1967, BMW 1600Ti.

Namun demi menembus pasar Amerika Serikat yang merupakan target hampir semua pabrikan otomotif di dunia saat itu, BMW harus putar otak. Pasalnya, meskipun diterima dengan sangat baik oleh publik Eropa, BMW 1600Ti sama sekali tidak lolos uji emisi di Negeri Paman Sam. Sementara mesin 4 silinder 2,0 liter dari BMW 2000 dan BMW 2000C coupe terbukti lolos regulasi uji emisi yang berlaku ketat.

Singkat cerita, sebuah riset kecil-kecilan dari Alex von Falkenhausen (Wakil Kepala Departemen Mesin BMW) dan Helmut Werner Bonsch (Direktur Perencanaan BMW) yang tidak direncanakan dan bergerak sendiri-sendiri justru memunculkan model baru. Mereka sebelumnya telah memasang mesin 2,0 liter milik BMW 2000. Melalui perdebatan sengit akan sebuah langkah strategis penjualannya, maka diputuskanlah, mobil BMW 2 pintu bermesin 4 silinder 2,0 liter harsu siap edar pada medio 1968. Yakni, BMW 2002.

BMW 2002, Refleksi Jepang dari Jerman Pasca Perang Dunia II

Kembali ke Klub BMW 2002, tak heran para anggotanya sangat bangga dengan tunggangannya tersebut. Mobil sport hasil perkembangan unik antara bodi BMW 1600-2 dan mesin BMW 2000. Ini jelas sebuah mobil sedan fenomenal.

Klub BMW 2002 ini pun tampaknya dihuni oleh orang-orang bersahaja yang mengerti dan menghargai sejarah. BMW 2002 mereka sangat terawat meskipun beberapa di antaranya memang sudah ada yang hasil modifikasi. Tapi klub ini kemudian menjadi salah satu contoh komunitas terbaik dalam memelihara tunggangan mereka hingga masih tetap eksis di tahun 2019 ini.

BMW 2002 menjadi bukti bahwa keragaman kultur otomotif di Jepang benar-benar ada. Tidak melulu JDM, hypercar dari Eropa, atau muscle car dari Amerika saja. Tapi di Jepang, ada komunitas pemelihara mobil Sang Penyelamat BMW pasca Perang Dunia II. Ya, setidaknya Jepang pun punya catatan sejarah yang mirip saat itu.

SAMPAIKAN KOMENTAR