Kenalan Lebih Dekat dengan Singer, Tuner Asli Porsche yang Jarang Diketahui
31
Mar
2021
0 Comment Share Likes 341 View

Mendengar nama Porsche tentu yang terlintas di benak kaum pria adalah mobil dengan performa mesin yang buas, desain bodi yang keren dan harganya yang cukup mahal. Tapi, pernah nggak sih kalian mendengar nama Singer?

Bagi sebagian orang nama Singer pasti jarang didengar atau malah banyak yang belum tahu. Padahal, Singer sendiri merupakan tuner atau rumah modifikasi yang sudah diakui oleh Porsche.  Ibaratnya seperti Mercedes-Benz punya AMG, Brabus dan Carlsson. Lalu BMW punya AC Snitzer dan Hamann. Nah, Porsche sendiri punya tuner bernama Singer Vehicle Design atau disingkat SVD. Singer sendiri saat ini lebih melayani untuk modifikasi Porsche dan restorasi. Para pemilik Porsche pastinya sudah nggak asing lagi dengan nama ini.

 

sumber

 

Sejarah Singer Vehicle Design

 

sumber

 

Bagi mereka yang benar-benar menggilai otomotif, nama Singer Vehicle Design pastinya tidak asing. Tetapi, belum tentu mereka tahu tentang sejarah rumah modifikasi ini pastinya. Robert Dickinson lah yang pertama kali memiliki ide untuk melakukan modifikasi pada Porsche 911E miliknya.

Di tahun 2003, Rob panggilan akrabnya menampilkan Porsche buatannya dengan nama The Brown Bomber. Ibarat mendapat durian runtuh, pria yang berprofesi sebagai vokalis ini ternyata mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari orang yang melihat hasil karyanya. 

“Mobil itu meyakinkan saya bahwa saya bisa menemukan mobil yang terlihat keren dan membuat orang terpana,” kata Rob Dickinson dilansir Total911.com.

Di tahun 2009, akhirnya Robert mendirikan Singer Vehicle Design dengan didukung beberapa investor. Lokasi workshop yang didirikan oleh Rob terletak di Los Angeles, California, Amerika Serikat. Bahkan hingga saat ini lokasinya pun masih terletak disana.

Perusahaan yang memiliki motto ‘Segalanya Adalah hal yang Penting’ ini selalu mencoba memberikan kepuasan kepada konsumen. Mereka melayani permintaan untuk mengkustomisasi interior, mesin, bodi, pelek hingga restomod. 

 

Bukan Berasal dari Mekanik

Sebagai seorang musisi, Dickinson tahu betul jika dirinya tidak terlalu menguasai tentang mesin. “Saya bukanlah seorang mekanik, tetapi saya memiliki latar belakang desain dan seni,” sambungnya. 

Oleh sebab itu, ia melakukan metode pendekatan kepada setiap konsumen dengan memberikan ketelitian. Rob mulai memikirkan kerjasama dengan beberapa perusahaan aftermarket seperti Ohlins dan Cosworth. 

Dengan Ohlins ia bekerja sama untuk membuat custom-valve dampers. Sedangkan dengan Cosworth ia bekerja sama membangun mesin. Salah satu mesin yang cukup terkenal adalah mesin 3.800 cc racikannya bersama Cosworth. Bagi orang awam, cukup mudah mengenali hasil karya dari Singer. Karena Singer memiliki ciri khas di bodi yang terbuat dari carbon fiber dan mesin yang dibangun ulang bersama Cosworth. Siapa sangka, hasil modifikasi yang awalnya sengaja dilakukan oleh Rob ini justru melahirkan sejarah baru. Terbukti setiap hasil karya SVD selalu memiliki nilai jual yang sangat fantastis. Bahkan Porsche mengaku hasil modifikasinya dan menobatkannya sebagai tuner resmi.

 

Penggunaan Nama Singer

Lantas, mengapa Rob Dickinson menggunakan nama Singer? Kenapa tidak memakai namanya sendiri saja agar seluruh dunia tahu? Rob lebih memilih nama Singer karena satu hal. Ia ingin terus melanjutkan tongkat estafet dari kerja keras Norbert Singer. 

Norbert Singer sendiri merupakan orang yang sukses membuat nama Porsche bersinar di ajang balap. Proyek yang membuat namanya melambung berasal di tahun 1979. 

Norbert Singer diberikan tugas untuk memodifikasi Porsche 935 untuk mengikuti ajang balap 24 Hours of Le Mans. Mobil yang dikerjakan olehnya merupakan mobil yang sudah berusia 15 tahun. Hasilnya? Mobil tersebut bak kura-kura yang menjelma menjadi seekor kelinci yang mampu melesat mengasapi lawan-lawannya saat itu. Sejak saat itu, Singer mulai melakukan proyek untuk Porsche 956 dan 962 yang tampil di Group C. 

Hasilnya pun tak main-main, Singer berhasil mendaratkan 7 gelar 24 Hours of Le Mans. Karyanya pun tak berhenti sampai disitu saja. Di tahun 1990-an ia kembali mengerjakan proyek Porsche WSC dan meraih kemenangan di tahun 1996 dan 1997.

Di tahun 1998, Singer menjadi kepala mekanik untuk mengawasi Porsche 911 GT1-98. Gelar juara pun kembali diboyong ke markas Porsche dan gelar tersebut menjadi piala ke-16 bagi Porsche di ajang balap 24 Hours of Le Mans.

Piala terakhir tersebut menjadi piala terakhir bagi Porsche, karena setelah itu pabrikan asal Jerman ini memutuskan untuk pensiun dari ajang balap Le Mans. Mereka pensiun untuk lebih fokus melahirkan Porsche Cayenne yang sedang disiapkan untuk lahir ke Dunia.

 

Orang Indonesia yang Pernah Membantu Singer

 

sumber

 

Nama Singer bukanlah rumah modifikasi kacangan. Banyak orang ingin bekerja atau ingin membantu menjadi salah satu bagian dari proyek yang dikerjakan. Beruntung ada salah satu orang Indonesia yang pernah bekerja membantu Singer.

Dia adalah pria bernama Shane Paul Sumampouw yang merupakan desainer asli asal Indonesia. Shane pernah diminta Singer mendesain pelek untuk Porsche 911 yang sedang direstorasi oleh Singer. 

Kini, Shane menjadi desainer untuk perusahaan pelek asal Indonesia, HSR. Kalau kalian benar-benar menyukai Porsche, kalian wajib tahu tentang Singer dan nama Shane Paul Sumampouw yang pernah membantu Singer menyelesaikan PR untuk konsumennya.

SAMPAIKAN KOMENTAR